Bencana Sumatra: Korban Tembus 800 Jiwa, Aceh dan Sumut Masih Dilanda Krisis
- account_circle R. Ahdiyat
- calendar_month Jumat, 5 Des 2025
- visibility 104
- print Cetak

Berdasarkan konferensi pers BNPB, Kamis (4/12/2025) pukul 16:00 WIB, terkonfirmasi jumlah korban meninggal bertambah menjadi 836 orang. (/*/*/)
Banjir dan longsor besar di sejumlah wilayah Aceh dan Sumatra Utara masih menyisakan duka mendalam. Jumlah korban terus bertambah sementara akses bantuan di beberapa titik masih terhambat.
SUMATERA | HITV – Bencana banjir dan tanah longsor yang melanda Aceh dan Sumatra Utara sejak awal pekan terus menunjukkan perkembangan signifikan. Data terbaru dari berbagai laporan penanggulangan bencana menyebutkan bahwa jumlah korban meninggal dunia telah mencapai sekitar 836 orang, sementara lebih dari 500 warga lainnya masih dinyatakan hilang.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kembali memperbarui data dampak bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda tiga provinsi Sumatra yakni Aceh, Sumatra Utara (Sumut), dan Sumatra Barat (Sumbar).
Berdasarkan konferensi pers BNPB, Kamis (4/12/2025) pukul 16:00 WIB, terkonfirmasi jumlah korban meninggal bertambah menjadi 836 orang.
“Saya laporkan bahwa hingga sore ini, sekitar pukul 16:00 WIB, untuk jumlah korban meninggal dunia bertambah menjadi 836 jiwa,” kata Abdul Muhari, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, dalam konferensi pers, Kamis (4/12/2025).
Wilayah paling terdampak berada di Aceh dan Sumatera Utara, masing-masing mencatat ratusan korban jiwa. Di Aceh, laporan lapangan mencatat setidaknya 325 korban meninggal dan lebih dari 170 orang dilaporkan hilang. Sementara di Sumatra Utara, jumlah korban meninggal saat ini berada di angka sekitar 311 jiwa. Ribuan rumah, jembatan, serta fasilitas umum dilaporkan mengalami kerusakan berat akibat derasnya aliran banjir yang membawa material lumpur dan kayu dari kawasan perbukitan.

Hingga saat ini, cuaca ekstrem diperkirakan masih akan berlangsung, sehingga masyarakat di daerah rawan diminta meningkatkan kewaspadaan. (Dok/Foto/Ahdiyat/Hitv)
SELAIN banjir dan longsor, aktivitas kegempaan juga terpantau di wilayah Aceh. Pada 4 Desember 2025, gempa bermagnitudo 4,4 mengguncang Kabupaten Gayo Lues, meski tidak menimbulkan kerusakan tambahan. Namun kondisi ini semakin membuat warga berada dalam situasi waspada.
Akses menuju beberapa lokasi terdampak kini masih terhambat. Banyak jalanan terputus dan jembatan ambruk sehingga distribusi bantuan logistik menghadapi kendala.
Lembaga kemanusiaan, TNI–Polri, dan pemerintah daerah terus melakukan upaya evakuasi dan pencarian korban, termasuk membuka jalur alternatif untuk mempermudah penyaluran bantuan.
Pemerintah pusat menyatakan komitmennya untuk melakukan langkah cepat penanganan darurat sekaligus memeriksa dugaan kerusakan lingkungan serta potensi pelanggaran izin tambang yang diduga memperparah dampak bencana di beberapa titik.
Hingga saat ini, cuaca ekstrem diperkirakan masih akan berlangsung, sehingga masyarakat di daerah rawan diminta meningkatkan kewaspadaan. Aparat dan tim SAR terus bekerja tanpa henti untuk memastikan seluruh korban dapat ditemukan serta bantuan dapat segera menjangkau desa-desa yang terisolasi. (/*/*/)
Editor: AYS
Sumber: HITV Kepri
- Penulis: R. Ahdiyat
