Selasa, 20 Okt 2026
dark_mode

Jika Perang Dunia Ketiga Terjadi: Ketahanan Ekonomi Nasional adalah Garis Pertahanan Indonesia

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Senin, 19 Jan 2026
  • print Cetak

 

Oleh: Anto Suroto, SH, SE, MM
Ketua Umum Aliansi Perdagangan Industri Kreatif Indonesia (APIKI)

WACANA Perang Dunia Ketiga tidak lagi sekadar isu geopolitik global yang jauh dari kehidupan masyarakat. Eskalasi konflik di Ukraina, Timur Tengah, hingga kawasan Indo-Pasifik telah menciptakan ketidakpastian ekonomi dunia yang nyata dan berdampak langsung hingga ke tingkat nasional dan lokal. Dalam konteks ini, Indonesia telah bersikap tegas: tidak berpihak pada kekuatan mana pun.

Namun sikap politik nonblok saja tidak cukup. Dalam situasi dunia yang menuju konflik besar, ketahanan ekonomi nasional justru menjadi penentu utama keselamatan bangsa.

Perang Global dan Dampaknya ke Ekonomi Dunia

SEJARAH mencatat bahwa setiap perang besar selalu diikuti krisis ekonomi global. Perang Dunia Pertama dan Kedua memicu inflasi ekstrem, kelangkaan pangan, kehancuran industri, dan gejolak sosial. Perang modern bahkan lebih berbahaya karena tidak hanya menggunakan senjata, tetapi juga sanksi ekonomi, perang dagang, pembatasan ekspor, dan manipulasi rantai pasok global.

Konflik Rusia–Ukraina telah menjadi contoh konkret. Gangguan pasokan energi, gandum, dan pupuk menyebabkan lonjakan harga global. Negara-negara yang tidak terlibat perang pun ikut terdampak. Jika konflik ini berkembang menjadi Perang Dunia Ketiga, maka krisis yang terjadi bukan lagi sektoral, melainkan krisis ekonomi global yang sistemik dan berkepanjangan.

Indonesia Netral, tetapi Tidak Boleh Rentan

INDONESIA telah menyatakan tidak akan berpihak pada negara mana pun. Namun secara geopolitik dan geoekonomi, Indonesia tidak bisa bersikap pasif. Negara ini berada di jalur perdagangan dunia, memiliki populasi besar, dan menjadi pasar strategis. Jika dunia memasuki perang besar, Indonesia tetap akan terkena imbasnya.

Karena itu, langkah konkret yang harus diambil negara adalah memastikan kemandirian ekonomi rakyat. Dalam pandangan saya, setidaknya ada empat sektor fundamental yang harus menjadi prioritas nasional:

1. Swasembada pangan

2. Kemandirian kedelai sebagai bahan pangan dan industri

3. Kemandirian energi

4. Ketahanan air bersih

Keempat sektor ini bukan sekadar isu ekonomi, tetapi soal keberlangsungan hidup masyarakat. Ketergantungan impor dalam kondisi perang global akan menjadi titik lemah yang sangat berbahaya.

UMKM dan Desa: Benteng Ekonomi Nasional

DALAM situasi krisis global, sektor yang paling pertama terdampak adalah UMKM dan industri kreatif. Ketika daya beli turun, biaya logistik naik, dan barang impor terganggu, pelaku usaha kecil akan berada di posisi paling rentan.

Karena itu, pemberdayaan dan pendampingan masyarakat desa serta UMKM harus diposisikan sebagai industri strategis nasional, bukan sekadar program sosial. Negara wajib hadir melalui perlindungan kebijakan, akses pembiayaan, pendampingan produksi, hingga penguatan pasar domestik.

Lebih dari itu, perlindungan dan proteksi terhadap ancaman produk impor menjadi keharusan. Tanpa proteksi yang adil, produk lokal akan tersingkir, pengangguran meningkat, dan stabilitas sosial-politik dalam negeri bisa terganggu.

Menjaga UMKM dan ekonomi desa berarti menjaga daya beli masyarakat, stabilitas sosial, dan ketahanan politik nasional.

Indo-Pasifik dan Ancaman Gangguan Perdagangan

KAWASAN Indo-Pasifik merupakan nadi perdagangan dunia. Sebagian besar ekspor-impor Indonesia bergantung pada jalur laut kawasan ini. Jika kawasan tersebut berubah menjadi medan konflik global, maka gangguan logistik, kenaikan biaya distribusi, dan kelangkaan barang akan sulit dihindari.

Dalam situasi seperti itu, negara yang paling selamat adalah negara yang tidak bergantung penuh pada impor dan memiliki pasar domestik kuat. Indonesia sebenarnya memiliki modal besar untuk itu, asalkan dikelola dengan kebijakan yang berpihak pada produksi nasional.

Ekonomi sebagai Pertahanan Utama Bangsa

JIKA Perang Dunia Ketiga benar-benar terjadi, pemenangnya bukan hanya mereka yang memiliki senjata tercanggih, tetapi negara yang mampu bertahan secara ekonomi dalam jangka panjang. Ketahanan logistik, pangan, energi, dan kekuatan ekonomi rakyat akan menjadi faktor penentu.

Indonesia harus menjadikan ekonomi sebagai garis pertahanan pertama bangsa. Netralitas politik harus diimbangi dengan kemandirian ekonomi. Tanpa itu, netralitas hanya akan menjadi slogan kosong di tengah tekanan global.

