Bang Ijo Gabung PSI, Demokrat Purwakarta: Kurang Etika Politik!
- account_circle
- calendar_month Sabtu, 5 Apr 2025
- visibility 65
- print Cetak

Keputusan Kontroversial Wakil Bupati Purwakarta, Abang Ijo Hapidin, Bergabung Dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Akhirnya Telah Memicu Perbincangan Pro-Kontra di Kalangan Elit Politik di Wilayah Kabupaten Purwakarta!
HITVBERITA.COM | Purwakarta- Sebagian pihak menganggap bahwa keputusan yang diambil oleh Wakil Bupati Purwakarta tersebut adalah sebagai langkah cerdas. Namun, sebagian pihak lainnya justru mempertanyakan terkait loyalitas Bang Ijo terhadap Partai Demokrat, partai yang mengusungnya dalam Pilkada Purwakarta 2024.
Perlu diketahui bahwa perjalanan politik Bang Ijo sebelum bergabung dengan PSI, dia pernah menjadi calon legislatif (caleg) dari PKB di Daerah Pemilihan (Dapil 2) Purwakarta, namun kemudian dia lebih memilih mundur dan bergabung dengan Partai Nasdem untuk maju dalam pemilihan legislatif tingkat Provinsi Jawa Barat.
Keputusan terbaru Bang Ijo untuk pindah ke PSI, menurut Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kabupaten Purwakarta, dinilai tidak mencerminkan etika politik yang baik.
Ketua Badan Pembinaan Organisasi Keanggotaan dan Kaderisasi (BPOKK) DPC Partai Demokrat Purwakarta, Dulnasir, mengungkapkan bahwa dirinya tidak diberi kabar sebelumnya mengenai niat Bang Ijo bergabung dengan PSI.
Dulnasir mengaku justru mengetahui kabar tersebut hanya melalui media sosial yang memperlihatkan foto Bang Ijo bersama Ketua PSI.
“Kami tidak diberi informasi sebelumnya. Saya sudah mengonfirmasi ke DPP, dan ternyata Bang Ijo tidak sowan atau memberi tahu langsung,” ujar Dulnasir pada Jumat, 4 April 2025.
Dulnasir pun mengungkapkan kekecewaannya atas sikap Bang Ijo yang dianggap mengabaikan etika politik. Menurutnya, Bang Ijo seharusnya memberi tahu atau meminta izin ke DPP terlebih dahulu sebelum membuat keputusan tersebut.
“Dalam Pilkada, dia datang ke kami, berharap diusung, bahkan sampai ‘ngemis-ngemis’ agar mendapatkan rekomendasi. Secara etika, seharusnya dia memberi kabar atau pamit,” ujar Dulnasir.
Lebih jauh Dulnasir menyampaikan bahwa meski partai mendukung hak Bang Ijo untuk berpindah partai, namun cara Bang Ijo melakukannya tanpa komunikasi yang baik dianggap sebagai tindakan yang tidak beretika.
Dulnasir menegaskan bahwa jika keputusan Bang Ijo untuk bergabung dengan PSI terbukti resmi, DPC, DPD, dan DPP Demokrat akan mengambil langkah tegas.
“Kami akan segera berkoordinasi dan jika Bang Ijo sudah resmi menjadi anggota partai lain, kami akan pecat dia dari keanggotaan Partai Demokrat,” ujar Dulnasir.
Hingga berita ini diturunkan, Wakil Bupati Purwakarta, Abang Ijo Hapidin, belum memberikan pernyataan resmi mengenai kekecewaan Partai Demokrat terhadap keputusannya. (**)
Reporter: Raffa Christ Manalu
Editor: AYS Prayogie
- Penulis:

Saat ini belum ada komentar