Rabu, 15 Jul 2026
light_mode

Raja Malem Tarigan di Pasar Jaya: Menguji Rekam Jejak Investasi di Panggung Pasar Ibu Kota

  • account_circle AYS Prayogie
  • calendar_month Rabu, 8 Apr 2026
  • print Cetak

Penunjukan Raja Malem Tarigan sebagai Direktur Properti dan Perpasaran Perumda Pasar Jaya sejak 23 Desember 2025 menandai babak baru dalam upaya transformasi pengelolaan aset pasar di Ibu Kota.

JAKARTA, HITV — Kepercayaan yang diberikan oleh Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, bukan sekadar rotasi jabatan, melainkan taruhan terhadap kapasitas seorang perencana kota yang ditempa di medan investasi dan pengembangan kawasan strategis.

Di tengah tantangan klasik pengelolaan pasar—mulai dari optimalisasi aset, tata kelola perpasaran, hingga modernisasi fasilitas—posisi ini menuntut kepemimpinan yang tidak hanya administratif, tetapi juga visioner dan eksekutorial.

Mandat Besar di 153 Pasar

Sebagai Direktur Properti dan Perpasaran, Raja Malem memikul tanggung jawab atas ratusan aset pasar yang tersebar di 153 titik di Jakarta, sebagian besar berada di lokasi-lokasi premium. Mandatnya jelas: mengubah aset yang selama ini berfungsi konvensional menjadi sumber nilai ekonomi yang lebih tinggi.

Tugas tersebut mencakup lima pilar utama. Pertama, optimalisasi aset melalui pengelolaan dan pengembangan properti pasar secara komersial. Kedua, pengelolaan perpasaran, termasuk penataan sewa kios dan los, serta peningkatan kualitas layanan seperti kebersihan dan keamanan. Ketiga, pengembangan dan revitalisasi pasar agar lebih adaptif terhadap kebutuhan zaman.

Keempat, fasilitasi distribusi perdagangan untuk mendukung ketahanan pangan dan kenyamanan transaksi. Dan kelima, manajemen investasi, termasuk membuka peluang bisnis baru seperti pemanfaatan ruang promosi hingga pengembangan properti berbasis campuran.

“Tidak hanya untuk aktivitas pasar, aset-aset ini bisa dikembangkan menjadi ritel, fasilitas olahraga, bahkan hunian,” ujar Raja Malem, memberi sinyal pendekatan multipurpose dalam pengelolaan aset pasar.

Benang Merah dari Danau Toba

Jika menilik rekam jejaknya, penugasan ini bukan tanpa dasar. Lulusan Planologi ITB tahun 2002 itu sebelumnya menjabat Direktur Industri Pariwisata dan Kelembagaan Kepariwisataan di Badan Pengelola Otoritas Danau Toba (BPODT). Di sana, ia memimpin orkestrasi investasi dan pengembangan kawasan Toba Caldera Resort—sebuah proyek strategis nasional.

Selama hampir lima tahun, Raja Malem mengelola dan memasarkan lahan seluas 386 hektar menjadi berbagai fasilitas pariwisata: hotel, glamping, restoran, hingga amphitheater. Ia tidak berhenti pada promosi, tetapi memastikan investasi benar-benar terealisasi di lapangan.

Salah satu capaian pentingnya adalah masuknya investor seperti Nimoland Group melalui proyek Nimo Adventure Kaldera, serta komitmen Bobobox Group untuk pengembangan villa premium.

Bahkan, unit Bobocabin yang telah beroperasi sejak 2021 mencatat tingkat okupansi di atas 80 persen—indikator keberhasilan dalam membangun ekosistem yang hidup.

Pendekatan yang ia bawa konsisten: investasi harus berujung pada eksekusi, bukan sekadar komitmen di atas kertas.

Dari Perencana ke Penggerak Kebijakan

Di luar jabatan struktural, Raja Malem dikenal aktif dalam organisasi profesi. Ia pernah menjabat Sekretaris Jenderal Ikatan Ahli Perencanaan Indonesia (IAP) DKI Jakarta selama dua periode (2013–2019), serta terlibat di tingkat pusat dan organisasi internasional seperti EAROPH Indonesia. Saat ini, ia juga menjabat Wakil Sekretaris Jenderal DPP Realestat Indonesia (REI).

Jejak ini menunjukkan spektrum perannya yang luas: dari perencana teknokratis hingga penggerak kebijakan dan jejaring investasi.

Ujian di Jakarta

Kini, tantangan yang dihadapi berbeda. Jika di Danau Toba ia membangun dari ruang yang relatif “kosong”, di Jakarta ia harus menata sistem yang sudah berjalan dengan kompleksitas sosial-ekonomi yang tinggi. Pedagang, konsumen, dan dinamika urban menjadi variabel yang tidak bisa disederhanakan.

Namun di situlah letak relevansi pengalamannya. Transformasi Pasar Jaya membutuhkan pendekatan yang tidak hanya fisik, tetapi juga ekosistem—menghubungkan fungsi pasar tradisional dengan kebutuhan gaya hidup urban modern.

