Selasa, 13 Okt 2026
dark_mode

Anak Putus Sekolah di Tengah Ekonomi Lesu: Alarm Kegagalan Amanah Pejabat Publik

  • account_circle webtable
  • calendar_month Kamis, 29 Jan 2026
  • print Cetak

 

Oleh: Prof. Dr. KH Sutan Nasomal, SH, MH

FENOMENA anak putus sekolah yang kian meluas di berbagai daerah bukan sekadar persoalan pendidikan. Ia adalah cermin dari rapuhnya tata kelola ekonomi dan kegagalan moral sebagian pejabat publik dalam menjalankan amanah jabatan. Ketika ekonomi melemah, yang pertama kali dikorbankan bukanlah kepentingan elite, melainkan masa depan anak-anak bangsa.

Dalam berbagai aduan masyarakat yang saya terima, persoalan anak putus sekolah hampir selalu beririsan dengan satu akar masalah: menurunnya pendapatan keluarga akibat ekonomi yang lesu. Orang tua kehilangan pekerjaan, usaha kecil runtuh, harga kebutuhan pokok melonjak, sementara akses bantuan dan perlindungan negara tidak menjangkau mereka secara memadai.

Ironisnya, kondisi ini berlangsung di tengah maraknya kasus korupsi yang menjerat pejabat negara. Ketika mereka yang diberi mandat justru sibuk memperkaya diri, dampaknya menjalar ke sendi-sendi kehidupan rakyat. Ekonomi terpuruk, beban utang rumah tangga meningkat, dan konflik keluarga pun tak terhindarkan. Data sosial di lapangan menunjukkan, tak sedikit keluarga harus berakhir pada perceraian karena tak sanggup menanggung tekanan hidup. Dalam situasi seperti itu, hak anak atas pendidikan perlahan tersingkir.

Banyak anak akhirnya memilih berhenti sekolah, bukan karena malas belajar, melainkan karena harus membantu orang tua bertahan hidup. Mencari uang receh di jalan, bekerja serabutan, atau sekadar memastikan dapur tetap mengepul, menjadi rutinitas yang mengalahkan mimpi mereka akan bangku sekolah. Ini adalah potret kemiskinan struktural yang tak boleh dinormalisasi.

Kenaikan biaya hidup yang tak sebanding dengan ketersediaan lapangan kerja menunjukkan lemahnya kepekaan kepala daerah dalam membaca realitas sosial. Sepuluh tahun terakhir, kegagalan kebijakan di tingkat pusat dan daerah telah menggerus daya tahan usaha kecil masyarakat. Akibatnya, krisis ekonomi tidak lagi bersifat statistik, melainkan menjelma tragedi kemanusiaan di tingkat keluarga.

Saya menilai, kepala daerah tidak boleh hanya sibuk dengan pidato seremonial dan pencitraan. Rakyat hari ini menilai dengan sangat rasional: apakah pejabat mampu bekerja atau tidak. Jabatan publik bukan panggung retorika, melainkan ruang pengabdian yang dibiayai oleh keringat dan pengorbanan rakyat.

Lebih berbahaya lagi, bila persoalan anak putus sekolah justru dijadikan proyek baru yang sarat kepentingan. Jurang kebodohan yang diciptakan oleh kelalaian negara adalah kejahatan jangka panjang, karena dampaknya akan dirasakan lintas generasi.

Dalam konteks ini, Presiden Republik Indonesia memegang peran strategis. Presiden harus secara tegas memerintahkan seluruh jajaran pemerintahan—khususnya kepala daerah—untuk fokus memulihkan ekonomi rakyat dan menyelamatkan masa depan anak-anak Indonesia. Penguatan ekonomi masyarakat luas adalah formula utama untuk memastikan hak pendidikan tetap terjaga.

Bila pada akhirnya jutaan anak harus putus sekolah karena para pemimpin daerah tidak mampu bekerja secara amanah dan profesional, maka pertanyaannya menjadi sederhana sekaligus tegas: untuk apa mereka dipertahankan?

Negara tidak boleh kalah oleh ketidakbecusan pejabatnya sendiri. Masa depan anak-anak Indonesia adalah taruhan peradaban yang tidak bisa dikompromikan. (\•/)

Penulis:
Prof. Dr. KH Sutan Nasomal, SH, MH,
Pakar Hukum Internasional | Ekonom Nasional | Tokoh Pers Internasional | Dewan Etik MIO Indonesia

  • Penulis: webtable

Rekomendasi Untuk Anda

  • Siswahyu Kurniawan SSos MIO Jatim Ucapkan Selamat Terpilihnya Mas Ngatimun Almunandar Jadi Ketua PERSEROSI

    Siswahyu Kurniawan SSos MIO Jatim Ucapkan Selamat Terpilihnya Mas Ngatimun Almunandar Jadi Ketua PERSEROSI

