Kolaborasi Pemerintah, Petani, dan Media Kembangkan Demplot Cabai Organik di Banyumas
- account_circle Catur Indra
- calendar_month Rabu, 4 Feb 2026
- visibility 578
- comment 0 komentar
- print Cetak

Penanaman perdana Demplot Pertanian Cabai Berbasis Pupuk Organik dan Berkelanjutan Paguyuban Tani Unggulan Kecamatan Kemranjen resmi digelar di Desa Petarangan, Kabupaten Banyumas, Rabu 4 Februari 2026. (dok/ft/Adyt)
Upaya mendorong pertanian berkelanjutan berbasis ramah lingkungan terus dilakukan di tingkat akar rumput.
BANYUMAS | HITV— Seperti halnya yang dilakukan oleh Paguyuban Tani Unggulan Kecamatan Kemranjen menggelar penanaman perdana Demplot Pertanian Cabai Berbasis Pupuk Organik dan Berkelanjutan di Desa Petarangan, Kecamatan Kemranjen, Kabupaten Banyumas, Rabu (4/2/2026).
Demplot tersebut menjadi langkah awal pengenalan praktik budidaya cabai yang lebih sehat dan berkelanjutan, sekaligus sebagai media pembelajaran langsung bagi petani dalam mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia.
Ketua Paguyuban Tani Unggulan Kecamatan Kemranjen, Ma’rufiyatno, mengatakan demplot ini dirancang sebagai contoh nyata bahwa pertanian organik dapat diterapkan secara bertahap dan realistis oleh petani.
“Kami ingin petani melihat langsung proses dan hasilnya. Demplot ini menjadi ruang belajar bersama agar petani semakin yakin bahwa pertanian organik bisa produktif dan berkelanjutan,” ujarnya.
Kegiatan tersebut dihadiri Camat Kemranjen Ika Suprihatin, S.STP, jajaran penyuluh pertanian, pemerintah desa, perwakilan kelembagaan desa, kelompok wanita tani, pendamping desa, mahasiswa KKN Universitas Wijaya Kusuma Purwokerto, serta petani dari sejumlah daerah sekitar Banyumas, Cilacap, dan Kebumen.

Penanaman bibit cabai secara simbolis dilakukan oleh Camat Kemranjen, dilanjutkan oleh Kepala Desa Petarangan, perwakilan Unit Pengolahan Kompos Pertanian (UPKP) Sumpiuh, pengelola BUMDes, serta mahasiswa KKN. (dok/ft/Adyt)
DALAM sambutannya, Camat Kemranjen Ika Suprihatin menyampaikan apresiasi atas inisiatif petani yang dinilainya sejalan dengan arah kebijakan pemerintah dalam mewujudkan ketahanan pangan dan pertanian berkelanjutan.
“Pertanian organik tidak hanya berbicara soal panen hari ini, tetapi juga menjaga kesuburan tanah dan lingkungan untuk generasi mendatang. Ini adalah investasi jangka panjang,” kata Ika.

Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh mahasiswa yang tengah melaksanakan KKN dari Universitas Wijaya Kusuma Purwokerto. (dok/ft/Adyt)
DUKUNGAN konkret juga disampaikan UPKP Sumpiuh. Kepala UPKP Sumpiuh yang diwakili Umar Mukhlis menyatakan pihaknya siap menyediakan pupuk kompos organik bagi petani yang ingin mengembangkan pola tanam serupa.
“Petani dapat memanfaatkan kompos organik yang kami produksi dengan mengajukan permohonan resmi. Ini bentuk dukungan agar praktik pertanian ramah lingkungan semakin luas,” ujarnya.
Selain penanaman, kegiatan ini juga diisi pendampingan teknis budidaya cabai organik. Tenaga ahli demplot, Arif Isnanto, SP, memberikan pelatihan langsung mengenai pengolahan lahan, perawatan tanaman, serta pembuatan fungisida dan insektisida berbahan organik.
Arif mempraktikkan pembuatan fungisida organik di lokasi demplot dan membuka sesi diskusi agar petani mampu menerapkannya secara mandiri di lahan masing-masing.
Pada kesempatan yang sama, Media HITVBerita.com turut berpartisipasi dengan menyerahkan bantuan 3.000 bibit cabai kepada petani penggarap demplot. Bantuan tersebut diserahkan oleh Kepala Biro Keredaksian Provinsi Jawa Tengah HITVBerita.com, Ahdiyat, kepada Imam Mutakin selaku pengelola lahan demplot.
Di tempat terpisah, Ketua Media Independen Online (MIO) Indonesia sekaligus Owner HITVBerita.com, AYS Prayogie, menegaskan peran media tidak hanya sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai mitra edukasi bagi petani.
“Petani hari ini bukan hanya menanam, tetapi juga belajar dan berinovasi. Media berkewajiban mengawal praktik-praktik baik seperti ini agar menjadi inspirasi bagi daerah lain,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Banyumas, Imam Ahfas, SPd., MPd, yang berhalangan hadir karena agenda rapat paripurna, menyampaikan dukungan melalui sambungan telepon.
Ia menilai demplot cabai organik sebagai langkah penting dalam mendorong perubahan pola pertanian konvensional menuju sistem yang lebih mandiri dan berkelanjutan.
“Petani perlu konsisten dan berani berinovasi. Pertanian organik adalah salah satu jalan menuju kemandirian pangan,” kata Imam Ahfas.
Kegiatan ditutup dengan ramah tamah dan foto bersama, menandai sinergi antara petani, pemerintah, pendamping, dan media dalam mendorong pertanian yang lebih sehat dan berkelanjutan di Banyumas. (\•/)
Editor: R Ahdiyat
Sumber: HITV Jateng
- Penulis: Catur Indra