Keberhasilan Raja Malem Tarigan di Pasar Jaya pada akhirnya akan diukur dari satu hal sederhana namun krusial: sejauh mana ia mampu mengubah aset menjadi nilai—bagi perusahaan, bagi daerah melalui peningkatan PAD, dan bagi masyarakat sebagai pengguna utama pasar.

Penunjukan ini bukan sekadar penempatan pejabat. Ia adalah ujian atas konsistensi antara gagasan, pengalaman, dan kemampuan mengeksekusi di panggung yang jauh lebih kompleks: Jakarta. (\•/)

Editor: AYS Prayogie
Sumber: HITV DKI Jakarta

  • Penulis: AYS Prayogie

Rekomendasi Untuk Anda

  • Fauzi Mubarok Engkaulah Cintaku, Engkaulah Bidadariku

    Fauzi Mubarok Engkaulah Cintaku, Engkaulah Bidadariku

    • 0Komentar

    HITVBERITA.COM-Cianjur Didalam Islam, Pernikahan dapat diartikan sebagai suatu perjanjian suci yang dilakukan oleh seorang laki laki dan seorang Perempuan, yang ingin melanjutkan hubungan menjadi hubungan yang halal. Mereka akan mengikat janji suci didepan penghulu dan dihadapan saksi Nikah, untuk menyatakan bahwa mereka sudah siap untuk membangun rumah tangga. Didalam Islam, pernikahan itu bukan hanya berbicara […]

  • Perjanjian PT Hermina dan PT TBJ Sudah Tidak Berlaku

    Perjanjian PT Hermina dan PT TBJ Sudah Tidak Berlaku

    • 0Komentar

    Penulis : Ruslan LGA Kini terkuak Ijin Prinsip, terkait Terminal Khusus ( Tersus ). Oleh Direktur PT TBJ, Surya Efendi, menyatakan bahwa, Perjanjian antara PT Hermina dan PT Telaga Bintan Jaya (TBJ) sudah tidak berlaku sejak 17 Februari 2025. HITVBERITA.COM ` LINGGA – Perjanjian antara PT Hermina dan PT Telaga Bintan Jaya (TBJ) telah dinyatakan […]

  • Om Zein Bantah Bela Pelaku Dugaan Penyalahgunaan Dana PIP

    Om Zein Bantah Bela Pelaku Dugaan Penyalahgunaan Dana PIP

    • 0Komentar

    Bupati Purwakarta saat berikan klarifikasi bantahan. (Dok/Foto/Raffa) Reporter: Raffa Christ Manalu   Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein—yang akrab disapa Om Zein—membantah tudingan bahwa dirinya memberikan bantuan kepada oknum yang diduga terlibat dalam penyalahgunaan dana Program Indonesia Pintar (PIP) di salah satu sekolah di Kecamatan Sukasari. HITVBERITA.COM | Purwakarta— Pernyataan tersebut disampaikan Om Zein menyusul ramainya […]

  • Munas ke-V IPJI Resmi Dibuka, Hendardji Soepandji Tekankan Etika dan Martabat Jurnalistik

    Munas ke-V IPJI Resmi Dibuka, Hendardji Soepandji Tekankan Etika dan Martabat Jurnalistik

    • 0Komentar

    Hendardji menegaskan pentingnya menjaga marwah dan kualitas karya jurnalistik di tengah derasnya arus informasi digital.

  • Ketika KIM Menjaga Arus Informasi di Era Digital

    Ketika KIM Menjaga Arus Informasi di Era Digital

    • 0Komentar

    Oleh: AYS Prayogie Malam di Alun-Alun Kota Tangerang itu terasa penuh semangat. Di tengah sorot lampu dan tepuk tangan peserta, para pegiat Komunitas Informasi Masyarakat (KIM) dari berbagai penjuru Indonesia berkumpul merayakan peran yang selama ini mereka jalankan tanpa banyak sorotan: menjaga informasi publik tetap jernih. Di atas panggung, Dirjen KPM Kemkomdigi, Fifi Aleyda Yahya, […]

  • Dinilai Kinerjanya Lambat, Waketum ASPEPARINDO Minta Menhub Tindak Tegas Anak Buahnya!

    Dinilai Kinerjanya Lambat, Waketum ASPEPARINDO Minta Menhub Tindak Tegas Anak Buahnya!

    • 0Komentar

    Kementerian Perhubungan Republik Indonesia menuai sorotan tajam dari organisasi pengusaha perparkiran yakni dari Asosiasi Pengusaha Perparkiran Indonesia (ASPEPARINDO). Pasalnya, sejak diterbitkannya Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia Bidang Perparkiran tahun 2020 hingga kini Kemenhub belum juga menerbitkan Peta Okupasi atau dokumen yang menggambarkan jenis pekerjaan, peran, dan jabatan yang ada di berbagai bidang, sub bidang, dan […]

expand_less