Sabtu, 30 Mei 2026
light_mode

Bara di Ambon, Seruan Damai di Tengah Puing

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Minggu, 24 Agt 2025
  • print Cetak

Oleh AYS Prayogie

Senja berganti malam di Ambon. Suara azan dari masjid terdengar lirih, berpadu dengan dentang lonceng gereja di kejauhan. Dua suara itu seakan menjadi pengingat: meski sempat dilanda bara, doa dan harapan untuk kedamaian tidak pernah berhenti mengalun dari tanah para basudara.

SIANG itu, Selasa (19/8/2025), asap tipis masih mengepul dari tumpukan kayu yang hangus terbakar di Desa Hunut Durian Patah, Kecamatan Teluk Ambon.

Di sudut jalan, tampak beberapa warga duduk termenung menatap sisa rumah mereka yang kini hanya berupa puing.

Bau kayu terbakar pun masih menyengat, bercampur dengan aroma tanah basah setelah petugas pemadam kebakaran berjam-jam berjibaku melawan api.

“Semua sudah habis. Kami hanya sempat lari menyelamatkan diri,” ujar salah seorang ibu, warga Desa Hunut Durian Patah, sambil menggandeng tangan dua anaknya. Ia pun tak kuasa menahan tangis, mengenang rumah dan barang berharga miliknya, yang musnah seketika.

Bentrok yang dipicu peristiwa penikaman pada siang hari itu menjalar cepat. Warga panik, sebagian berlarian, sebagian lagi berusaha menolong tetangga. Dalam hitungan jam, belasan rumah di Desa Hunut terbakar. Sirene mobil pemadam meraung di antara jerit tangis warga.

WALI Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena, turun langsung meninjau lokasi. Dengan wajah serius, ia pun dengan tegas menyerukan agar masyarakat menahan diri dan tidak terprovokasi.

“Saat ini aparat kepolisian masih mengidentifikasi pelaku. Kita serahkan sepenuhnya kepada pihak keamanan untuk menangkap pelaku,” ujar Wattimena saat itu, di hadapan warga.

Ia memastikan, Dinas Pemadam Kebakaran bergerak cepat sehingga api dapat dikendalikan meski belasan rumah luluh lantak.

PULUHAN personel TNI dan Polri dikerahkan untuk meredam meluasnya konflik. Sejak sore, aparat berjaga di jalan utama desa. Malam harinya, lampu sorot kendaraan taktis menyinari perkampungan yang baru saja dilanda amuk massa.

“Saat ini seluruh personel dari Polri sudah berada di lokasi kejadian agar situasi tetap aman dan terkendali,” tegas Wattimena.

Kehadiran aparat sedikit melegakan warga, meski ketakutan masih terasa. Banyak yang memilih bermalam di rumah keluarga terdekat atau tempat ibadah untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan.

BAGI masyarakat Ambon, peristiwa di Hunut-Durian Patah ini seakan membuka kembali luka lama. Dua dekade lalu, Ambon pernah menjadi episentrum konflik komunal yang mengguncang Indonesia.

Konflik Ambon pecah pada Januari 1999, berawal dari bentrokan kecil di Terminal Batu Merah, yang kemudian meluas menjadi kerusuhan bernuansa agama. Gelombang kekerasan melanda hingga 2002, menelan lebih dari 5.000 korban jiwa dan memaksa ratusan ribu warga mengungsi. Rumah ibadah, sekolah, dan permukiman banyak yang rata dengan tanah.

Perdamaian baru mulai terbangun setelah ditandatanganinya Perjanjian Malino II pada Februari 2002. Sejak itu, Ambon perlahan bangkit, membangun kembali rasa persaudaraan yang sempat terkoyak. Meski demikian, bara kecil kerap muncul, mengingatkan bahwa kerukunan di Maluku adalah proses panjang yang harus dijaga bersama.

SERUAN DAMAI

WALI Kota Ambon Bodewin M. Wattimena kembali mengingatkan pentingnya menjaga persatuan.

“Kami berharap situasi semakin kondusif. Masyarakat tetap tenang, tidak terprovokasi. Mari kita jaga keamanan dan ketertiban di Kota Ambon bersama basudara semua,” ujarnya.

Seruan itu bergema di tengah trauma warga yang masih teringat kerusuhan lama. Ambon yang kini dikenal sebagai city of music dan simbol keragaman, kembali diuji untuk meneguhkan perdamaian yang telah dirintis dengan susah payah.

