Sabtu, 29 Agu 2026
light_mode

Bonus Demografi 2045 Terancam Oleh Stunting, Pemkab Purwakarta Lakukan Pencegahan

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Kamis, 4 Jul 2024
  • print Cetak

Purwakarta | Bonus demografi yang diproyeksikan akan dinikmati Indonesia pada 2045 bisa sia-sia, bahkan menjadi beban negara, jika stunting tidak dicegah dari sekarang. Data Bank Dunia menyebutkan bahwa stunting dapat menyebabkan kerugian negara sebesar 2-3 persen dari produk domestik bruto (PDB).

Stunting menjadi fokus utama Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Kabupaten Purwakarta dalam pembangunan sektor kesehatan. Saat ini, peningkatan kualitas data dan pendampingan keluarga tengah diupayakan. Selain itu, peningkatan pemantauan pertumbuhan sebagai deteksi dini masalah gizi juga diutamakan agar dapat segera dicegah.

“Tahun 2024 ini, kita mendapatkan data dari Survei Kesehatan Indonesia yang menunjukkan adanya kenaikan balita terdampak stunting. Pada 2023 lalu, angka stunting sebesar 21,8 persen, namun tahun ini naik menjadi 24 persen,” ujar Pj Bupati Purwakarta, Benni Irwan, di acara Rembuk Stunting Pemkab Purwakarta di Bale Yudistira, pada Kamis, 4 Juli 2024.

Menurutnya, kenaikan angka stunting hampir merata di beberapa daerah di Jawa Barat, bahkan di skala nasional. Hal ini perlu menjadi perhatian bersama, terutama di Purwakarta, karena terkait dengan bonus demografi Indonesia.

“Kita tidak ingin bonus demografi ini berubah menjadi bencana demografi. Jika kita tidak memanfaatkan momentum ini, jumlah penduduk usia kerja yang tidak produktif akan menjadi masalah di masa depan,” ucapnya.

Penanganan stunting, lanjut Benni, adalah tanggung jawab bersama untuk mempersiapkan generasi mendatang menjadi generasi yang produktif, sehat, dan cerdas. “Agar bonus demografi memberikan nilai tambah bagi bangsa dan negara, karena tidak semua negara memiliki angkatan kerja yang tinggi,” ungkap Benni.

Ke depan, Purwakarta dan Indonesia secara umum memerlukan angkatan kerja yang produktif sebagai inti dari bonus demografi. “Ini juga berkaitan dengan upaya mewujudkan Indonesia Emas 2045. Pada saat itu, Indonesia diharapkan bisa setara dengan negara adidaya lainnya,” paparnya.

Benni menegaskan, bahwa generasi muda Indonesia harus produktif, sehat, dan cerdas untuk menghindari masalah di masa depan. “Di Purwakarta, kami sudah memiliki mekanisme penanganan stunting, yang merupakan isu lokal dan nasional,” tegasnya.

Berdasarkan data SKI, ada sekitar 15 ribu balita yang perlu mendapat perhatian khusus. “Saat ini, kami mendalami data untuk mengetahui jumlah dan lokasi balita terdampak stunting secara detail,” jelas Benni.

Hal tersebut, tentunya perlu intervensi, perlu upaya-upaya penanggulangan, perlu upaya-upaya penanganan, perlu upaya-upaya pencegahan.

“Tadi mungkin teman-teman melihat ibu ini menyampaikan data kepada saya secara spontan. Dari 1.200 sekian yang didata yang lalu itu sudah terentaskan kurang lebih 300-an sekian. Jadi sudah keluar dari status stunting-nya. Tapi ada juga balita-Balita kita yang baru kurang lebih 400 sekian yang terdampak stunting baru. Itu yang membuat angkanya jadi bertambah,” imbuhnya.

Benni memastikan bahwa bukan tidak ada upaya dari Pemkab Purwakarta. Karena di lapangan juga terbukti ada penurunan status stunting. Jadi bukan kita tidak ada upaya untuk menanggulanginya. Buktinya ada yang turun.

“Tapi mungkin upaya dalam rangka mencegah yang selama ini mungkin menurut hemat saya belum cukup efektif kita lakukan. Nah dari sanalah tadi saya menyampaikan meskipun itu konsep, tapi yang sudah saya persiapkan. Bagaimana langkah-langkah, bagaimana upaya kita ke depan supaya dua-duanya bisa sama-sama bisa disikapi. Yang sudah terdampak betul-betul bisa dikurangi, yang potensi terdampak betul-betul bisa dicegah,” pungkasnya.

