Senin, 31 Agu 2026
light_mode

Semiotika Lidah Kekuasaan

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Minggu, 31 Agt 2025
  • print Cetak

Oleh: Kamaruddin Hasan

Bahasa adalah cermin jiwa. Dalam ruang kekuasaan, bahasa tidak sekedar alat komunikasi, melainkan simbol yang mewakili kehormatan, tanggung jawab, dan kepercayaan publik. Setiap kata yang lahir dari lidah seorang pejabat menjadi tanda-tanda tentang siapa dirinya, bagaimana ia memandang rakyat, serta sejauh mana ia memahami amanah yang diemban.

Belakangan ini, beberapa pernyataan dari anggota DPR menuai sorotan tajam. Kesalahan bicara atau nada arogansi yang terucap, meski mungkin lahir tanpa kesengajaan, telah memantik reaksi keras di ruang publik. Hal ini menunjukkan bahwa rakyat tidak hanya mendengar kata-kata, tetapi juga menafsirkan makna yang tersirat di baliknya.

Dalam semiotika kekuasaan, bahasa pejabat adalah simbol keterhubungan antara rakyat dan penguasa. Bila bahasa itu lembut, penuh penghargaan, dan sarat empati, maka rakyat akan merasakan kehadiran wakilnya. Namun bila bahasa itu melukai, bernada tinggi dan merendahkan, maka yang terbaca adalah jarak, ketidakpedulian, bahkan pengkhianatan terhadap amanah keterwakilan.

Oleh karena itu, yang dibutuhkan dalam kehidupan kebangsaan kita adalah kesadaran bersama bahwa lidah kekuasaan harus menjadi lidah yang menyejukkan, bukan memecah; lidah yang menguatkan kepercayaan, bukan menumbuhkan luka. Para pemimpin, pejabat, dan wakil rakyat seyogianya menyadari bahwa ucapan mereka adalah cermin kehormatan bangsa, bukan hanya pribadi.

Masyarakat pun hendaknya menyikapi peristiwa ini dengan bijak. Amarah boleh hadir sebagai wujud kepedulian, tetapi muaranya tetap harus menuju perbaikan. Kita semua, baik rakyat maupun pemimpin, perlu sama-sama menjaga bahasa agar ia tidak menjadi bara yang membakar, melainkan cahaya yang menerangi jalan kebangsaan.

Pada akhirnya, semiotika lidah kekuasaan mengingatkan kita bahwa kata-kata bisa menjadi doa, bisa pula menjadi luka. Dalam Islam, lisan adalah amanah. Rasulullah ﷺ pernah bersabda:

“Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata yang baik atau diam.” (HR. Bukhari-Muslim).

Bahkan Al-Qur’an menegaskan,

“Dan katakanlah kepada hamba-hamba-Ku: hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik. Sesungguhnya setan menimbulkan perselisihan di antara mereka.” (QS. Al-Isra: 53).

Pesan ini sederhana namun sangat dalam: setiap kata adalah tanggung jawab. Bagi seorang pemimpin, ucapan bukan hanya milik pribadi, melainkan cermin amanah yang dipikulnya. Karena itu, marilah kita bersama-sama menjaga bahasa: agar lidah kekuasaan tidak berubah menjadi lidah arogansi, tetapi menjadi lidah yang menebar kasih, keadilan, dan kebaikan.

Dengan begitu, bahasa tidak lagi menjadi bara yang membakar, melainkan cahaya yang menerangi jalan bangsa menuju persaudaraan dan kemuliaan.
Wallahu a’lam bisshawab.

(Penulis, Guru Besar Ilmu Pendidikan dan Keguruan UNM serta Rektor Institut Teknologi, Bisnis, dan Administrasi Al Gazali Barru)

  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bencana Tanah Bergerak Terjang Karangbanar Ketanda Sumpiuh, Belasan Rumah Rusak dan Puluhan Warga Mengungsi

    Bencana Tanah Bergerak Terjang Karangbanar Ketanda Sumpiuh, Belasan Rumah Rusak dan Puluhan Warga Mengungsi

