Rabu, 15 Jul 2026
light_mode

Anak Putus Sekolah di Tengah Ekonomi Lesu: Alarm Kegagalan Amanah Pejabat Publik

  • account_circle webtable
  • calendar_month Kamis, 29 Jan 2026
  • print Cetak

 

Oleh: Prof. Dr. KH Sutan Nasomal, SH, MH

FENOMENA anak putus sekolah yang kian meluas di berbagai daerah bukan sekadar persoalan pendidikan. Ia adalah cermin dari rapuhnya tata kelola ekonomi dan kegagalan moral sebagian pejabat publik dalam menjalankan amanah jabatan. Ketika ekonomi melemah, yang pertama kali dikorbankan bukanlah kepentingan elite, melainkan masa depan anak-anak bangsa.

Dalam berbagai aduan masyarakat yang saya terima, persoalan anak putus sekolah hampir selalu beririsan dengan satu akar masalah: menurunnya pendapatan keluarga akibat ekonomi yang lesu. Orang tua kehilangan pekerjaan, usaha kecil runtuh, harga kebutuhan pokok melonjak, sementara akses bantuan dan perlindungan negara tidak menjangkau mereka secara memadai.

Ironisnya, kondisi ini berlangsung di tengah maraknya kasus korupsi yang menjerat pejabat negara. Ketika mereka yang diberi mandat justru sibuk memperkaya diri, dampaknya menjalar ke sendi-sendi kehidupan rakyat. Ekonomi terpuruk, beban utang rumah tangga meningkat, dan konflik keluarga pun tak terhindarkan. Data sosial di lapangan menunjukkan, tak sedikit keluarga harus berakhir pada perceraian karena tak sanggup menanggung tekanan hidup. Dalam situasi seperti itu, hak anak atas pendidikan perlahan tersingkir.

Banyak anak akhirnya memilih berhenti sekolah, bukan karena malas belajar, melainkan karena harus membantu orang tua bertahan hidup. Mencari uang receh di jalan, bekerja serabutan, atau sekadar memastikan dapur tetap mengepul, menjadi rutinitas yang mengalahkan mimpi mereka akan bangku sekolah. Ini adalah potret kemiskinan struktural yang tak boleh dinormalisasi.

Kenaikan biaya hidup yang tak sebanding dengan ketersediaan lapangan kerja menunjukkan lemahnya kepekaan kepala daerah dalam membaca realitas sosial. Sepuluh tahun terakhir, kegagalan kebijakan di tingkat pusat dan daerah telah menggerus daya tahan usaha kecil masyarakat. Akibatnya, krisis ekonomi tidak lagi bersifat statistik, melainkan menjelma tragedi kemanusiaan di tingkat keluarga.

Saya menilai, kepala daerah tidak boleh hanya sibuk dengan pidato seremonial dan pencitraan. Rakyat hari ini menilai dengan sangat rasional: apakah pejabat mampu bekerja atau tidak. Jabatan publik bukan panggung retorika, melainkan ruang pengabdian yang dibiayai oleh keringat dan pengorbanan rakyat.

Lebih berbahaya lagi, bila persoalan anak putus sekolah justru dijadikan proyek baru yang sarat kepentingan. Jurang kebodohan yang diciptakan oleh kelalaian negara adalah kejahatan jangka panjang, karena dampaknya akan dirasakan lintas generasi.

Dalam konteks ini, Presiden Republik Indonesia memegang peran strategis. Presiden harus secara tegas memerintahkan seluruh jajaran pemerintahan—khususnya kepala daerah—untuk fokus memulihkan ekonomi rakyat dan menyelamatkan masa depan anak-anak Indonesia. Penguatan ekonomi masyarakat luas adalah formula utama untuk memastikan hak pendidikan tetap terjaga.

Bila pada akhirnya jutaan anak harus putus sekolah karena para pemimpin daerah tidak mampu bekerja secara amanah dan profesional, maka pertanyaannya menjadi sederhana sekaligus tegas: untuk apa mereka dipertahankan?

