Sabtu, 18 Apr 2026
light_mode

Jika Perang Dunia Ketiga Terjadi: Ketahanan Ekonomi Nasional adalah Garis Pertahanan Indonesia

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Senin, 19 Jan 2026
  • print Cetak

 

Oleh: Anto Suroto, SH, SE, MM
Ketua Umum Aliansi Perdagangan Industri Kreatif Indonesia (APIKI)

WACANA Perang Dunia Ketiga tidak lagi sekadar isu geopolitik global yang jauh dari kehidupan masyarakat. Eskalasi konflik di Ukraina, Timur Tengah, hingga kawasan Indo-Pasifik telah menciptakan ketidakpastian ekonomi dunia yang nyata dan berdampak langsung hingga ke tingkat nasional dan lokal. Dalam konteks ini, Indonesia telah bersikap tegas: tidak berpihak pada kekuatan mana pun.

Namun sikap politik nonblok saja tidak cukup. Dalam situasi dunia yang menuju konflik besar, ketahanan ekonomi nasional justru menjadi penentu utama keselamatan bangsa.

Perang Global dan Dampaknya ke Ekonomi Dunia

SEJARAH mencatat bahwa setiap perang besar selalu diikuti krisis ekonomi global. Perang Dunia Pertama dan Kedua memicu inflasi ekstrem, kelangkaan pangan, kehancuran industri, dan gejolak sosial. Perang modern bahkan lebih berbahaya karena tidak hanya menggunakan senjata, tetapi juga sanksi ekonomi, perang dagang, pembatasan ekspor, dan manipulasi rantai pasok global.

Konflik Rusia–Ukraina telah menjadi contoh konkret. Gangguan pasokan energi, gandum, dan pupuk menyebabkan lonjakan harga global. Negara-negara yang tidak terlibat perang pun ikut terdampak. Jika konflik ini berkembang menjadi Perang Dunia Ketiga, maka krisis yang terjadi bukan lagi sektoral, melainkan krisis ekonomi global yang sistemik dan berkepanjangan.

Indonesia Netral, tetapi Tidak Boleh Rentan

INDONESIA telah menyatakan tidak akan berpihak pada negara mana pun. Namun secara geopolitik dan geoekonomi, Indonesia tidak bisa bersikap pasif. Negara ini berada di jalur perdagangan dunia, memiliki populasi besar, dan menjadi pasar strategis. Jika dunia memasuki perang besar, Indonesia tetap akan terkena imbasnya.

Karena itu, langkah konkret yang harus diambil negara adalah memastikan kemandirian ekonomi rakyat. Dalam pandangan saya, setidaknya ada empat sektor fundamental yang harus menjadi prioritas nasional:

1. Swasembada pangan

2. Kemandirian kedelai sebagai bahan pangan dan industri

3. Kemandirian energi

4. Ketahanan air bersih

Keempat sektor ini bukan sekadar isu ekonomi, tetapi soal keberlangsungan hidup masyarakat. Ketergantungan impor dalam kondisi perang global akan menjadi titik lemah yang sangat berbahaya.

UMKM dan Desa: Benteng Ekonomi Nasional

DALAM situasi krisis global, sektor yang paling pertama terdampak adalah UMKM dan industri kreatif. Ketika daya beli turun, biaya logistik naik, dan barang impor terganggu, pelaku usaha kecil akan berada di posisi paling rentan.

Karena itu, pemberdayaan dan pendampingan masyarakat desa serta UMKM harus diposisikan sebagai industri strategis nasional, bukan sekadar program sosial. Negara wajib hadir melalui perlindungan kebijakan, akses pembiayaan, pendampingan produksi, hingga penguatan pasar domestik.

Lebih dari itu, perlindungan dan proteksi terhadap ancaman produk impor menjadi keharusan. Tanpa proteksi yang adil, produk lokal akan tersingkir, pengangguran meningkat, dan stabilitas sosial-politik dalam negeri bisa terganggu.

Menjaga UMKM dan ekonomi desa berarti menjaga daya beli masyarakat, stabilitas sosial, dan ketahanan politik nasional.

Indo-Pasifik dan Ancaman Gangguan Perdagangan

KAWASAN Indo-Pasifik merupakan nadi perdagangan dunia. Sebagian besar ekspor-impor Indonesia bergantung pada jalur laut kawasan ini. Jika kawasan tersebut berubah menjadi medan konflik global, maka gangguan logistik, kenaikan biaya distribusi, dan kelangkaan barang akan sulit dihindari.

Dalam situasi seperti itu, negara yang paling selamat adalah negara yang tidak bergantung penuh pada impor dan memiliki pasar domestik kuat. Indonesia sebenarnya memiliki modal besar untuk itu, asalkan dikelola dengan kebijakan yang berpihak pada produksi nasional.

Ekonomi sebagai Pertahanan Utama Bangsa

JIKA Perang Dunia Ketiga benar-benar terjadi, pemenangnya bukan hanya mereka yang memiliki senjata tercanggih, tetapi negara yang mampu bertahan secara ekonomi dalam jangka panjang. Ketahanan logistik, pangan, energi, dan kekuatan ekonomi rakyat akan menjadi faktor penentu.

Indonesia harus menjadikan ekonomi sebagai garis pertahanan pertama bangsa. Netralitas politik harus diimbangi dengan kemandirian ekonomi. Tanpa itu, netralitas hanya akan menjadi slogan kosong di tengah tekanan global.