    • 0Komentar

    Tanah retak dengan kedalaman bervariasi dari 40 cm – 150 cm di lokasi bencana tanah bergerak Kampung Karangbanar Desa Ketanda kecamatan Sumpiuh Banyumas. (dok/ft/Adyt) Penulis: Ahdiyat Guyuran hujan deras memicu bencana tanah bergerak di Dusun Karangbanar, Desa Ketanda, Kecamatan Sumpiuh, Banyumas. Puluhan rumah retak, fasilitas umum rusak, dan puluhan warga terpaksa mengungsi demi keselamatan. HITVBERITA.COM […]

  • Mengenal Lebih Dekat Kota Palembang Propinsi Sumatera Selatan

    Mengenal Lebih Dekat Kota Palembang Propinsi Sumatera Selatan

    • 0Komentar

    𝐇𝐈𝐓𝐕𝐁𝐞𝐫𝐢𝐭𝐚.𝐂𝐨𝐦|Palembang -Kota Palembang, termasuk salah satu Kota yang ramai dan padat penduduknya, Kota ini merupakan Ibukota dari Propinsi Sumatera Selatan. Kali ini Abdul Rosad S.Pd Korlapnas hitvberita.com, mengajak para Pembaca setia, untuk mengenal lebih dekat Kita Palembang yang terkenal dengan makanan khasnya yaitu Pempek. Kota Palembang ini, memiliki luas sekitar 352,,51 Km persegi, dan dipertengahan […]

  • Polres Kebumen Dinilai Lambat Tangkap Pelaku Pengeroyok Wartawan, Ada Apa?

    Polres Kebumen Dinilai Lambat Tangkap Pelaku Pengeroyok Wartawan, Ada Apa?

    • 0Komentar

    Pewarta: Purwanto HITVberita.COM | KEBUMEN – Kasus Penganiayaan Wartawan Siaran Indonesia bernama WNH yang terjadi pada Sabtu, 26 Oktober 2024, hingga kini belum ada penetapan tersangka satu pun. Padahal terdapat rekaman CCTV, 9 unit sepeda motor ditahan sebagai barang bukti, pernyataan saksi, dan olah TKP pun sudah dilakukan. Lebih dari itu, sejumlah identitas terduga pelaku […]

  • Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Kapolres Kobar Luncurkan Program Bhayangkara Teman Petani

    Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Kapolres Kobar Luncurkan Program Bhayangkara Teman Petani

    • 0Komentar

    Pewarta: Kistolani Mangun Jaya HITVberita.COM | PANGKALAN BUN – Polres Kotawaringin Barat meluncurkan program “Bhayangkara Teman Petani” sebagai bentuk dukungan terhadap upaya pemerintah dalam meningkatkan ketahanan pangan nasional. Acara yang dipimpin langsung oleh Kapolres Kotawaringin Barat AKBP Yusfandi Usman Taanggal tersebut, dihadiri oleh jajaran DPRD Kabupaten Kotawaringin Barat, para pimpinan instansi terkait, kalangan perbankan, TNI, […]

  • Gerakan Pangan Murah Nasional Serentak Digelar di Kabupaten Barru

    Gerakan Pangan Murah Nasional Serentak Digelar di Kabupaten Barru

    • 0Komentar

    Penulis: Syamsu Marlin Pemerintah Kabupaten Barru bekerja sama dengan Badan Pangan Nasional (Bapanas), Bulog, serta Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Barru kembali menghadirkan Gerakan Pangan Murah (GPM) Nasional. HITVBERITA.C |Barru – Kegiatan dilaksanakan serentak di tujuh kecamatan se-Kabupaten Barru, dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80 dan sekaligus mendukung upaya […]

  • Konsumen Selektif Tantangan Bagi Pengusaha Kuliner

    Konsumen Selektif Tantangan Bagi Pengusaha Kuliner

    • 0Komentar

    Penulis: Indra Mulyadi Tak dipungkiri saat ini masyarakat semakin selektif dalam memilih makanan dan minuman yang disajikan pengusaha kuliner. Kelezatan makanan menjadi prioritas utama para konsumen, selain suasana santai dan pelayanan maksimal yang diperoleh. HITVBERITA.COM | Tasikmalaya — Seperti di salah satu Warung Makan Gula Padi, kendati baru satu bulan di buka, sudah mendapat respon […]

expand_less