Senin, 29 Jun 2026
light_mode

“Ibu di Mana?” — 16 Tahun Menunggu Pelukan yang Tak Pernah Datang

  • account_circle AYS Prayogie
  • calendar_month Rabu, 13 Mei 2026
  • print Cetak

Di sebuah ruang perawatan Rumah Sakit Andi Sultan Daeng Radja, Bulukumba, seorang remaja perempuan terbaring lemah. Tubuhnya kurus. Tatapannya kosong, tetapi sesekali matanya mencari sesuatu yang bahkan ia sendiri belum pernah benar-benar miliki: wajah ibunya. Namanya Syifa.

Ketika seseorang bertanya apa yang paling ia inginkan, jawabannya sederhana, lirih, sekaligus menghantam perasaan siapa pun yang mendengarnya.

“Ibu…”

Hanya itu.
Tidak ada permintaan lain.

Tidak tentang harta, tidak tentang masa depan, bahkan tidak tentang kesembuhan. Gadis 16 tahun itu hanya ingin bertemu perempuan yang melahirkannya—perempuan yang meninggalkannya sesaat setelah ia membuka mata ke dunia.

KISAH Syifa bermula di atas sebuah kapal penumpang pada 2010 silam. Kapal itu berlayar dari Pelabuhan Tunon Taka, Nunukan, Kalimantan Utara, menuju Pelabuhan Parepare, Sulawesi Selatan.

Di tengah perjalanan laut, seorang perempuan yang identitasnya tak pernah diketahui mengalami persalinan. Dalam situasi darurat di atas kapal, seorang bidan bernama Rajakati, warga Herlang, Bulukumba, membantu proses kelahiran bayi perempuan itu.

Tangis bayi pecah di tengah gelombang laut. Bayi itu kemudian diberi nama “Syifa” oleh sang bidan.

Namun perjalanan hidup Syifa rupanya tidak dimulai dengan pelukan hangat seorang ibu. Saat kapal bersandar dan para penumpang turun satu per satu, perempuan yang melahirkannya justru menghilang.

Ia pergi.
Meninggalkan bayi mungil yang bahkan belum genap sehari mengenal dunia.

“Tidak ada yang tahu siapa ibunya, dari mana asalnya, atau ke mana perginya setelah turun dari kapal,” tutur warga yang mengetahui kisah tersebut.

Sejak saat itu, Syifa tumbuh sebagai anak yang memeluk kehilangan bahkan sebelum mengenal arti kehilangan itu sendiri.

BIDAN Rajakati tak tega membiarkan bayi tersebut tanpa perlindungan. Ia membawa Syifa ke Bulukumba, lalu menyerahkannya kepada seorang lelaki tua bernama Sajuang di kawasan Ela-Ela.

Di rumah sederhana itulah Syifa dibesarkan

Hari-hari berlalu. Tahun demi tahun berganti. Syifa tumbuh sebagaimana anak-anak lain: belajar berjalan, belajar berbicara, belajar mengenal dunia. Namun ada satu ruang kosong yang tidak pernah terisi dalam hidupnya.

Tentang ibu.
Tentang mengapa dirinya ditinggalkan.
Tentang apakah perempuan itu pernah memikirkannya.

Atau setidaknya… merindukannya.

“Dia sering bertanya tentang ibunya,” kata seorang kerabat.

Pertanyaan-pertanyaan itu tidak pernah benar-benar menemukan jawaban.

Tetapi waktu rupanya tidak menghapus kerinduan. Justru menebalkannya.

Kini, ketika kondisi kesehatannya menurun dan tubuhnya terbaring lemah di rumah sakit, kerinduan itu kembali menyeruak.

Syifa tidak menangis histeris. Ia juga tidak menyimpan amarah yang meledak-ledak kepada perempuan yang meninggalkannya.

Yang tersisa hanya harapan kecil yang terus hidup selama 16 tahun.

Bertemu.
Dipeluk.
Meski hanya sekali.

Kisah Syifa cepat menyentuh banyak orang setelah cerita hidupnya tersebar dari mulut ke mulut dan media sosial. Banyak yang tersentuh oleh ketabahan gadis itu. Tidak sedikit pula yang menawarkan bantuan dan dukungan.

Namun di tengah simpati yang mengalir, ada satu hal yang tetap tidak bisa digantikan siapa pun.

Kasih sayang seorang ibu.

Barangkali, bagi sebagian orang, pelukan adalah hal biasa. Tetapi bagi Syifa, itu adalah kemewahan yang belum pernah ia rasakan sejak lahir.

Dan mungkin, di suatu tempat, ada seorang perempuan yang diam-diam menyimpan luka, rasa takut, atau penyesalan selama bertahun-tahun karena keputusan yang pernah ia ambil di atas kapal itu.

Jika perempuan itu masih hidup dan membaca kisah ini, Syifa tidak datang untuk menuntut.