Penutup

INDONESIA telah memilih tidak berpihak dalam konflik global. Namun pilihan itu harus diikuti dengan kebijakan konkret yang melindungi rakyatnya. Swasembada pangan, energi, air, penguatan UMKM, dan perlindungan industri lokal bukan lagi pilihan, melainkan keharusan strategis nasional.

Dalam dunia yang semakin tidak pasti, bangsa yang bertahan adalah bangsa yang mempersiapkan diri dari bawah—dari desa, dari UMKM, dan dari ekonomi rakyatnya sendiri. (/*/*)

Penulis adalah:
Pakar Ekonomi Kreatif
Ketua Umum APIKI
Dewan Pembina MIO Indonesia

  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kapolres Didampingi Para Pejabat Utama dan Personel Polres Karimun Bagikan 500 Paket Takjil Untuk Warga

    Kapolres Didampingi Para Pejabat Utama dan Personel Polres Karimun Bagikan 500 Paket Takjil Untuk Warga

    • calendar_month Sabtu, 28 Feb 2026
    • 0Komentar

    Sebanyak 500 paket takjil dibagikan kepada masyarakat dan pengguna jalan mulai pukul 16.45 WIB hingga menjelang azan magrib. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kapolres Karimun, AKBP Yunita Stevani, didampingi para pejabat utama dan personel Polres Karimun. KARIMUN, HITV— Menjelang waktu berbuka puasa, suasana di depan Markas Komando Polres Karimun di Jalan A. Yani, Kecamatan Karimun, […]

  • Kurang Dari 24 Jam, Tim Jatanras Polda Babel Berhasil Ringkus 3 Kawanan Pencuri Modus Gunakan Sajam

    Kurang Dari 24 Jam, Tim Jatanras Polda Babel Berhasil Ringkus 3 Kawanan Pencuri Modus Gunakan Sajam

    • calendar_month Jumat, 13 Des 2024
    • 0Komentar

    HiTvberita.com | Babel – Kurang dari 24 jam, Tim Gabungan Jatanras Polda Bangka Belitung dan Opsnal Polres Bangka berhasil meringkus 3 kawanan pencurian dengan kekerasan (curas) yang terjadi di sebuah toko yang berada di Desa Balun Ijuk Kecamatan Merawang Kabupaten Bangka. Ketiga kawanan yang diringkus yakni AP (19) dan DMA (21) warga Desa Kace Kabupaten […]

  • Imigrasi Karimun Klarifikasi Isu Uang Gerenti: Tidak Ada Pungutan di Luar Ketentuan!

    Imigrasi Karimun Klarifikasi Isu Uang Gerenti: Tidak Ada Pungutan di Luar Ketentuan!

    • calendar_month Selasa, 14 Jul 2026
    • 0Komentar

    Munculnya isu dugaan praktik pemberian “uang gerenti” di Pelabuhan Internasional Karimun mendapat tanggapan resmi dari Kantor Imigrasi Kelas II TPI Tanjung Balai Karimun. KARIMUN, HITV — Pihak imigrasi menegaskan bahwa seluruh pelayanan keimigrasian dilaksanakan sesuai ketentuan dan tidak dibenarkan adanya pungutan di luar mekanisme resmi. Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Tanjung Balai Karimun, Dwi […]

  • Dolphin’s Pearl Trial Gamble Totally free Slot Video game

    Dolphin’s Pearl Trial Gamble Totally free Slot Video game

    • calendar_month Jumat, 4 Apr 2025
    • 0Komentar

    Articles Dolphin’s Pearl™ Have Dolphin’s Pearl Luxury Slot RTP, Maximum Commission, and you can Volatility When the precisely around three Pearls house to the reels, you’ll score eight Totally free Online game and you will an excellent x2 multiplier. Five Pearls win your a dozen Free Video game and you may an excellent x5 multiplier, […]

  • Haidar Alwi Ingatkan: Logam Tanah Jarang, “Harta Karun” Strategis yang Harus Dijaga Rakyat

    Haidar Alwi Ingatkan: Logam Tanah Jarang, “Harta Karun” Strategis yang Harus Dijaga Rakyat

    • calendar_month Kamis, 4 Sep 2025
    • 0Komentar

    R. Haidar Alwi pendiri Haidar Alwi Care dan Haidar Alwi Institute  Oleh: Paskalis Ricardo Baren  Pendiri Haidar Alwi Care dan Haidar Alwi Institute, R. Haidar Alwi, mengingatkan publik tentang besarnya potensi mineral strategis Indonesia yang masih kurang dikenal luas. Salah satu yang paling vital adalah logam tanah jarang (LTJ) atau rare earth element (REE), mineral […]

  • Sudah Saatnya BP Batam Dievaluasi Menyeluruh, Ismail Usulkan Pembubaran Demi Efisiensi dan Penguatan Otonomi Daerah!

    Sudah Saatnya BP Batam Dievaluasi Menyeluruh, Ismail Usulkan Pembubaran Demi Efisiensi dan Penguatan Otonomi Daerah!

    • calendar_month Rabu, 15 Jul 2026
    • 0Komentar

    Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Ikatan Penulis dan Jurnalis Indonesia (IPJI) Provinsi Kepulauan Riau sekaligus Ketua Umum Aliansi LSM/Ormas Peduli Kepri, Ismail, menyampaikan pandangannya bahwa keberadaan Badan Pengusahaan (BP) Batam sudah saatnya dievaluasi secara menyeluruh oleh pemerintah pusat. BATAM, HITV – Menurut pandangan Ismail, apabila tujuan awal pembentukan lembaga tersebut telah bergeser dan tidak lagi […]

expand_less