Penutup

INDONESIA telah memilih tidak berpihak dalam konflik global. Namun pilihan itu harus diikuti dengan kebijakan konkret yang melindungi rakyatnya. Swasembada pangan, energi, air, penguatan UMKM, dan perlindungan industri lokal bukan lagi pilihan, melainkan keharusan strategis nasional.

Dalam dunia yang semakin tidak pasti, bangsa yang bertahan adalah bangsa yang mempersiapkan diri dari bawah—dari desa, dari UMKM, dan dari ekonomi rakyatnya sendiri. (/*/*)

Penulis adalah:
Pakar Ekonomi Kreatif
Ketua Umum APIKI
Dewan Pembina MIO Indonesia

  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tindak Lanjuti Program TPBIS Perpusnas, Disipusda Purwakarta Gelar Peer Learning Meeting dan Stakeholder Meeting

    Tindak Lanjuti Program TPBIS Perpusnas, Disipusda Purwakarta Gelar Peer Learning Meeting dan Stakeholder Meeting

    • 0Komentar

    𝐇𝐈𝐓𝐕𝐁𝐞𝐫𝐢𝐭𝐚.𝐂𝐨𝐦|Purwakarta – Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah (Disipusda) Kabupaten Purwakarta menggelar Peer Learning Meeting (PLM) dan Stakeholder Meeting (SHM) bersama sejumlah perangkat daerah yang digelar diwilayah Kecamatan Wanayasa, pada Kamis 3 Oktober 2024. Dari pantauan dilapangan, nampak hadir Sekretaris Daerah (Sekda) Purwakarta, Norman Nugraha yang diwakili oleh Asisten Sekretaris Daerah Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Agung […]

  • Pemprov Kalteng Mantapkan Langkah Wujudkan Penguatan Ekonomi Desa

    Pemprov Kalteng Mantapkan Langkah Wujudkan Penguatan Ekonomi Desa

    • 0Komentar

    Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) menggelar Rapat Koordinasi Teknis Percepatan Operasional Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih sebagai bagian dari upaya percepatan pembangunan ekonomi kerakyatan. HITVBERITA.COM | Kalteng — Rangkaian kegiatan yang berlangsung di Aula Jayang Tingang, Palangka Raya, pada hari Selasa (25/11/2025) itu, dibuka langsung oleh Gubernur Kalteng, Agustiar Sabran. Dalam sambutannya, Agustiar […]

  • Polsek Meral Gelar Bakti Sosial di Pantai Pak Imam

    Polsek Meral Gelar Bakti Sosial di Pantai Pak Imam

    • 0Komentar

    Penulis: M. Saipul  Polsek Meral, Polres Karimun, menggelar bakti sosial di Pantai Pak Imam, RT 02 RW 03, Kelurahan Baran Timur, Kecamatan Meral, Kamis (15/8/2025). Kegiatan yang menjadi bagian dari program Curhat Kamtibmas ini berlangsung pukul 10.30–11.00 WIB. HITVBERITA.COM | Meral — Kapolsek Meral AKP Adi Candra, SH, MH, memimpin langsung penyaluran bantuan, didampingi Sekretaris Lurah […]

  • Diduga Lakukan Tindak Pidana Korupsi, Kades Wotan Ditahan Kejari Bojonegoro!

    Diduga Lakukan Tindak Pidana Korupsi, Kades Wotan Ditahan Kejari Bojonegoro!

    • 0Komentar

    Tersangka AW saat digelandang menuju mobil tahanan Kejaksaan Negeri Bojonegoro. (dok/foto,/AR) HiTvBerita.COM | Bojonegoro – Diduga lakukan tindak korupsi pembelian 386 Mobil Siaga Desa di Kabupaten Bojonegoro, Kades Wotan Kecamatan Sumberrejo berinisial AW ditahan oleh Penyidik Kejaksaan Negeri Bojonegoro. Sebelumnya pihak Kejaksaan Negeri, telah terlebih dahulu melakukan penahanan terhadap empat orang tersangka dari rekanan, yakni […]

  • Mutasi Terselubung di SMAN 4 Depok, Disdik Jabar Diminta Jangan Tutup Mata!

    Mutasi Terselubung di SMAN 4 Depok, Disdik Jabar Diminta Jangan Tutup Mata!

    • 0Komentar

    Mamad Mahfudin, Kepala Sekolah SMAN 4 dan SMAN 4 Terbuka Depok. (Foto/El/Hitv) Penulis: Erwin Lubis Kebijakan Kepala SMAN 4 Depok, Mamad Mahpudin, memindahkan dua siswa yang tidak naik kelas ke SMAN 4 Terbuka menuai kritik. Mamad berkeras langkah itu sah dan bukan mutasi, lantaran dirinya tetap menjabat kepala sekolah di dua satuan pendidikan tersebut. HITVBERITA.COM […]

  • Upaya Penyelundupan Sembako dan Frozen Food Digagalkan di Batam

    Upaya Penyelundupan Sembako dan Frozen Food Digagalkan di Batam

    • 0Komentar

    Aparat Amankan Tiga Kapal, Tiga Truk, dan Puluhan Ton Barang di Pelabuhan Haji Sage, Tanjung Sengkuang, Kecamatan Batu Ampar. (Dok/Foto/Is/Hitv) Penulis: Ismail Ratusimbangan Rangkaian operasi cepat aparat TNI pada Senin malam, 24 November 2025, menggagalkan dugaan penyelundupan berbagai komoditas pangan dan barang konsumsi di Pelabuhan Haji Sage, Tanjung Sengkuang, Kecamatan Batu Ampar. HITVBERITA.COM | Batam […]

expand_less