Arus Petikemas Terminal Teluk Lamong Group Tembus 2 Juta TEUs pada Triwulan III 2025
- account_circle Redaksi
- calendar_month Jumat, 17 Okt 2025
- visibility 32
- print Cetak

David Padapotan Sirait sampaikan kepada Hitvberita.com bahwa pada kuartal ketiga tahun 2025, seluruh terminal di bawah pengelolaan TTL menunjukkan peningkatan arus petikemas yang signifikan. (Foto/KN/Hitv/)
Penulis: Kalaus Naibaho
Kinerja positif kembali ditorehkan PT Terminal Teluk Lamong (TTL) Group. Hingga akhir triwulan III tahun 2025, total arus bongkar muat petikemas di seluruh terminal yang dikelola perusahaan itu mencapai 2.043.111 TEUs, menunjukkan tren pertumbuhan yang konsisten di tengah dinamika sektor logistik nasional.
HITVBERITA.COM | Surabaya — Capaian tersebut mencerminkan efektivitas strategi operasional serta transformasi bisnis yang dijalankan TTL dalam beberapa tahun terakhir. Sebagai pengelola tiga terminal petikemas di lingkungan Pelindo Regional 3, TTL terus berupaya memperkuat sinergi antar-terminal untuk meningkatkan produktivitas layanan.

Sebagai pengelola tiga terminal petikemas di lingkungan Pelindo Regional 3, TTL terus berupaya memperkuat sinergi antar-terminal untuk meningkatkan produktivitas layanan. (Dok/Foto/KN/Hitv)
“Pada kuartal ketiga tahun ini, seluruh terminal di bawah pengelolaan TTL menunjukkan peningkatan arus petikemas yang signifikan,” David Pandapotan Sirait, kepada Hitvberita.com, Kamis (16/10/2025).
Dijelaskan lebih jauh oleh David bahwa capaian tersebut, menurutnya merupakan indikator positif dari sinergi operasional yang semakin solid, optimalisasi infrastruktur terminal, serta konsistensi pihaknya dalam pengembangan sumber daya manusia.
Pertumbuhan Merata di Tiga Terminal
SECARA rinci, Terminal Petikemas Lamong (TPK Lamong) mencatatkan arus petikemas sebesar 681.969 TEUs, atau tumbuh 3,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024 sebesar 658.526 TEUs. Peningkatan ini ditopang oleh ekspansi layanan petikemas internasional, dengan pembukaan beberapa rute baru ke China, Taiwan, Korea, dan Timur Tengah sepanjang 2025.
Sementara itu, Terminal Petikemas Nilam (TPK Nilam) mencatat kinerja lebih impresif dengan pertumbuhan 12 persen menjadi 357.536 TEUs, naik dari 318.520 TEUs pada 2024. Lonjakan tersebut didorong oleh peningkatan arus petikemas domestik, terutama dari rute Makassar, Banjarmasin, Kendari, Baubau, dan Berau.
Adapun Terminal Petikemas Berlian (TPK Berlian) membukukan arus petikemas 1.003.606 TEUs, tumbuh 2 persen dibandingkan tahun lalu sebanyak 987.408 TEUs. Kinerja positif itu ditopang oleh aktivitas tinggi di jalur pengiriman menuju wilayah Indonesia Timur, memperkuat peran TPK Berlian sebagai simpul penting dalam rantai logistik nasional.
Fokus pada Penguatan SDM dan Transformasi Operasional
TTL menilai bahwa keberhasilan peningkatan kinerja operasional tidak terlepas dari peran sumber daya manusia (SDM) yang kompeten dan adaptif. Karena itu, perusahaan secara aktif mengembangkan berbagai program pelatihan dan sertifikasi teknis di bidang Container Terminal Operation, manajemen risiko, serta penerapan standar K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja).
“Performa perusahaan akan semakin optimal apabila didukung oleh SDM yang kompeten dan bersemangat. Pengembangan keahlian dan budaya kerja berkualitas menjadi bagian integral dari strategi jangka panjang kami,” tutur David.
Selain penguatan SDM, TTL juga terus melakukan optimalisasi proses bisnis berbasis digital dan efisiensi energi di setiap lini operasional. Langkah ini sejalan dengan visi Pelindo untuk mewujudkan pelabuhan modern yang berdaya saing global serta mendukung target nasional dalam menurunkan biaya logistik.
Menatap Pasar Global
DENGAN capaian operasional yang solid hingga triwulan III 2025, TTL optimistis mampu mempertahankan momentum pertumbuhan hingga akhir tahun. Konsistensi dalam peningkatan kinerja dan pengembangan SDM menjadi modal kuat bagi TTL untuk memperkuat kontribusinya terhadap konektivitas logistik nasional dan perdagangan internasional.
“TTL akan terus berinovasi dan berkolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan untuk mewujudkan ekosistem logistik yang efisien, berkelanjutan, dan berdaya saing,” pungkas David. (///)
- Penulis: Redaksi

Saat ini belum ada komentar