Minggu, 1 Mar 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Sorot » Aroma Korupsi di Poros Jihing: Lembaphum Somasi PUPR Sukamara

Aroma Korupsi di Poros Jihing: Lembaphum Somasi PUPR Sukamara

  • account_circle Royke Jhony Piay
  • calendar_month Minggu, 30 Nov 2025
  • visibility 168
  • print Cetak

HITVBERITA.COM | Sukamara – DPD Lembaga Advokasi Penegakan Hukum Masyarakat Kalimantan Tengah (Lembaphum Kalteng) melayangkan somasi kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Sukamara terkait dugaan penyimpangan proyek peningkatan jalan poros Jihing. Surat somasi itu dikirim secara elektronik pada Jumat, 28 November 2025.

Proyek yang tengah dikerjakan CV Miftahul Ulun senilai lebih dari Rp5,6 miliar tersebut bersumber dari APBD Perubahan Kabupaten Sukamara dan memiliki masa kerja 90 hari, terhitung sejak 17 September 2025 hingga 15 Desember 2025.

Sekretaris DPD Lembaphum Kalteng, Julius, mengatakan somasi dilayangkan sebagai langkah awal pengungkapan dugaan kerugian negara dalam pelaksanaan proyek.

“Ini langkah awal dalam mengungkap dugaan korupsi pada proyek tersebut,” ujar Julius, Sabtu (29/11/2025).

Menurut Julius, pihaknya menilai Dinas PUPR lalai dalam pengawasan, bahkan diduga turut serta membiarkan penyimpangan, mulai dari perencanaan hingga pekerjaan lapangan.

“Diduga melanggar Perpres Nomor 12 Tahun 2021 tentang Pengadaan Barang dan Jasa, termasuk potensi pelanggaran perizinan pertambangan ilegal oleh pelaksana,” katanya.

Somasi itu belum diberikan batas waktu tertentu karena proyek masih berjalan hingga penutupan tahun anggaran.

Lembaphum meminta Dinas PUPR segera menanggapi surat yang telah dikirim melalui WhatsApp, baik kepada mantan Kepala Bidang Bina Marga, Giajeng Wulandari, maupun pejabat pengganti yang kini menjabat sebagai Kabid Bina Marga.

“Via WhatsApp sudah kami kirimkan. Surat fisik akan disampaikan Senin depan,” ujar Julius.

Ia menegaskan, bila somasi tak direspons, Lembaphum akan melaporkan kasus tersebut kepada instansi penegak hukum sesuai tembusan surat.

Sementara itu, mantan Kabid Bina Marga, Giajeng Wulandari, membenarkan adanya proyek tersebut. Ia menyatakan dirinya tak lagi berwenang karena sudah tidak menjabat sebagai pelaksana teknis.

“Kalau dugaan, mungkin saja terjadi oleh pelaksana di lapangan,” kata Giajeng saat dihubungi, Kamis, 27 November 2025.


“Silakan hubungi Kabid BM yang baru. Mereka yang tahu teknisnya,” jelasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, Kabid Bina Marga yang baru belum memberikan respons atas permintaan klarifikasi yang dikirim melalui pesan WhatsApp.(ig/rjp/tr)

  • Penulis: Royke Jhony Piay

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sidang Ahmad dan Wahyu di PN Kapuas Kembali Ditunda, DPD LEMBAPHUM Soroti Dugaan Cacat Prosedur

    Sidang Ahmad dan Wahyu di PN Kapuas Kembali Ditunda, DPD LEMBAPHUM Soroti Dugaan Cacat Prosedur

    • calendar_month Sabtu, 6 Des 2025
    • account_circle Royke Jhony Piay
    • visibility 126
    • 0Komentar

    KAPUAS | HITV – Pengadilan Negeri (PN) Kapuas kembali menunda sidang perkara Ahmad (A) bin Arbani dan Wahyu Pangestu (WP) bin Mus pada Rabu (3/12/2025). Dalam agenda seharusnya, majelis akan mendengarkan replik Jaksa Penuntut Umum (JPU) atas pledoi pribadi yang dibacakan salah satu terdakwa pada sidang sebelumnya. Kedua terdakwa menjalani proses hukum dengan nomor perkara […]