Negara tidak boleh kalah oleh ketidakbecusan pejabatnya sendiri. Masa depan anak-anak Indonesia adalah taruhan peradaban yang tidak bisa dikompromikan. (\•/)

Penulis:
Prof. Dr. KH Sutan Nasomal, SH, MH,
Pakar Hukum Internasional | Ekonom Nasional | Tokoh Pers Internasional | Dewan Etik MIO Indonesia

  • Penulis: webtable

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sumur Maut Gerakan 30 September/PKI Di Lubang Buaya Jakarta Timur

    Sumur Maut Gerakan 30 September/PKI Di Lubang Buaya Jakarta Timur

    • 0Komentar

    HITV Berita.Com | Jakarta – Peringatan Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober, setiap tahunnya diperingati oleh Bangsa Indonesia. Kisah Kelam yang dialami oleh 6 Perwira Tinggi dan 1 Perwira Menengah Angkatan Darat di tahun 1965 tersebut, menjadi tonggak sejarah yang tidak akan pernah terlupakan, mereka adalah : Letjen Ahmad Yani, Mayjen MT Haryono, Mayjen S.Parman, Mayjen […]

  • PENGAJIAN RUTIN FORKABI DPD JAKARTA PUSAT

    PENGAJIAN RUTIN FORKABI DPD JAKARTA PUSAT

    • 0Komentar

    𝗛𝗜𝗧𝗩𝗕𝗘𝗥𝗜𝗧𝗔.𝗖𝗢𝗠 || 𝗝𝗮𝗸𝗮𝗿𝘁𝗮 – Kegiatan rutin pengajian bulanan Keliling DPD Forkabi Jakarta Pusat kembali dilaksanaka. Dan kegiatan ini merupakan agenda tetap bagi Forkabi, yang motori DPD Forkabi Jakarta Pusat. Bang 𝙅𝙖𝙢𝙖𝙡, Ketua DPD Forkabi Jakarta pusat, mengatakan, demi ukuwah dan rasa kebersamaan, terutama para pengurus forkabi akan terus kita laksanakan, ini sangatlah penting untuk pembinaan […]

  • Lomba Taksi Gabah Lahirkan Talenta Pembalap Muda dari Desa

    Lomba Taksi Gabah Lahirkan Talenta Pembalap Muda dari Desa

    • 0Komentar

    Wakil Bupati Barru, Abustan A. Bintang (kaos hitam), sedang persiapan melakukan “warming lap” sebelum pengibaran bendera start dimulainya Lomba Taksi Gabah. (Foto:HITV/Syamsu) Mewujudkan rasa syukur atas keberhasilan panen raya, masyarakat selalu menggelar berbagai kegiatan yang tidak saja untuk hiburan tetapi juga menjadi ruang berkreasi bagi para kaum muda. Penulis: Syamsu Marlin HITVBERITA.COM | Barru – […]

  • Pohon Tumbang Timpa Truk Trailer di Jalinsum Sergai, Lalu Lintas Sempat Tersendat

    Pohon Tumbang Timpa Truk Trailer di Jalinsum Sergai, Lalu Lintas Sempat Tersendat

    • 0Komentar

    Sebuah pohon berukuran besar tumbang dan menimpa sebuah truk trailer yang tengah melintas di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum), tepatnya di Desa Matapao, Kecamatan Teluk Mengkudu, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara, Jumat (29/5/2026) sekitar pukul 10.00 WIB. SERDANG BEDAGAI, HITV— Peristiwa itu sempat mengganggu kelancaran arus lalu lintas di jalur nasional yang menghubungkan berbagai daerah di […]

  • Acara Tasyakuran HUT MIO INDONESIA Ke-4, Ini Harapan Ketua Umum AYS Prayogie

    Acara Tasyakuran HUT MIO INDONESIA Ke-4, Ini Harapan Ketua Umum AYS Prayogie

    • 0Komentar

    HITVberita.COM | JAKARTA – Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-4, MIO INDONESIA menggelar acara tasyakuran sekaligus melakukan konsolidasi penguatan organisasi, di ARKARA Cafe, Jakarta Pusat, Minggu (10/11/2024). Acara bertajuk “Memperingati 4 Tahun Berdirinya MIO Indonesia di Era Disrupsi Kemajuan Teknologi Digital Informasi” tersebut, turut dijadikan sebagai ajang silaturahmi antara jajaran Pembina, Pengurus Pusat (PP), Pengurus […]

  • Brigadir Celvin Kobarkan Semangat, Ajak Kaum Muda Berdaya Lewat Sektor Pertanian!

    Brigadir Celvin Kobarkan Semangat, Ajak Kaum Muda Berdaya Lewat Sektor Pertanian!

    • 0Komentar

    Penulis Ruslan LGA Sebagai bentuk dukungan terhadap program Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) di bidang ketahanan pangan, Brigadir Celvin, anggota Polres Lingga, Kepulauan Riau, memulai langkah konkret dengan terjun ke sektor pertanian. HITVBERITA.COM.| Lingga — Langkah ini, menurut Celvin, bukan semata untuk meningkatkan kesejahteraan pribadi, tetapi juga sebagai upaya memotivasi generasi muda agar memanfaatkan […]

expand_less