Oknum TNI Diduga Mabuk, Kejar PSK hingga Masuk ke Rumah Warga di Ciracas
- account_circle
- calendar_month Kamis, 10 Apr 2025
- visibility 80
- comment 0 komentar
- print Cetak

Gambar Karikatur Oknum Tentara Mabuk dan Arogan Mengejar Wanita Malam. (Dok/Foto/Rosad)
Seorang Oknum TNI Berinisial YKN, Yang Diduga Dalam Kondisi Mabuk, Membuat Kehebohan di Lingkungan RW 01, Ciracas, Jakarta Timur, sekitar Pukul 05.00 WIB, Pada Kamis 10 April 2025, Tadi Pagi!
HITVBERITA.COM | CIRACAS – YKN, yang disebut berasal dari Kesatuan Brigif 201 Gandaria itu, dilaporkan mengejar seorang pekerja seks komersial (PSK) di lokasi Boker hingga masuk ke rumah salah satu tokoh masyarakat setempat.
Menurut keterangan warga, YKN memaksa masuk ke dalam rumah warga yang menjadi tempat persembunyian perempuan bernama “Bunga” (Red- Bukan nama sebenarnya). Namun, niatnya itu dihalangi oleh warga yang menegaskan bahwa rumah itu merupakan properti pribadi.
Karena kesal tidak diperkenankan masuk, YKN langsung membanting helm yang ada ditempat itu, hingga menimbulkan kegaduhan dan membuat warga sekitar pun menjadi merasa terganggu.
Salah satu warga yang enggan disebutkan namanya menyebutkan bahwa ini bukan kali pertama YKN berulah.
“Sudah sering dia bikin onar. Beberapa waktu lalu dia juga sempat memukuli tamu pengunjung yang datang, sampai berdarah-darah dan pingsan,” ujarnya.
Hal serupa juga disampaikan oleh Bang Kumis, seorang pengemudi ojek yang biasa mangkal di kawasan Boker, Ciracas. Ia mengaku pernah hampir menjadi korban kekerasan oleh YKN.
“Saya waktu itu lagi main catur dekat Warung Sate, tiba-tiba ada orang lari ketakutan. Nggak lama YKN datang, langsung tancepin belatinya ke papan catur dan nendang-nendang semuanya,” cerita Bang Kumis.
Aksi YKN juga mendapat sorotan dari Martius Korwa, Koordinator GEMPUR (Gabungan Pemuda Perantauan Indonesia Timur) wilayah Jakarta Timur. Ia menyesalkan sikap arogan YKN yang dinilai mencoreng nama baik warga Papua di perantauan.
“Kami khawatir tindakan ini memberi stigma buruk bagi orang Papua lainnya. Pagi tadi saya langsung turun ke lapangan, kumpulkan bukti dan kesaksian untuk kami laporkan ke institusi TNI yang berwenang,” tegas Korwa.
Ia juga menambahkan bahwa YKN kerap terlihat nongkrong di kawasan Boker Ciracas bersama rekan-rekannya dari kesatuan yang sama.
“Sikapnya itu kami nilai tidak mencerminkan seorang prajurit, yang seharusnya menjadi pelindung masyarakat, bukan malah membuat keresahan. Kami minta atasan YKN segera memberikan sanksi tegas,” tutup Martius Korwa. (**)
Reporter: Abdul Rosad
Editor: Tim Redaksi
- Penulis:

Saat ini belum ada komentar