Sabtu, 5 Sep 2026
light_mode

Jika Perang Dunia Ketiga Terjadi: Ketahanan Ekonomi Nasional adalah Garis Pertahanan Indonesia

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Senin, 19 Jan 2026
  • print Cetak

 

Oleh: Anto Suroto, SH, SE, MM
Ketua Umum Aliansi Perdagangan Industri Kreatif Indonesia (APIKI)

WACANA Perang Dunia Ketiga tidak lagi sekadar isu geopolitik global yang jauh dari kehidupan masyarakat. Eskalasi konflik di Ukraina, Timur Tengah, hingga kawasan Indo-Pasifik telah menciptakan ketidakpastian ekonomi dunia yang nyata dan berdampak langsung hingga ke tingkat nasional dan lokal. Dalam konteks ini, Indonesia telah bersikap tegas: tidak berpihak pada kekuatan mana pun.

Namun sikap politik nonblok saja tidak cukup. Dalam situasi dunia yang menuju konflik besar, ketahanan ekonomi nasional justru menjadi penentu utama keselamatan bangsa.

Perang Global dan Dampaknya ke Ekonomi Dunia

SEJARAH mencatat bahwa setiap perang besar selalu diikuti krisis ekonomi global. Perang Dunia Pertama dan Kedua memicu inflasi ekstrem, kelangkaan pangan, kehancuran industri, dan gejolak sosial. Perang modern bahkan lebih berbahaya karena tidak hanya menggunakan senjata, tetapi juga sanksi ekonomi, perang dagang, pembatasan ekspor, dan manipulasi rantai pasok global.

Konflik Rusia–Ukraina telah menjadi contoh konkret. Gangguan pasokan energi, gandum, dan pupuk menyebabkan lonjakan harga global. Negara-negara yang tidak terlibat perang pun ikut terdampak. Jika konflik ini berkembang menjadi Perang Dunia Ketiga, maka krisis yang terjadi bukan lagi sektoral, melainkan krisis ekonomi global yang sistemik dan berkepanjangan.

Indonesia Netral, tetapi Tidak Boleh Rentan

INDONESIA telah menyatakan tidak akan berpihak pada negara mana pun. Namun secara geopolitik dan geoekonomi, Indonesia tidak bisa bersikap pasif. Negara ini berada di jalur perdagangan dunia, memiliki populasi besar, dan menjadi pasar strategis. Jika dunia memasuki perang besar, Indonesia tetap akan terkena imbasnya.

Karena itu, langkah konkret yang harus diambil negara adalah memastikan kemandirian ekonomi rakyat. Dalam pandangan saya, setidaknya ada empat sektor fundamental yang harus menjadi prioritas nasional:

1. Swasembada pangan

2. Kemandirian kedelai sebagai bahan pangan dan industri

3. Kemandirian energi

4. Ketahanan air bersih

Keempat sektor ini bukan sekadar isu ekonomi, tetapi soal keberlangsungan hidup masyarakat. Ketergantungan impor dalam kondisi perang global akan menjadi titik lemah yang sangat berbahaya.

UMKM dan Desa: Benteng Ekonomi Nasional

DALAM situasi krisis global, sektor yang paling pertama terdampak adalah UMKM dan industri kreatif. Ketika daya beli turun, biaya logistik naik, dan barang impor terganggu, pelaku usaha kecil akan berada di posisi paling rentan.

Karena itu, pemberdayaan dan pendampingan masyarakat desa serta UMKM harus diposisikan sebagai industri strategis nasional, bukan sekadar program sosial. Negara wajib hadir melalui perlindungan kebijakan, akses pembiayaan, pendampingan produksi, hingga penguatan pasar domestik.

Lebih dari itu, perlindungan dan proteksi terhadap ancaman produk impor menjadi keharusan. Tanpa proteksi yang adil, produk lokal akan tersingkir, pengangguran meningkat, dan stabilitas sosial-politik dalam negeri bisa terganggu.

Menjaga UMKM dan ekonomi desa berarti menjaga daya beli masyarakat, stabilitas sosial, dan ketahanan politik nasional.

Indo-Pasifik dan Ancaman Gangguan Perdagangan

KAWASAN Indo-Pasifik merupakan nadi perdagangan dunia. Sebagian besar ekspor-impor Indonesia bergantung pada jalur laut kawasan ini. Jika kawasan tersebut berubah menjadi medan konflik global, maka gangguan logistik, kenaikan biaya distribusi, dan kelangkaan barang akan sulit dihindari.

Dalam situasi seperti itu, negara yang paling selamat adalah negara yang tidak bergantung penuh pada impor dan memiliki pasar domestik kuat. Indonesia sebenarnya memiliki modal besar untuk itu, asalkan dikelola dengan kebijakan yang berpihak pada produksi nasional.

Ekonomi sebagai Pertahanan Utama Bangsa

JIKA Perang Dunia Ketiga benar-benar terjadi, pemenangnya bukan hanya mereka yang memiliki senjata tercanggih, tetapi negara yang mampu bertahan secara ekonomi dalam jangka panjang. Ketahanan logistik, pangan, energi, dan kekuatan ekonomi rakyat akan menjadi faktor penentu.

