Selasa, 20 Okt 2026
dark_mode

Dokter Puskesmas Diduga Mangkir Dua Tahun, Gaji Tetap Dibayarkan

  • account_circle Purwanto
  • calendar_month Minggu, 19 Apr 2026
  • print Cetak

Dugaan pelanggaran disiplin aparatur sipil negara (ASN) mencuat di lingkungan pelayanan kesehatan dasar. Seorang dokter umum yang bertugas di Puskesmas Wonokerto, Kabupaten Pekalongan, dilaporkan tidak menjalankan tugasnya selama kurang lebih dua tahun, namun tetap menerima gaji dari pemerintah.

PEKALONGAN, HITV — Informasi ini terungkap setelah adanya laporan masyarakat yang mempertanyakan ketiadaan dokter tersebut dalam aktivitas pelayanan sehari-hari. Warga menyebut, dokter yang bersangkutan jarang, bahkan nyaris tidak pernah terlihat menjalankan praktik di puskesmas sejak ditempatkan.

Kepala Puskesmas Wonokerto, Supriyadi, membenarkan kondisi tersebut. Ia menjelaskan, dari tiga tenaga dokter yang tersedia—terdiri atas satu dokter gigi dan dua dokter umum—salah satu dokter umum berinisial IIP tidak aktif menjalankan tugas sejak penempatannya pada 2024.

“Sejak awal penugasan, yang bersangkutan memang jarang hadir. Hingga kini, kurang lebih sudah dua tahun tidak menjalankan tugas di puskesmas,” kata Supriyadi saat dikonfirmasi.

Menurut dia, pihak puskesmas telah mengambil langkah administratif berupa teguran serta pelaporan ke Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan. Bahkan, pemanggilan terhadap dokter tersebut juga telah dilakukan oleh dinas terkait.

“Sudah kami laporkan dan tindak lanjuti secara administratif. Dinas Kesehatan juga sudah memanggil yang bersangkutan. Namun, sampai sekarang belum ada kejelasan terkait sanksi yang akan dijatuhkan,” ujarnya.

Kondisi ini dinilai berdampak pada layanan kesehatan di wilayah tersebut. Kekurangan tenaga dokter membuat beban kerja tenaga medis lainnya meningkat, sekaligus berpotensi menurunkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Di sisi lain, muncul pertanyaan mengenai sistem pengawasan dan penggajian ASN. Meski tidak menjalankan tugas dalam waktu lama, dokter tersebut disebut masih menerima hak gajinya secara penuh. Hal ini memunculkan dugaan adanya kelalaian administrasi, bahkan potensi pelanggaran yang merugikan keuangan negara.

Supriyadi menambahkan, berdasarkan informasi yang diperoleh, ketidakhadiran dokter tersebut dipengaruhi persoalan pribadi. Disebutkan, suami yang bersangkutan tidak menghendaki istrinya tetap bekerja sebagai ASN dan lebih memilih fokus pada urusan rumah tangga.

Namun, keinginan tersebut tidak sejalan dengan pihak keluarga orang tua, yang menginginkan dokter tersebut tetap menjalankan profesinya, mengingat besarnya biaya pendidikan yang telah ditempuh hingga menjadi tenaga medis.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan belum memberikan keterangan resmi. Upaya konfirmasi kepada Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan juga belum berhasil dilakukan karena alasan kesibukan.

Kasus ini menambah daftar panjang persoalan kedisiplinan ASN di sektor pelayanan publik, yang seharusnya menjadi garda terdepan dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat. (\•/)

Editor: Hadi Lempe 
Sumber: HITV Jateng

  • Penulis: Purwanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • 11 AC Bantuan CSR Tak Menyala, Dana BOS SMAN 1 Purwakarta Dipertanyakan!

    11 AC Bantuan CSR Tak Menyala, Dana BOS SMAN 1 Purwakarta Dipertanyakan!

    • calendar_month Senin, 11 Agt 2025
    • 0Komentar

    Penulis: Raffa Christ Manalu Alokasi dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di SMAN 1 Purwakarta menuai sorotan tajam publik. Sejumlah orang tua siswa mempertanyakan transparansi pengelolaan dana miliaran rupiah dalam dua tahun terakhir, terutama terkait tidak berfungsinya 11 unit pendingin ruangan (AC) yang merupakan bantuan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dari Bank Jabar Banten (BJB). HITVBERITA.COM […]

  • Ribuan Warga Padati CFD Tanjungpendam Sambut HUT Bhayangkara ke-79

    Ribuan Warga Padati CFD Tanjungpendam Sambut HUT Bhayangkara ke-79

    • calendar_month Minggu, 22 Jun 2025
    • 0Komentar

    HITVBERITA.COM | Belitung – Dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke-79, Polres Belitung menggelar kegiatan Car Free Day (CFD) dengan tema “POLRI UNTUK MASYARAKAT” yang berlangsung meriah pada Minggu pagi, 22 Juni 2025 Kegiatan ini berlangsung di kawasan Pantai Wisata Tanjungpendam. Lebih dari 1.000 warga Kabupaten Belitung turut ambil bagian dalam kegiatan yang dimulai sejak pukul […]

  • Ketua Apdesi Belitung Yahya Minta Desa Dilibatkan dalam Pemutakhiran Data BPS

    Ketua Apdesi Belitung Yahya Minta Desa Dilibatkan dalam Pemutakhiran Data BPS

    • calendar_month Selasa, 13 Okt 2026
    • 0Komentar

    Akurasi data penerima bantuan sosial menjadi aspirasi utama yang mengemuka dalam pertemuan antara organisasi kepala desa se-Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dengan DPRD Provinsi dan Badan Pusat Statistik (BPS) RI. BELITUNG, HITV – Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Desa Perawas yang juga Ketua DPC Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kabupaten Belitung, Yahya, melalui pesan WhatsApp […]

  • Hajat Desa Pangauban Meriahkan Perlombaan Marawis Sekabupaten

    Hajat Desa Pangauban Meriahkan Perlombaan Marawis Sekabupaten

    • calendar_month Sabtu, 16 Agt 2025
    • 0Komentar

    Penulis: Dinar Suasana meriah menyelimuti Desa Pangauban dalam gelaran Hajat Desa yang berlangsung pada Sabtu (16/8). Salah satu acara yang paling ditunggu adalah perlombaan marawis tingkat kabupaten yang diikuti oleh 17 grup dari berbagai kecamatan. HITVBERITA.COM | Pangauban – Acara digelar di lokasi utama Desa Pangauban dengan nuansa penuh semangat kebersamaan. Dentuman marawis yang syahdu […]

  • Hari Kemenangan

    Hari Kemenangan

    • calendar_month Selasa, 1 Apr 2025
    • 4Komentar

    Dibaca: 201

expand_less