    • calendar_month Senin, 20 Jan 2025
    • 0Komentar

    Bupati Mojokerto 2025 – 2030 terpilih Dr. H. Muhammad Al Barra Lc MHum (Gus Barra) dan Wakil Bupati terpilih dokter Muhammad Rizal Oktavian (Mas Dokter Rizal) dengan supporting utama Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim MA (Kyai Asep), beriringan Dr Achmady MSi, telah niat untuk menjadikan Kabupaten Mojokerto untuk lebih maju, adil dan makmur dalam […]

  • Purwakarta Run 5K: Lari Bersama, Rayakan Sejarah Hari Jadi Purwakarta

    Purwakarta Run 5K: Lari Bersama, Rayakan Sejarah Hari Jadi Purwakarta

    • calendar_month Minggu, 3 Agt 2025
    • 0Komentar

    Penulis: Yosefa Putri Agustina Manalu Gelombang manusia bersemangat membanjiri Taman Pasanggrahan Padjadjaran, Minggu, 3 Agustus 2025. Bukan sembarang kerumunan, ini adalah lautan pelari yang siap menggebrak Purwakarta Run 5K, sebuah pesta lari spektakuler dalam rangkaian meriah Hari Jadi Purwakarta ke-194 dan Kabupaten Purwakarta ke-57. HITVBERITA.COM | Purwakarta – Start dan finish di taman yang merupakan […]

  • STTAL Bekali Mahasiswa D3 Hidro-Oseanografi Jelang Latihan Praktik Laut

    STTAL Bekali Mahasiswa D3 Hidro-Oseanografi Jelang Latihan Praktik Laut

    • calendar_month Kamis, 18 Jun 2026
    • 0Komentar

    Program Studi D3 Hidro-Oseanografi Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut (STTAL) memberikan pembekalan kepada mahasiswa yang akan mengikuti Latihan Praktik (Lattek) Laut di Kampus STTAL, Ancol, Jakarta Utara, Kamis (18/6/2026). JAKARTA | HITV – Pembekalan tersebut difokuskan pada kesiapan akademik, kemampuan teknis, disiplin, serta penerapan standar keselamatan kerja selama pelaksanaan praktik lapangan. Kegiatan dipimpin Ketua Program […]

  • Kuasa Hukum Pertanyakan Legalitas Bukti, Sidang HS Tersendat Tanpa Saksi Utama!

    Kuasa Hukum Pertanyakan Legalitas Bukti, Sidang HS Tersendat Tanpa Saksi Utama!

    • calendar_month Selasa, 20 Mei 2025
    • 1Komentar

    Kuasa Hukum Terdakwa, Tuttik Rahayu, Menyayangkan Ketidakhadiran Saksi Kunci yang Dinilai Krusial Untuk Mengungkap Duduk Perkara Secara Utuh.   HITVBERITA.COM | Simalungun – Sidang lanjutan perkara dugaan penggelapan dengan terdakwa berinisial HS di Pengadilan Negeri Simalungun, Senin (19/5/2025), ditunda. Penundaan terjadi karena Jaksa Penuntut Umum (JPU) tidak berhasil menghadirkan saksi yang dijadwalkan memberikan keterangan. Saksi […]

  • Alokasi Dana BOS SMAN 11 Depok 2023 Disorot, Laporan 2024 Belum Disampaikan

    Alokasi Dana BOS SMAN 11 Depok 2023 Disorot, Laporan 2024 Belum Disampaikan

    • calendar_month Rabu, 30 Jul 2025
    • 0Komentar

    Penulis: Erwin Lubis Penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di SMAN 11 Kota Depok, Jawa Barat, pada tahun anggaran 2023 menjadi sorotan. Sejumlah alokasi dana dinilai tidak proporsional dan kurang menyentuh kegiatan yang langsung berdampak pada siswa. Hingga akhir Juli 2025, laporan penggunaan dana BOS tahun 2024 pun belum tersedia untuk publik. HITVBERITA.COM | Depok […]

  • Kick-Off HPN 2026 di Banten, MIO Soroti Krisis Ekonomi Media dan Ancaman Nyata Kebebasan Pers

    Kick-Off HPN 2026 di Banten, MIO Soroti Krisis Ekonomi Media dan Ancaman Nyata Kebebasan Pers

    • calendar_month Sabtu, 3 Jan 2026
    • 0Komentar

    Kick-Off Hari Pers Nasional (HPN) 2026 di Provinsi Banten menjadi momentum refleksi serius bagi masa depan pers Indonesia. SERANG | HITV — Di tengah seremoni pembuka rangkaian HPN yang digelar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat bersama Dewan Pers di Alun-alun Kota Serang, Minggu (30/11/2025), kritik tajam datang dari Media Independen Online (MIO) Indonesia terkait rapuhnya […]

expand_less