Selasa, 13 Okt 2026
dark_mode

Audiensi Batal, Lantaran Pejabat Kota Tasikmalaya Menugaskan Prajuritnya

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Rabu, 24 Sep 2025
  • print Cetak

Suasana Audiensi yang gagal lantaran pejabat pengambil keputusan hanya menugaskan prajuritnya, tanpa kehadiran walikota. (Foto: Istimewa)

Penulis: Indra Mulyadi

Absennya pejabat pengambil kebijakan Kota Tasikmalaya mengakibatkan acara audiensi para aktivis yang tergabung dalam Tasik Progressive Society (TPS) dengan DPRD Kota Tasikmalaya pada Selasa (23/9/2025) batal dan harus di jadwal ulang.

HITVBERITA.COM | Tasikmalaya – Pertemuan yang berlangsung di ruang Badan Musyawarah DPRD tersebut hanya dihadiri pegawai dan staf dari instansi terkait, tanpa kehadiran para pengambil kebijakan seperti Walikota, Sekretaris Daerah maupun Kepala Dinas.

Sementara dari unsur DPRD, audiensi dihadiri Wakil Ketua DPRD H. Wahid, Ketua Komisi III Anang Sapaat, Wakil Ketua Komisi I Dayat Mustopa, dan Sekretaris DPRD Asep Endang Syam.

Ketua Umum TPS, Dadi Abidarda, yang kecewa atas ketidakhadiran pejabat pengambil keputusan pada audiensi di ruang Badan Musyawarah DPRD Kota Tasikmalaya. (Foto: Istimewa)

Ketua Umum TPS, Dadi Abidarda, rencananya menyampaikan berbagai persoalan yang mencemari wajah Kota Tasikmalaya. Ia menyoroti maraknya pelanggaran aturan tata bangunan, mulai dari pelanggaran Koefisien Dasar Bangunan (KDB), alih fungsi lahan produktif, hingga pembangunan di sempadan sungai dan di bawah jaringan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT).

“Tasikmalaya yang dulu dikenal sebagai kota yang resik, kini menjadi semrawut. Setiap kali hujan turun, banjir langsung menyergap sejumlah titik,” ujar Dadi.

Dadi menjelaskan, beberapa wilayah yang disebut rawan banjir antara lain Jalan HZ Mustofa, Mangkubumi, Sutisna Senjaya, dan RE Martadinata.

Dadi juga menyoroti keberadaan hotel-hotel yang di duga tidak memenuhi ketentuan ruang terbuka hijau dan resapan air, serta perumahan yang dibangun di bawah SUTT yang seharusnya dilarang.

TPS juga mengkritisi lemahnya pengawasan pemerintah terhadap pengembang perumahan yang tidak memenuhi kewajiban menyerahkan fasilitas umum dan sosial (fasum-fasos).

Menurut Dadi, hanya sekitar 70 persen pengembang yang memenuhi kewajiban tersebut, sehingga menjadi beban pemerintah saat perumahan diserahkan.

“Pemerintah dan DPRD abai atas masalah ini. Kami minta audiensi diulang dengan menghadirkan Walikota, Sekda, Kepala Dinas, BPN, hingga PLN. Jangan hanya prajuritnya,” tegas Dadi.

Menanggapi permintaan tersebut, Wakil Ketua DPRD H. Wahid menyatakan bahwa aspirasi TPS akan dijadwalkan ulang. Materi yang akan dibahas tetap sama, yakni pelanggaran bangunan di sempadan sungai dan perumahan di bawah SUTT.

“Sesuai aturan, memang ada pembolehan dengan syarat jarak aman dan kompensasi. Tapi tetap harus ditelusuri,” jelas Wahid

Audiensi lanjutan diharapkan dapat menghadirkan para pemangku kebijakan agar solusi konkret dapat dirumuskan demi penataan ruang dan bangunan yang lebih baik di Kota Tasikmalaya.

