Diaspora Indonesia San Francisco Luncurkan Program Bahasa Inggris di Belitung
- account_circle
- calendar_month Selasa, 15 Apr 2025
- visibility 46
- print Cetak

Hitvberita.com | Tanjungpandan Program pengembangan kemampuan bahasa Inggris untuk pelajar daerah kembali digaungkan. Kali ini, kolaborasi antara komunitas diaspora Indonesia di San Francisco dengan Pemerintah Kabupaten Belitung menghasilkan sebuah inisiatif bertajuk “BERCERITA” yang secara resmi diluncurkan pada Selasa (15/4/2025) di ruang rapat Pemkab Belitung, Tanjungpandan.
Peluncuran program tersebut dihadiri langsung oleh Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Prof. Atip Latipulhayat, SH, LL.M, PhD, serta sejumlah pejabat daerah dan tokoh pendidikan.
Acara ini turut diramaikan dengan kehadiran virtual Konsul Jenderal RI di San Francisco, Prasetyo Hadi, dan Konsul Pensosbud KJRI San Francisco, Mahmudin Nur Al-Gozaly.
Dan pendiri BERCERITA, Suli Boentaran, memimpin diskusi bersama yang menjadi bagian dari rangkaian kegiatan.
Bupati Belitung, H. Djoni Alamsyah Hidayat, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kehadiran pemerintah pusat dan diaspora Indonesia yang telah menghadirkan program yang dinilai strategis bagi pengembangan sumber daya manusia Belitung.
> “Bahasa Inggris saat ini bukan hanya alat komunikasi, tetapi juga jembatan menuju akses pengetahuan, teknologi, hingga peluang kerja dan bisnis global,” ujar Djoni.
Program “BERCERITA” yang digagas oleh diaspora Indonesia di San Francisco bertujuan untuk meningkatkan keterampilan berbahasa Inggris pelajar-pelajar di daerah melalui pendekatan kreatif dan inklusif. Sejak tahun 2021, program ini telah diterapkan di sejumlah wilayah di Indonesia, termasuk Belitung.
Wamen Atip dalam pidatonya menekankan pentingnya peran masyarakat, khususnya diaspora, dalam mendukung kemajuan pendidikan nasional.
> “Bahasa adalah refleksi dari peradaban. Program seperti ini membuktikan bahwa pendidikan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh elemen bangsa,” ujar Atip.
Program ini telah lebih dulu diterapkan di dua sekolah dasar di Kecamatan Membalong, yakni SDN 27 Pulau Seliu dan SDN 9 Lassar. Antusiasme tinggi dari pelajar dan guru mendorong perluasan program ke wilayah lain di Belitung.
Dalam sambutan virtualnya, Konjen Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari kontribusi diaspora dalam penguatan kapasitas pelajar daerah.
> “Setidaknya ada 50 organisasi diaspora yang aktif terlibat dalam pengabdian di sektor pendidikan. Kami berharap program seperti *BERCERITA* dapat memperluas akses dan semangat belajar di seluruh pelosok Indonesia,” tuturnya.
Selain peluncuran dan sambutan, acara juga diisi dengan penampilan seni budaya seperti tarian Randau, pemutaran video profil Belitung dan dokumentasi kegiatan BERCERITA, serta diskusi terbuka antara diaspora dan komunitas pendidikan lokal.
Acara ditutup pada pukul 11.45 WIB dengan suasana penuh antusiasme dan harapan akan masa depan pendidikan Belitung yang lebih inklusif dan berdaya saing global. (**)
Reporter: Iswandi
- Penulis:

Saat ini belum ada komentar