Minggu, 16 Agu 2026
light_mode

Di Tengah Rivalitas Amerika–China, Indonesia Memerlukan Kedaulatan Ekonomi Rakyat

  • account_circle Prof Dr Nandan Limakrisna, ST, MT
  • calendar_month Minggu, 17 Mei 2026
  • print Cetak

 

Oleh: Nandan Limakrisna

PERTEMUAN Donald Trump dan Xi Jinping yang belakangan ramai dibahas publik kembali mengingatkan dunia pada meningkatnya rivalitas antara Amerika Serikat dan China. Banyak analis mengaitkan situasi ini dengan konsep Thucydides Trap, yaitu kondisi ketika kekuatan lama merasa terancam oleh kebangkitan kekuatan baru, sehingga potensi konflik menjadi sulit dihindari.

Istilah tersebut berasal dari sejarawan Yunani kuno, Thucydides, yang menjelaskan perang antara Athena dan Sparta sebagai akibat dari ketakutan Sparta terhadap kebangkitan Athena. Dalam konteks modern, sebagian pengamat melihat pola serupa mulai muncul dalam hubungan Amerika dan China.

Pandangan tersebut tentu bukan tanpa dasar. Persaingan teknologi, ekonomi, militer, hingga perebutan pengaruh geopolitik semakin terlihat jelas. Taiwan bahkan sering disebut sebagai titik paling rawan yang dapat memicu konflik terbuka di masa depan.

Namun bagi Indonesia, pertanyaan yang lebih penting bukanlah siapa yang akan menang dalam rivalitas tersebut. Pertanyaan yang lebih relevan adalah: apakah Indonesia cukup siap menghadapi dampaknya?

Dalam dunia yang semakin saling terhubung, konflik antarnegara besar tidak hanya berdampak pada aspek militer. Yang terguncang adalah energi, pangan, rantai pasok, investasi, hingga stabilitas ekonomi domestik. Kenaikan harga minyak, gangguan perdagangan global, dan tekanan inflasi dapat langsung dirasakan oleh masyarakat di tingkat bawah.

Karena itu, Indonesia tidak cukup hanya mengandalkan diplomasi bebas aktif atau kemampuan menjaga keseimbangan geopolitik. Yang jauh lebih penting adalah membangun fondasi ekonomi nasional yang kuat dari dalam negeri sendiri.

Selama ini, ketahanan ekonomi sering dipahami sebatas kemampuan pemerintah menjaga APBN, stabilitas moneter, atau pertumbuhan ekonomi makro. Padahal dalam situasi global yang penuh ketidakpastian, kekuatan utama suatu negara justru terletak pada daya tahan ekonomi rakyatnya.

Negara yang memiliki rakyat produktif, pasar domestik kuat, serta sistem ekonomi lokal yang hidup akan lebih mampu bertahan dibanding negara yang terlalu bergantung pada faktor eksternal.

Indonesia sebenarnya memiliki modal yang sangat besar untuk membangun kekuatan tersebut. Jumlah penduduk yang besar, kekayaan sumber daya alam, serta jutaan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) merupakan fondasi yang sangat strategis. Masalahnya, potensi tersebut belum sepenuhnya terintegrasi dalam satu sistem ekonomi yang saling mendukung.

Dalam konteks ini, diperlukan pendekatan yang mampu membangun ekonomi dari bawah secara terstruktur. Salah satu pendekatan yang dapat dikembangkan adalah Snowball Business Model (SBM).

SBM merupakan model ekonomi berbasis komunitas yang menempatkan masyarakat sebagai produsen, konsumen, dan promotor dalam satu ekosistem ekonomi yang terhubung. Dalam model ini, produk yang dihasilkan oleh masyarakat dikonsumsi oleh masyarakat itu sendiri dan dipromosikan secara kolektif sehingga membentuk pasar yang tumbuh dari dalam negeri.

Dengan pendekatan ini, ekonomi tidak hanya bergantung pada pasar luar negeri atau investasi besar, tetapi bertumpu pada kekuatan masyarakat domestik. Ketika pasar internal kuat, perputaran ekonomi menjadi lebih stabil dan tidak mudah terguncang oleh dinamika global.

Dalam situasi rivalitas global seperti saat ini, pendekatan semacam ini menjadi semakin relevan. Indonesia tidak boleh hanya menjadi penonton dalam pertarungan ekonomi dunia, tetapi harus membangun ketahanan internal yang mampu melindungi kepentingan nasional.

Rivalitas Amerika dan China mungkin tidak dapat dihindari. Namun Indonesia tetap memiliki pilihan: menjadi negara yang ikut terseret arus ketidakpastian global, atau menjadi negara yang memiliki fondasi ekonomi rakyat yang cukup kuat untuk bertahan dan tumbuh di tengah perubahan dunia.

Pada akhirnya, kekuatan sejati sebuah bangsa bukan hanya ditentukan oleh kemampuan diplomasi atau besarnya cadangan devisa, tetapi oleh kemampuan rakyatnya dalam membangun dan menjaga kehidupan ekonominya sendiri. (\+/)

Tentang Penulis
Prof. Dr. Nandan Limakrisna, ST, MT. adalah Guru Besar Ilmu Manajemen di Universitas Persada Indonesia YAI (UPI YAI) yang menaruh perhatian pada kajian strategi bisnis, pemasaran, serta pengembangan ekonomi berbasis komunitas.

Ia aktif menulis dan memberikan pemikiran mengenai pemberdayaan UMKM, model bisnis kolaboratif, dan penguatan ekonomi rakyat.