  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tiga Calon Anggota PWI Purwakarta Ikuti OKK di Bogor

    Tiga Calon Anggota PWI Purwakarta Ikuti OKK di Bogor

    • calendar_month Selasa, 20 Mei 2025
    • 1Komentar

    Tiga calon anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Purwakarta mengikuti kegiatan Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian (OKK) yang digelar di Sentul, Kabupaten Bogor, Rabu (21/5/2025).   HITVBERITA.COM | Purwakarta – Kegiatan yang diselenggarakan oleh PWI Kabupaten Bogor ini mengusung tema “Wartawan Profesional, PWI Berintegritas”. Telah dijadwalkan kegiatan acara berlangsung di Hotel M-One, Cibinong, dan menjadi bagian […]

  • Gerak Cepat Polsek Membalong, 2 Wisatawan Tersesat di Bukit Gadong Ditemukan Selamat

    Gerak Cepat Polsek Membalong, 2 Wisatawan Tersesat di Bukit Gadong Ditemukan Selamat

    • calendar_month Sabtu, 10 Okt 2026
    • 0Komentar

    HITVBERITA.COM | BELITUNG – Respons cepat Polres Belitung melalui jajaran Polsek Membalong bersama perangkat desa dan masyarakat setempat membuahkan hasil. Dua wisatawan inisial (FA) 22 dan (S) 24 yang melaporkan tersesat di kawasan Bukit Gadong, Desa Lassar, Kecamatan Membalong, Kabupaten Belitung melalui layanan Polisi 110 berhasil ditemukan dalam keadaan selamat Sabtu (10/10/2026) malam. Peristiwa tersebut […]

  • Catut Gubernur Cup, Suriansyah Halim: Tetap Dipaksakan Akan Dilakukan Upaya Hukum

    Catut Gubernur Cup, Suriansyah Halim: Tetap Dipaksakan Akan Dilakukan Upaya Hukum

    • calendar_month Jumat, 12 Des 2025
    • 0Komentar

    PALANGKA RAYA | HITV – Ketua Penegak Hukum Rakyat Indonesia (PHRI) Kalimantan Tengah, Suriansyah Halim, menegaskan bahwa penyelenggaraan Road Race/Gubernur Motor Prix Open Race di Taman Kota Sampit bukan bagian dari rangkaian Turnamen Gubernur Cup 2025. Pernyataan itu disampaikan melalui siaran pers, Jumat (12/12/2025). Halim menyebut penggunaan nama “Gubernur Cup” pada kegiatan tersebut hoaks, karena […]

  • Kasus Tabrak Lari Mandek, Keluarga Korban Pertanyakan Profesionalisme Polisi

    Kasus Tabrak Lari Mandek, Keluarga Korban Pertanyakan Profesionalisme Polisi

    • calendar_month Kamis, 4 Sep 2025
    • 0Komentar

    Penulis: Ruslan LGA Hampir setahun berlalu sejak peristiwa tabrak lari yang melibatkan seorang pengendara bernama Amat, namun proses penyidikan kasus itu tak kunjung menunjukkan perkembangan berarti. HITVBERITA.COM | Lingga — Keluarga korban pun mulai mempertanyakan keseriusan dan profesionalisme aparat kepolisian dalam menuntaskan perkara tersebut. “Kami tidak melihat ada kemajuan berarti. Padahal seharusnya proses hukum bisa […]

  • Para Supir Bus Sekolah di Lingga Keluhkan Tunggakan Honor Empat Bulan, F-SPSI NIBA Desak Pemerintah Bertindak

    Para Supir Bus Sekolah di Lingga Keluhkan Tunggakan Honor Empat Bulan, F-SPSI NIBA Desak Pemerintah Bertindak

    • calendar_month Rabu, 30 Jul 2025
    • 0Komentar

    Penulis: Ruslan LGA Para supir bus sekolah di Kabupaten Lingga mengungkapkan keluhan terkait belum dibayarkannya honor mereka selama empat bulan terakhir, sejak bulan April hingga Juli 2025. Situasi ini tak hanya memberatkan kehidupan para supir, tetapi juga berisiko mengganggu kelancaran aktivitas pendidikan siswa yang bergantung pada layanan bus sekolah. HITVBERITA.COM | Lingga – Seorang supir […]

  • Sekjen GPIB Soroti Kebijakan Siswa SMKN 1 Purwakarta Bawa Paving Block, Dinilai Pungutan Terselubung

    Sekjen GPIB Soroti Kebijakan Siswa SMKN 1 Purwakarta Bawa Paving Block, Dinilai Pungutan Terselubung

    • calendar_month Kamis, 14 Mei 2026
    • 0Komentar

    Kebijakan SMKN 1 Purwakarta yang meminta siswa membawa paving block selama tiga hari dengan dalih kegiatan “Latihan Ketarunaan” menuai sorotan publik. PURWAKARTA, HITV– Kebijakan tersebut dinilai tidak sekadar persoalan teknis pembelajaran, tetapi berpotensi mengarah pada dugaan pungutan terselubung di lingkungan dunia pendidikan. Sorotan keras datang dari Gerakan Pendidikan Indonesia Baru GPIB. Sekretaris Jenderal GPIB, DRS. […]

expand_less