Gubernur Kalteng Kukuhkan TKPSDA Sungai Kahayan, Dorong Tata Kelola Air Lintas Sektor
- account_circle Kistolani Mangun Jaya
- calendar_month Jumat, 28 Nov 2025
- visibility 45
- print Cetak

Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menegaskan komitmen memperkuat tata kelola sumber daya air melalui pengukuhan Tim Koordinasi Pengelolaan Sumber Daya Air (TKPSDA) Wilayah Sungai Kahayan periode 2025–2030.
HITVBERITA.COM | Palangka Raya.— Agenda ini menjadi penanda upaya mengokohkan koordinasi lintas sektor demi pengelolaan air yang lebih efektif dan berkelanjutan di daerah aliran sungai strategis tersebut.
Gubernur Kalimantan Tengah H. Agustiar Sabran, dalam sambutan tertulisnya, menekankan posisi sentral Sungai Kahayan bagi pembangunan Bumi Tambun Bungai.
Namun pengukuhan tim dilakukan oleh Plt. Sekretaris Daerah Leonard S. Ampung, yang mewakili gubernur, di Aula Jayang Tingang Kantor Gubernur Kalteng, Rabu (26/11/2025). Leonard sekaligus membuka pertemuan perdana forum koordinasi itu.
“Sungai Kahayan bukan hanya jalur transportasi sungai. Ia adalah sumber air baku, penopang irigasi, sekaligus penjaga ekosistem gambut,” ujar Leonard saat membacakan arahan Gubernur Agustiar.
Ia juga mengingatkan, tanpa pengelolaan terintegrasi, sungai sepanjang ratusan kilometer itu rentan menghadapi tekanan ekologis dan sosial.
Gubernur, melalui Leonard, juga memetakan tantangan pengelolaan air di wilayah sungai tersebut. Debit yang fluktuatif berpotensi memicu banjir di musim penghujan dan kekeringan saat kemarau. Sementara kualitas air kian terbebani oleh degradasi lingkungan, sedimentasi, hingga alih fungsi lahan yang masif.
Dalam konteks itu, keberadaan TKPSDA dinilai menjadi kebutuhan mendesak. Forum ini, kata Leonard, diharapkan mampu menjembatani kepentingan antar sektor maupun para pengguna air, baik dari pemerintah, dunia usaha, hingga masyarakat.
Ia mendorong TKPSDA segera bekerja menghasilkan rekomendasi strategis yang aplikatif dan berdampak langsung. Leonard juga mengajak seluruh anggota tim menjadikan forum ini sebagai ruang dialog terbuka, konstruktif, dan berbasis data ilmiah.
“Mari menjaga keseimbangan antara konservasi, pemanfaatan, dan pengendalian daya rusak air,” lanjutnya. Pernyataan ini sejalan dengan prinsip pengelolaan sumber daya air berkelanjutan yang menempatkan aspek mitigasi bencana dan pelestarian ekosistem sebagai pilar utama.
Kepala Sekretariat TKPSDA Wilayah Sungai Kahayan, Man Saji, menegaskan bahwa pengukuhan ini bukan sekadar seremonial, tetapi momentum memperkuat sinergi lintas pemangku kepentingan.
“Yang kami dorong adalah efektivitas pengelolaan air yang terkoordinasi antara sektor pemerintah dan non-pemerintah,” katanya.
Menurut dia, kerja kolaboratif menjadi kunci merespons persoalan air yang semakin kompleks, terutama pada wilayah sungai yang bersinggungan dengan gambut dan aktivitas ekonomi.
Acara ini dihadiri sejumlah pemangku kepentingan strategis, antara lain kepala perangkat daerah lingkup Pemprov Kalteng, serta Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Tjilik Riwut BMKG Kalteng Agung Sudiono Abadi.
Seluruh anggota TKPSDA periode 2025–2030 juga hadir mengikuti forum yang dirancang mempercepat langkah koordinasi awal usai pengukuhan.
Pengukuhan TKPSDA Sungai Kahayan diharapkan menjadi landasan tata kelola air yang lebih tangguh dan terkonsolidasi, terutama dalam menghadapi ancaman hidrometeorologi, tekanan lingkungan, dan kebutuhan pendayagunaan air yang terus meningkat di Kalimantan Tengah. (/*/*/)
Editor: AYS
Sumber: HITV Kalteng
- Penulis: Kistolani Mangun Jaya