Melalui berbagai tulisan dan forum akademik, ia juga memperkenalkan konsep Snowball Business Model (SBM) sebagai pendekatan pengembangan ekosistem ekonomi komunitas.

Pemikirannya banyak menyoroti pentingnya sinergi antara industrialisasi nasional dan ekonomi rakyat dalam pembangunan ekonomi Indonesia.

(Dok/Hitv)

  • Penulis: Prof Dr Nandan Limakrisna, ST, MT

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menjelang Munas Akbar V IPJI, Sejumlah Tokoh Nasional Dipastikan Hadir

    Menjelang Munas Akbar V IPJI, Sejumlah Tokoh Nasional Dipastikan Hadir

    • 0Komentar

    Menjelang Munas Akbar ke-V Ikatan Penulis dan Jurnalis Indonesia (IPJI), atmosfer pers nasional mulai hangat. Sejumlah tokoh penting negara dijadwalkan hadir dalam forum bergengsi yang akan digelar pada 27–28 Oktober 2025 di Hotel Golden Boutique, Jakarta, sebagai momentum konsolidasi insan pers menuju jurnalisme profesional dan berintegritas. Penulis: Ahdiyat  HITVBERITA.COM | Jakarta —  Pelaksanaan Musyawarah Nasional […]

  • KONI Kalteng Gelar Buka Puasa Bersama, Perkuat Silaturahmi dan Semangat Menuju Porprov 2026

    KONI Kalteng Gelar Buka Puasa Bersama, Perkuat Silaturahmi dan Semangat Menuju Porprov 2026

    • 0Komentar

    Di tengah kesibukan mempersiapkan berbagai agenda olahraga menuju ajang kompetisi daerah dan nasional, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Kalimantan Tengah memanfaatkan momentum bulan suci Ramadan untuk mempererat silaturahmi. PALANGKA RAYA, HITV— Keluarga besar olahraga Bumi Tambun Bungai menggelar kegiatan buka puasa bersama di markas KONI Kalteng, Sabtu (7/3/2026). Acara tersebut dihadiri para pengurus provinsi […]

  • Polres Lingga Gelar Patroli Perkuat Sinergi dengan Masyarakat

    Polres Lingga Gelar Patroli Perkuat Sinergi dengan Masyarakat

    • 0Komentar

    Penulis: Ruslan LGA Guna terciptanya situasi aman dan kondusif, Polres Lingga bersama jajaran Polsek se-Kabupaten Lingga menggelar Patroli Malam Berskala Besar bertajuk Cipta Kondisi (Cipkon) yang dilaksanakan serentak di berbagai wilayah Kabupaten Lingga sebagai komitmen Polri menjaga ketertiban dan mencegah kriminalitas, Sabtu malam (13/9/2025). HITVBERITA.COM | Lingga – Patroli malam difokuskan pada jam-jam rawan, di […]

  • Diduga Lakukan Tindak Pidana Korupsi, Kades Wotan Ditahan Kejari Bojonegoro!

    Diduga Lakukan Tindak Pidana Korupsi, Kades Wotan Ditahan Kejari Bojonegoro!

    • 0Komentar

    Tersangka AW saat digelandang menuju mobil tahanan Kejaksaan Negeri Bojonegoro. (dok/foto,/AR) HiTvBerita.COM | Bojonegoro – Diduga lakukan tindak korupsi pembelian 386 Mobil Siaga Desa di Kabupaten Bojonegoro, Kades Wotan Kecamatan Sumberrejo berinisial AW ditahan oleh Penyidik Kejaksaan Negeri Bojonegoro. Sebelumnya pihak Kejaksaan Negeri, telah terlebih dahulu melakukan penahanan terhadap empat orang tersangka dari rekanan, yakni […]

  • Rencana Pemkot Alihkan Fungsi Gedung Kesenian Palembang Jadi Restaurant, Tuai Kritik dari Para Seniman!

    Rencana Pemkot Alihkan Fungsi Gedung Kesenian Palembang Jadi Restaurant, Tuai Kritik dari Para Seniman!

    • 0Komentar

    HiTvBerita.COM | Palembang– Komunitas Seniman di Kota Palembang mengaku bahwa mereka merasa prihatin, dengan adanya rencana Pemkot dan Dinas Kebudayaan Kota Palembang, yang akan mengalih fungsikan keberadaan Gedung Kesenian Palembang (GKP) menjadi sebuah Restaurant. Keprihatinan tersebut, disampaikan oleh beberapa seniman Kota Palembang, kepada HiTvBerita.COM melalui saluran pribadi telepon mereka. Diantara para seniman yang merasa gundah […]

  • Terlibat Aksi Tawuran, 16 Remaja Diamankan Polisi di Purwakarta

    Terlibat Aksi Tawuran, 16 Remaja Diamankan Polisi di Purwakarta

    • 0Komentar

    Belasan Remaja Yang Terdiri Dari Dua Kelompok Yang Beralamat di Kampung Mekarsari, Desa Cibatu, Kecamatan Cibatu, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat Diamankan Pihak Kepolisian Akibat Melakukan Aksi Tawuran Menggunakan Sarung atau ‘Perang Sarung’. Belasan Remaja Yang Diamankan Masih Berstatus Pelajar di Kabupaten Purwakarta. HITVBERITA.COM | PURWAKARTA – Aksi tawuran yang dilakukan belasan remaja itu terjadi pada […]

expand_less