Minggu, 15 Mar 2026
light_mode

Pejabat dan Masyarakat Desa Mekarsari Berbaur di Ajang Rumaksa Manjang Waluya

  • account_circle Abdul Hapid
  • calendar_month 10 jam yang lalu
  • print Cetak

Dalam rangka menggerakkan perekonomian desa, Pemerintah Kabupaten Garut menggelar acara Rumaksa Manjang Waluya, yang dilaksanakan di Desa Mekarsari, Kecamatan Selaawi, Kabupaten Garut, Jum’at (13/3/2026).

GARUT | HITV – Rangkaian acara diawali pelayanan publik bagi masyarakat, berbuka puasa dan tarawih bersama masyarakat Desa Mekarsari yang turut dihadiri oleh Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin dan Wakil Bupati Garut, Putri Karlina, arahan kepada para Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (PPTP) serta Pejabat Administrator di Lingkungan Pemkab Garut, sahur bersama, hingga puncaknya dimeriahkan oleh Festival Kohkol yang diikuti oleh 9 RW yang ada di Desa Mekarsari.

Kegiatan ini memiliki keunikan tersendiri, di mana seluruh pejabat struktural dan administrator di lingkungan Pemkab Garut diinstruksikan untuk menginap langsung di rumah-rumah warga kurang mampu di Desa Mekarsari. Langkah ini diambil agar para pengambil kebijakan dapat merasakan denyut kehidupan masyarakat sekaligus membangun kedekatan emosional yang lebih dalam.

Tidak hanya itu, mobilitas para pejabat selama berada di lokasi sepenuhnya menggunakan jasa ojek pangkalan yang ada di desa tersebut, sehingga memberikan dampak ekonomi langsung bagi para pengendara ojek lokal.

Di sisi lain, pemberdayaan masyarakat juga sangat kental terasa pada aspek konsumsi. Seluruh makanan yang dihidangkan, baik untuk keperluan buka puasa bersama maupun santap sahur, diproduksi dan dibeli langsung dari warung serta pelaku UMKM setempat.

Bupati Garut dalam sambutannya menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan terobosan pertama di Kabupaten Garut, bahkan mungkin di Jawa Barat dan Indonesia. Kehadiran para pejabat untuk tinggal bersama masyarakat bertujuan untuk mempererat interaksi dan menyerap langsung aspirasi warga.

“Tentu saja kami mendukung hal-hal ini, dan alhamdulilah pada hari ini ini sudah terealisasi. Dan saya juga kaget, tadi di jalan banyak sekali masyarakat yang aktif dalam kegiatan ini. Tepuk tangan buat masyarakat Mekarsari,” ucap Bupati Garut.

Bupati Garut juga menekankan pentingnya lima pilar pariwisata agar Desa Wisata Mekarsari semakin dikenal luas yaitu kebersihan lingkungan yang terjaga, keunggulan produk seperti kerajinan sangkar burung Selaawi, keterbukaan terhadap wisatawan, serta rasa aman bagi pengunjung.

“Nanti saya harapkan ada interaksi sama masyarakat kiranya ada yang bisa dibantu oleh Pemerintah Kabupaten Garut, bisa segera direalisasikan khususnya buat warga Desa Mekarsari. Dan kemudian selanjutnya nanti ke depan tidak hanya terhenti disini komunikasinya terus berjalan dengan baik,” lanjutnya.

Kepala Desa Mekarsari, Ajie Nugraha, mengungkapkan bahwa ide Festival Kohkol ini lahir dari kreativitas Wakil Bupati saat mengunjungi milangkala desa tahun lalu yang kemudian kini dikembangkan menjadi sebuah acara luar biasa dengan kolaborasi lintas sektor.

“Begitu luar biasanya hal yang sederhana awal mulanya, hanya karnaval kohkol tapi berkembang menjadi sebuah kegiatan yang luar biasa. Ada pemberdayaan yang luar biasa dalam kegiatan ini. Insha Allah semua yang baik ibu keluarkan insha Allah akan menjadi amal kebaikan,” katanya.

Ajie memaparkan dampak ekonomi instan yang dirasakan masyarakat Desa Mekarsari, mulai dari peningkatan pendapatan ojek pangkalan, penyewaan homestay (rumah warga), penjualan kuliner lokal, hingga produksi massal kohkol dan obor.

“Hari ini adalah hari sejarah bagi warga Desa Mekarsari maupun bagi Kabupaten Garut karena mungkin baru kali ini seluruh pejabat datang ke desa kita menginap di desa kita,” tutupnya.

  • Penulis: Abdul Hapid

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less