  • WRC–PAN RI Adukan Penanganan Perkara Hj. Sanawiyah ke Propam Polri

    WRC–PAN RI Adukan Penanganan Perkara Hj. Sanawiyah ke Propam Polri

    • calendar_month Jumat, 5 Des 2025
    • account_circle Royke Jhony Piay
    • visibility 84
    • 0Komentar

    Lembaga Pemerhati Watch Relation of Corruption – Pengawas Aset Negara (WRC–PAN RI) melayangkan pengaduan resmi kepada Divisi Propam Mabes Polri dan Propam Polda Kalimantan Selatan terkait dugaan pelanggaran prosedur dalam penanganan perkara hukum yang menjerat Hj. Sanawiyah. Pengaduan itu disampaikan pada Kamis (4/12/2025). BANJAR | HITVberita — Dalam laporan tersebut, WRC–PAN RI menilai proses penyidikan […]

  • Zulmansyah Sekedang: PWI Bukan Milik Segelintir Orang

    Zulmansyah Sekedang: PWI Bukan Milik Segelintir Orang

    • calendar_month Minggu, 15 Jun 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 45
    • 0Komentar

    Zulmansyah Sekedang Ketua Umum PWI hasil KLB Jakarta 2024. (Dok/Foto/Raffa) Reporter: Raffa Christ Manalu   Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) hasil Kongres Luar Biasa, Zulmansyah Sekedang, menyerukan kepada seluruh wartawan Indonesia agar tidak terjebak dalam narasi keliru terkait kepemimpinan organisasi. Ia menegaskan, PWI adalah rumah bersama, bukan milik kelompok tertentu.   HITVBERITA.COM | Jakarta— […]

  • Halangi Pedagang Kaki Lima, Kini Jalur Puncak Dipasang Pagar Besi Runcing       

    Halangi Pedagang Kaki Lima, Kini Jalur Puncak Dipasang Pagar Besi Runcing       

    • calendar_month Jumat, 8 Nov 2024
    • account_circle
    • visibility 33
    • 0Komentar

    HiTvBerita.com | Bogor – Sepanjang tepian jalur Puncak Bogor, kini dipasang pagar besi runcing dengan tinggi sekitar 2 meter, Pemasangan Pagar ini merupakan salah satu antisipasi Pemkab Bogor, terhadap para Pedagang Kaki Lima, agar tidak lagi berdagang disepanjang jalan tersebut, sejak penggusuran pada bulan Juli dan Agustus 2024 lalu.             Hal ini dijelaskan oleh Sekda Kabupaten […]

  • SUHAIMI KEPALA DESA TERONG MENGUCAPKAN SELAMAT HUT RI KE-79

    SUHAIMI KEPALA DESA TERONG MENGUCAPKAN SELAMAT HUT RI KE-79

    • calendar_month Rabu, 14 Agt 2024
    • account_circle Redaksi
    • visibility 28
    • 0Komentar

    Dibaca: 15

  • Hari Pers Nasional 2026: Menjaga Pers Sehat di Tengah Arus Digital

    Hari Pers Nasional 2026: Menjaga Pers Sehat di Tengah Arus Digital

    • calendar_month Senin, 9 Feb 2026
    • account_circle webtable
    • visibility 289
    • 0Komentar

    Oleh: Jessica Evangeli Aris SETIAP 9 Februari, insan pers Indonesia memperingati Hari Pers Nasional (HPN) sebagai penanda sejarah panjang perjuangan jurnalistik di negeri ini. PENETAPAN HPN melalui Keputusan Presiden Nomor 5 Tahun 1985 merujuk pada tanggal berdirinya Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), 9 Februari 1946 di Surakarta. Momentum ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan pengingat atas […]

expand_less