Porkot Batam Cabang Catur: 12 Kecamatan Bertanding, Atlet Sekupang Tersisih
- account_circle Redaksi
- calendar_month Selasa, 9 Sep 2025
- visibility 33
- print Cetak

Porkot Batam Cabang Catur: 12 Kecamatan Bertanding, Atlet Sekupang Tersisih
Penulis: M. Zulkifli Ritonga
Kejuaraan Pekan Olahraga Kota (Porkot) Batam VI cabang catur resmi bergulir sejak Sabtu (6/9/2025). Sebanyak 12 kecamatan mendaftarkan atletnya untuk berlaga, namun hanya 9 kecamatan yang memenuhi syarat dan berhak tampil pada pertandingan yang berlangsung hingga Sabtu (13/9/2025) mendatang di Botania 2 Mall, Batam.
HITVBERITA.COM | Batam — Setiap kecamatan menurunkan enam atlet, terdiri dari dua atlet kategori perorangan dan empat atlet untuk nomor beregu catur cepat. Dengan format ini, ajang Porkot diharapkan menjadi wadah pembinaan sekaligus seleksi atlet catur Batam untuk menghadapi kejuaraan tingkat provinsi dan nasional.
Namun, tidak semua kecamatan dapat berpartisipasi penuh. Kecamatan Sekupang dipastikan absen setelah atletnya dinyatakan tidak memenuhi persyaratan administrasi. Ketua Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Kota Batam, dalam keterangannya, menyebut hal ini terjadi karena kurangnya koordinasi antara pengurus dan atlet.
“Kami sangat menyayangkan ketidaksiapan dari pihak Sekupang. Padahal, ajang Porkot ini penting sebagai sarana pembinaan atlet muda,” ujar Ketua Percasi Batam.
Memasuki hari ketiga pertandingan, Senin (8/9/2025), suasana kompetisi mulai memanas. Sejumlah kecamatan seperti Batam Kota, Lubuk Baja, dan Sagulung tampil dominan dengan mengandalkan atlet-atlet muda yang sebelumnya telah berpengalaman di berbagai turnamen lokal.
Pertandingan di arena Botania 2 Mall pun cukup menarik perhatian pengunjung. Selain berlangsung di ruang terbuka yang memungkinkan masyarakat menyaksikan langsung, suasana kompetisi yang penuh konsentrasi menambah daya tarik tersendiri. Para atlet duduk berhadapan, nyaris tanpa suara, hanya dentingan jam catur yang terdengar sesekali memecah keheningan.
Porkot Batam VI cabang catur juga dinilai penting untuk regenerasi atlet. Dari total peserta, sebagian besar merupakan atlet usia remaja yang baru pertama kali turun di ajang tingkat kota. Percasi Batam berharap, lewat kompetisi ini lahir bibit baru yang dapat mengharumkan nama Batam di tingkat Provinsi Kepulauan Riau maupun nasional.
“Porkot bukan hanya kompetisi, tetapi juga ruang pembinaan. Atlet-atlet muda perlu diberi kesempatan untuk bertanding, berlatih mental, dan merasakan atmosfer kompetisi yang sesungguhnya,” kata Ketua Panitia Pelaksana.
Meski berlangsung meriah, panitia mengakui masih ada sejumlah kendala dalam penyelenggaraan. Selain persoalan administrasi yang membuat salah satu kecamatan gagal ikut serta, koordinasi teknis antar pengurus juga masih perlu diperbaiki.
Kendati demikian, kejuaraan tetap berjalan lancar. Hingga hari ketiga, jadwal pertandingan dapat dilaksanakan sesuai rencana. Antusiasme masyarakat juga cukup tinggi, terlihat dari banyaknya pengunjung yang menyempatkan berhenti sejenak untuk menyaksikan pertandingan di tengah aktivitas belanja di pusat perbelanjaan.
Ajang Porkot Batam VI cabang catur ini diharapkan menjadi tonggak bagi peningkatan prestasi olahraga catur di Batam, sekaligus menumbuhkan minat generasi muda pada olahraga berbasis strategi ini. (///)
- Penulis: Redaksi

Saat ini belum ada komentar