(Raffa christ manalu)

  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • GPPI Desak Evaluasi Kebijakan 50 Siswa per Kelas di Jawa Barat

    GPPI Desak Evaluasi Kebijakan 50 Siswa per Kelas di Jawa Barat

    • 0Komentar

    Ketua Umum Gerakan Peduli Pendidikan Indonesia, Ahmad Yusup. (Dok/Foto/Raffa) Penulis: Raffa Christ Manalu Kebijakan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang menetapkan jumlah siswa hingga 50 orang dalam satu rombongan belajar menuai kritik dari berbagai pihak. Salah satu suara penolakan datang dari Gerakan Peduli Pendidikan Indonesia (GPPI), yang menilai kebijakan tersebut berpotensi merusak kualitas pendidikan. HITVBERITA.COM […]

  • Profesionalisme Aparat Polres Purwakarta Ungkap Kasus Pembunuhan di Jatiluhur Kurang Dari 24 Jam

    Profesionalisme Aparat Polres Purwakarta Ungkap Kasus Pembunuhan di Jatiluhur Kurang Dari 24 Jam

    • 0Komentar

    Penulis: Raffa Christ Manalu Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Purwakarta, Polda Jawa Barat berhasil mengungkap kasus pembunuhan Dea Permata Kharisma (27) yang ditemukan tewas bersimbah darah di rumahnya di Komplek Perumahan PJT II, Blok D, Desa Jatimekar, Kecamatan Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, pada Selasa, 12 Agustus 2025, lalu. HITVBERITA.COM | Purwakarta — Kurang dari 24 […]

  • LIBUR PANJANG, LAPAS TANJUNGPANDAN PERKETAT PENGAMANAN PASTIKAN SITUASI KAMTIB KONDUSIF

    LIBUR PANJANG, LAPAS TANJUNGPANDAN PERKETAT PENGAMANAN PASTIKAN SITUASI KAMTIB KONDUSIF

    • 0Komentar

    HITVBERITA.COM | BELITUNG INFO PAS – Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Tanjungpandan melaksanakan langkah deteksi dini pengamanan selama libur panjang. Langkah tersebut bertujuan untuk menekan pelanggaran maupun gangguan terhadap kondisi dan pelaksanaan tugas di Lapas Tanjungpandan sekaligus memastikan layanan pemasyarakatan sesuai dengan prosedur selama libur panjang. “Libur panjang seringkali dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab […]

  • Gaya Kepemimpinan di Purwakarta: Abang Ijo Cari Panggung, Om Zein Rangkul Rakyat!

    Gaya Kepemimpinan di Purwakarta: Abang Ijo Cari Panggung, Om Zein Rangkul Rakyat!

    • 0Komentar

    Kasus Pungutan Liar (Pungli) Parkir Di Waduk Cirata Yang Baru-Baru Ini Viral Nampaknya Bukan Sekadar peristiwa Pelanggaran Hukum Biasa. Lebih Dari Itu, Kasus Ini Mencerminkan Dua Gaya Kepemimpinan Yang Sangat Kontras Di Purwakarta. Satu Pendekatan Yang Humanis dan Solutif, Sementara Yang Lainnya Reaktif dan Terkesan Arogan! HITVBERITA.COM | Purwakarta– Wakil Bupati Purwakarta, Abang Ijo Hapidin, […]

  • Oknum Prajurit Yonif 201 Diduga Mabuk dan Berbuat Onar di Lokasi Prostitusi Ciracas!

    Oknum Prajurit Yonif 201 Diduga Mabuk dan Berbuat Onar di Lokasi Prostitusi Ciracas!

    • 2Komentar

    Seorang oknum prajurit TNI dari Batalyon Infanteri (Yonif) 201/Jaya Yudha, diduga kembali membuat keonaran di kawasan prostitusi liar yang dikenal dengan sebutan “Boker”, di Kelurahan Ciracas, Jakarta Timur, pada Selasa dini hari (20/5/2025). HITVBERITA.COM | Jakarta — Menurut informasi yang dihimpun dari warga setempat, oknum prajurit berinisial YKN tersebut datang ke lokasi sekitar pukul 01.00 […]

  • Pelantar Warga Penuba Roboh Dihantam Gelombang, Polisi Gerak Cepat Tinjau Lokasi Kejadian

    Pelantar Warga Penuba Roboh Dihantam Gelombang, Polisi Gerak Cepat Tinjau Lokasi Kejadian

    • 0Komentar

    Oleh Ruslan LGA Cuaca ekstrem kembali melanda wilayah pesisir Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau. Gelombang tinggi disertai angin kencang pada Rabu (13/8/2025) dini hari merobohkan pelantar rumah milik Jumardi, warga Desa Penuba, Kecamatan Selayar. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kerugian materiil ditaksir mencapai Rp 52 juta. HITVBERITA.COM | Lingga — Peristiwa terjadi sekitar pukul 02.30 WIB. […]

expand_less