Ia hanya rindu.
Rindu yang dipendam selama 16 tahun.
Rindu yang kini diucapkan pelan dari ranjang rumah sakit:
“Ibu, di mana?” (\•/)

Sumber berita: Muhammad Zulkifli Ritonga | Disunting ulang oleh AYS Prayogie

  • Penulis: AYS Prayogie

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dewan Kehormatan PWI Minta Ketum Tuntaskan Pelaksanaan Sanksi Kasus UKW BUMN

    Dewan Kehormatan PWI Minta Ketum Tuntaskan Pelaksanaan Sanksi Kasus UKW BUMN

    • 0Komentar

    JAKARTA (24/6/2024)–Dewan Kehormatan (DK) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) meminta Ketua Umum PWI Hendry Ch Bangun menuntaskan pelaksanaan sanksi dan rekomendasi DK berkenaan dugaan penyalahgunaan dana sponsorship Forum Humas BUMN untuk penyelenggaraan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) PWI. Ketua Dewan Kehormatan PWI Pusat Sasongko Tedjo mengemukakan hal itu, Senin (24/6/2024). Dia menyampaikan hal itu bersama Wakil Ketua […]

  • Proyek Stadion Mini Bernilai Miliaran Rapuh, LSM WACANA Pertanyakan Integritasnya

    Proyek Stadion Mini Bernilai Miliaran Rapuh, LSM WACANA Pertanyakan Integritasnya

    • 0Komentar

    Penulis: Erwin Proyek revitalisasi Stadion Mini Persikabo kembali menuai sorotan masyarakat lantaran tiang penyangganya yang retak nyaris roboh hanya ditambal dengan semen putih. HITVBERITA.COM | Bogor – Ketua LSM Wawasan Citra Nusantara (WACANA), Munir, mendesak Kadispora Kabupaten Bogor, Inspektorat, Konsultan Pengawas dan Direktur PT MWN untuk turun langsung ke lapangan. Munir mengungkap fakta mengejutkan, tiang […]

  • Pokir Rentan Dicaplok Cabup dan Cawabup, Kang Fapet: Bawaslu Harus Turun Tangan

    Pokir Rentan Dicaplok Cabup dan Cawabup, Kang Fapet: Bawaslu Harus Turun Tangan

    • 0Komentar

    𝐇𝐢𝐓𝐕𝐁𝐞𝐫𝐢𝐭𝐚.𝐂𝐨𝐦|Purwakarta – 𝐏𝐎𝐊𝐈𝐑 merupakan Pokok-pokok pikiran Anggota DPRD di setiap wilayah. Baik itu, kabupaten, kota, provinsi maupun pusat. Karena bersifat pokok pikiran, substansi dari program pemerintah itu adalah aspirasi masyarakat berupa perbaikan infrastruktur lingkungan. Sehingga, trilogi pembangunan yang melibatkan masyarakat, anggota dewan dan pemerintah dapat tercapai. Ada fenomena menarik menjelang Pilkada Purwakarta 27 November 2024 […]

  • Pabrik Tekstil PT Lilibon Terbakar di Purwakarta, Satu Orang Tewas dan Tiga Orang Lainnya Luka-Luka!

    Pabrik Tekstil PT Lilibon Terbakar di Purwakarta, Satu Orang Tewas dan Tiga Orang Lainnya Luka-Luka!

    • 0Komentar

    HiTvBerita.COM|Purwakarta – Kebakaran terjadi disalah satu ruang gedung pabrik tekstil milik PT. LILIBON yang berlokasi di Desa Kembang Kuning, Kecamatan Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, pada Selasa, 13 Agustus 2024. Peristiwa kebakaran perusahaan tekstil tersebut telah mengakibatkan tiga karyawan luka-luka dan satu orang meninggal dunia. Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Purwakarta, Juddy Herdiana […]

  • Gempa Magnitudo 5,5 Guncang Tapanuli Utara, 1 Tewas dan Infrastruktur Terhambat

    Gempa Magnitudo 5,5 Guncang Tapanuli Utara, 1 Tewas dan Infrastruktur Terhambat

    • 1Komentar

    Wakil Bupati Taput DR Deni Lumbantoruan bersama rombongan tinjau lokasi gempa dan longsor. (Dok/Foto/Raffa) Gempa Berkekuatan 5,5 Magnitudo Mengguncang Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), Sumatera Utara, Pada Selasa Pagi, 18 Maret 2025. Gempa Yang Terjadi Pada Pukul 05.22 WIB Itu Menimbulkan Dampak Signifikan, Termasuk Korban Jiwa Dan Kerusakan Infrastruktur. HITVBERITA.COM | Taput– Berdasarkan data dari Badan […]

  • Acara Tasyakuran HUT MIO INDONESIA Ke-4, Ini Harapan Ketua Umum AYS Prayogie

    Acara Tasyakuran HUT MIO INDONESIA Ke-4, Ini Harapan Ketua Umum AYS Prayogie

    • 0Komentar

    HITVberita.COM | JAKARTA – Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-4, MIO INDONESIA menggelar acara tasyakuran sekaligus melakukan konsolidasi penguatan organisasi, di ARKARA Cafe, Jakarta Pusat, Minggu (10/11/2024). Acara bertajuk “Memperingati 4 Tahun Berdirinya MIO Indonesia di Era Disrupsi Kemajuan Teknologi Digital Informasi” tersebut, turut dijadikan sebagai ajang silaturahmi antara jajaran Pembina, Pengurus Pusat (PP), Pengurus […]

expand_less