CEO Lingga Berbagi Kasih di Tengah Seminar Maulid, Salurkan 16 Paket Sembako
- account_circle Ruslan
- calendar_month 20 jam yang lalu
- print Cetak

Penyaluran bantuan menjadi bagian dari kolaborasi antara CEO Lingga dan BEM STIT Lingga yang sebelumnya mengundang komunitas tersebut melalui Surat Nomor 055/BEM/STIT-LG/2026 tertanggal 4 September 2026. (Dok/Foto/Ruslan)
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah di Kabupaten Lingga tidak sekadar menjadi ruang refleksi keagamaan.
DABO SINGKEP, HITV — Kegiatan yang digelar Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Lingga itu juga menjadi momentum memperkuat kepedulian sosial terhadap masyarakat yang membutuhkan.
Melalui program CEO Lingga Berbagi Kasih, Komunitas Motor Klasik CEO Lingga menyalurkan 16 paket sembako kepada penerima manfaat dalam rangkaian seminar bertajuk “Navigasi Emosi dan Mental Tangguh: Belajar dari Resiliensi Karakter Nabi Muhammad SAW” di Gedung Sanggar Praja Dabo Singkep, Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau, Rabu (9/9/2026).
Bantuan tersebut diberikan kepada sejumlah masyarakat yang membutuhkan, termasuk anak yatim piatu. Penyaluran bantuan menjadi bagian dari kolaborasi antara CEO Lingga dan BEM STIT Lingga yang sebelumnya mengundang komunitas tersebut melalui Surat Nomor 055/BEM/STIT-LG/2026 tertanggal 4 September 2026.
Kolaborasi itu menarik karena kegiatan tidak berhenti pada diskusi mengenai ketangguhan mental. Nilai kepedulian dan keteladanan yang menjadi pesan utama seminar diterjemahkan pula ke dalam aksi nyata di tengah masyarakat.
Ketua BEM STIT Lingga Suci Pratiwi mengatakan keterlibatan CEO Lingga merupakan bentuk sinergi yang diharapkan dapat terus dikembangkan.
Menurut dia, organisasi mahasiswa tidak hanya memiliki tanggung jawab dalam kegiatan akademik dan pengembangan intelektual, tetapi juga perlu membangun kepedulian terhadap persoalan sosial di lingkungan sekitar.
“Alhamdulillah, ajakan kami untuk berkolaborasi disambut baik. Semoga sinergi seperti ini terus berlanjut dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat Kabupaten Lingga,” ujar Suci.
Keteladanan Nabi Diterjemahkan dalam Kepedulian
SEMINAR yang menjadi rangkaian utama kegiatan diikuti mahasiswa STIT Lingga serta pelajar SMP dan SMA. Hadir pula guru, tokoh agama, tokoh masyarakat, unsur Forkopimda, perwakilan Pemerintah Kabupaten Lingga, dan sejumlah undangan.
Mewakili Pembina Yayasan STIT Lingga, Wakil Ketua III STIT Lingga Ilham Andika Putra, M.Pd., menekankan bahwa pendidikan generasi muda tidak cukup hanya mengejar prestasi akademik.
Kemampuan mengelola emosi, membangun karakter, dan memiliki ketahanan mental dinilai sama pentingnya dalam menghadapi berbagai tekanan kehidupan.
Peserta diajak meneladani keteguhan Nabi Muhammad SAW ketika menghadapi tekanan, penolakan, perundungan, serta berbagai perlakuan yang menyakitkan.
Nilai kesabaran dan keteguhan tersebut kemudian dikaitkan dengan tantangan generasi muda saat ini, terutama ketika menghadapi tekanan pergaulan, kekecewaan, stres, hingga pengaruh lingkungan digital.
Materi juga disampaikan sejumlah narasumber, di antaranya perwakilan Baznas dan Bhabinkamtibmas Polres Lingga Briptu Andi Amir.
CEO Lingga: Jangan Mudah Terbawa Arus Digital
Mewakili CEO Lingga, Seksi Sosial Christoporus Mercurius menilai tema seminar memiliki relevansi luas. Menurut dia, keteladanan Nabi Muhammad SAW dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan dapat menjadi pembelajaran bagi siapa pun, termasuk generasi muda.
“Meskipun saya berbeda keyakinan, saya melihat kegiatan ini sangat baik. Nilai keteladanan Nabi Muhammad SAW dalam menghadapi tekanan dan persoalan kehidupan memiliki pesan yang sangat penting, terutama bagi generasi muda,” kata Christoporus.
Ia menilai perkembangan teknologi dan media sosial membawa tantangan tersendiri. Kemudahan memperoleh informasi harus diimbangi dengan kemampuan berpikir kritis dan mengendalikan diri.
Generasi muda, kata dia, tidak boleh mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya, termasuk hoaks dan konten negatif di media sosial.
“Di era digital, kita harus memiliki prinsip dan mampu mengendalikan diri. Jangan mudah terbawa arus hingga melakukan tindakan yang merugikan diri sendiri maupun orang lain,” ujarnya.
Bagi CEO Lingga, kepedulian sosial bukan sekadar kegiatan seremonial. Bantuan sembako yang disalurkan diharapkan dapat meringankan kebutuhan penerima manfaat sekaligus membangun budaya saling membantu di tengah masyarakat.
Kolaborasi dengan BEM STIT Lingga juga memperlihatkan bahwa gerakan sosial dapat tumbuh dari berbagai elemen, termasuk komunitas dan organisasi mahasiswa.
Kegiatan berlangsung aman dan tertib. Selain menjadi ruang edukasi mengenai kesehatan mental dan pembentukan karakter, rangkaian kegiatan tersebut sekaligus menghadirkan pesan bahwa keteladanan tidak cukup hanya dibicarakan, tetapi perlu diwujudkan dalam tindakan nyata. (*/)
Editor: AYS
Sumber: HITV Lingga
- Penulis: Ruslan





Dalam menjalankan tugas jurnalistik di lapangan, wartawan HITV dilengkapi Surat Tugas dan ID Card yang masih berlaku dan namanya tercantum dalam Box Redaksi saat di scanning barcode.