Indonesia harus menjadikan ekonomi sebagai garis pertahanan pertama bangsa. Netralitas politik harus diimbangi dengan kemandirian ekonomi. Tanpa itu, netralitas hanya akan menjadi slogan kosong di tengah tekanan global.

Penutup

INDONESIA telah memilih tidak berpihak dalam konflik global. Namun pilihan itu harus diikuti dengan kebijakan konkret yang melindungi rakyatnya. Swasembada pangan, energi, air, penguatan UMKM, dan perlindungan industri lokal bukan lagi pilihan, melainkan keharusan strategis nasional.

Dalam dunia yang semakin tidak pasti, bangsa yang bertahan adalah bangsa yang mempersiapkan diri dari bawah—dari desa, dari UMKM, dan dari ekonomi rakyatnya sendiri. (/*/*)

Penulis adalah:
Pakar Ekonomi Kreatif
Ketua Umum APIKI
Dewan Pembina MIO Indonesia

  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gubernur Agustiar Sabran Luncurkan Pasar Murah dan Salurkan Bantuan Presiden Prabowo

    Gubernur Agustiar Sabran Luncurkan Pasar Murah dan Salurkan Bantuan Presiden Prabowo

    • 0Komentar

    Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah kembali memperkuat upaya menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat menjelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. HITVBERITA.COM | Palangka Raya — Langkah kebijakan itu ditandai dengan peluncuran Pasar Murah dan penyerahan bantuan pangan dari Presiden RI, yang dilakukan Gubernur H. Agustiar Sabran di Halaman Istana Isen Mulang, Palangka Raya, Sabtu […]

  • WRC PAN-RI Desak APH Usut Dugaan Pemalsuan Dokumen oleh Oknum Notaris Terkait Tambang di Kalsel!

    WRC PAN-RI Desak APH Usut Dugaan Pemalsuan Dokumen oleh Oknum Notaris Terkait Tambang di Kalsel!

    • 1Komentar

    Ketua Umum Watch Relation of Corruption – Pengawas Aset Negara Republik Indonesia (WRC PAN-RI), Arie Chandra SH, MH meminta aparat penegak hukum (APH) di Kalimantan Selatan menindaklanjuti laporan dugaan pemalsuan dokumen yang diduga melibatkan oknum notaris serta pejabat terkait. HITVBERITA.COM | Jakarta— Dugaan ini berkaitan dengan kegiatan penambangan batu bara di lahan milik CV Keluarga […]

  • Antisipasi Kerawanan, Sat Samapta Polres Karimun Gelar Patroli KRYD

    Antisipasi Kerawanan, Sat Samapta Polres Karimun Gelar Patroli KRYD

    • 0Komentar

    Guna menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), Satsamapta Polres Karimun Polda Kepri menggelar Patroli Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) Back Bone pada Jumat malam, 24 Januari 2026, dengan menyasar sejumlah titik rawan di wilayah hukum Polres Karimun. KARIMUN | HITV – Dalam rangka menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif, Satsamapta Polres Karimun Polda […]

  • Pemkab Purwakarta Gelar Panen Raya Padi, Om Zein Targetkan Surplus Beras 100 Ribu Ton per Tahun

    Pemkab Purwakarta Gelar Panen Raya Padi, Om Zein Targetkan Surplus Beras 100 Ribu Ton per Tahun

    • 1Komentar

    Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purwakarta menggelar kegiatan panen raya padi di Desa Cisaat, Kecamatan Campaka, Purwakarta, pada Senin, 7 April 2025. HITVBERITA.COM | Purwakarta– Acara ini merupakan bagian dari program panen raya yang melibatkan petani di 14 provinsi dan 157 kabupaten/kota di Indonesia, yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto. Program ini dipusatkan di Desa Randegan Wetan, […]

  • Upacara HUT Ke-80 RI di Jakarta Utara Berlangsung Khidmat

    Upacara HUT Ke-80 RI di Jakarta Utara Berlangsung Khidmat

    • 0Komentar

    Penulis: Sunang Sainudin Upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat Kota Administrasi Jakarta Utara berlangsung khidmat di Plaza Barat Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Minggu (17/8/2025). HITVBERITA.COM | Jakarta — Upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat Kota Administrasi Jakarta Utara tersebut, dipimpin Wakil Wali Kota Jakarta […]

  • Sambut HUT Bhayangkara ke-80, Polres Karimun Gelar Donor Darah dan Bakti Kesehatan

    Sambut HUT Bhayangkara ke-80, Polres Karimun Gelar Donor Darah dan Bakti Kesehatan

    • 0Komentar

    Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-80, Polres Karimun menggelar kegiatan bakti kesehatan berupa donor darah dan pelayanan kesehatan gratis bagi masyarakat di Ruang Rapat Utama Polres Karimun, Jumat (19/6/2026). KARIMUN, HITV – Kegiatan yang mengusung tema “Satu Semangat, Satu Kebersamaan” tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Karimun, AKBP Yunita Stevani, SIK, M.Si, dan dihadiri Wakapolres […]

expand_less