HARAPAN WARGA

Meski kehilangan harta benda, sebagian warga tetap menyimpan asa.

“Jangan ada lagi darah, jangan ada lagi api. Kita semua orang Ambon, semua basudara,” kata seorang tokoh masyarakat Negeri Hitu dengan suara bergetar.

Senja berganti malam di Ambon. Suara azan dari masjid terdengar lirih, berpadu dengan dentang lonceng gereja di kejauhan. Dua suara itu seakan menjadi pengingat: meski sempat dilanda bara, doa dan harapan untuk kedamaian tidak pernah berhenti mengalun dari tanah para basudara. (///)

Cijantung, 24 Agustus 2025

Penulis adalah wartawan aktif media syber | Pemimpin Redaksi portal berita Hitvberita.com | Ketua Umum Organisasi Media Independen Online (MIO) Indonesia | Tinggal dan menetap di Wilayah Cijantung

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Cegah Gesekan Suporter, Kapolres Purwakarta Turun ke Lapangan Imbau Bobotoh dan Jakmania Jaga Kondusivitas

    Cegah Gesekan Suporter, Kapolres Purwakarta Turun ke Lapangan Imbau Bobotoh dan Jakmania Jaga Kondusivitas

    • 0Komentar

    Kapolres Purwakarta turun langsung memantau pengamanan laga Persib Bandung versus Persija Jakarta di kawasan Pertigaan Kaum, Minggu, 10 Mei 2026, guna mengantisipasi gangguan kamtibmas dan konvoi suporter. PURWAKARTA | HITV – Dalam rangka memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif saat berlangsungnya pertandingan BRI Super League 2025/2026 antara Persib Bandung melawan Persija Jakarta, Kapolres […]

  • Surat Terbuka untuk PDI Perjuangan!

    Surat Terbuka untuk PDI Perjuangan!

    • 0Komentar

    MASIH segar dalam ingatan kami semuanya, ketika Ahok dikalahkan dengan politik identitas. Dalam pidato pertama Anies Baswedan setelah pelantikannya sebagai Gubenur DKI Jakarta. Pernyataannya yang hingga saat ini tak bisa diabaikan begitu saja: “penjajahan atas pribumi” yang memecah belah bangsa. Pernyataan ini akan selalu dikenang karena telah merobek tenun kebangsaan. Kami juga masih ingat ketika […]

  • Orange Handmade: Dari Rajutan Sederhana Menjadi Kekuatan UMKM Berdaya Saing

    Orange Handmade: Dari Rajutan Sederhana Menjadi Kekuatan UMKM Berdaya Saing

    • 0Komentar

    Di tengah derasnya arus modernisasi dan ketatnya persaingan industri kreatif, kehadiran pelaku UMKM yang konsisten menjaga nilai, kualitas, dan identitas lokal menjadi harapan baru bagi penguatan ekonomi berbasis kreativitas. JAKARTA, HITV–  Salah satu contoh nyata tersebut datang dari Orange Handmade, yakni sebuah usaha berbasis kerajinan rajut yang tumbuh dari ketekunan dan keberanian berinovasi. Dirintis sejak […]

  • Satlantas Polres Lingga Edukasi Pengendara Melalui Pembagian Brosur Keselamatan

    Satlantas Polres Lingga Edukasi Pengendara Melalui Pembagian Brosur Keselamatan

    • 0Komentar

    Penulis: Yulizar Anwar  Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Kepolisian Resor Lingga menggelar sosialisasi keselamatan berlalu lintas dengan membagikan brosur kepada para pengendara roda dua dan roda empat di sejumlah titik keramaian di Dabo Singkep, Kabupaten Lingga, Jumat (3/10/2025). HITVBERITA.COM | DABO SINGKEP — Kegiatan yang bersifat preventif dan edukatif ini bertujuan menumbuhkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya […]

  • Mad Square 2025 Avi To𝚛rent

    Mad Square 2025 Avi To𝚛rent

    • 0Komentar

    ZIP password is: 123 ➡ DOWNLOAD ZIP Trois copains du collège naviguent dans leur vie dans la vie du campus. Le Square 2025 télécharge les films Terent Meilleur site pour regarder Square 2025 Mad Square 2025 Streaming de films en ligne Mad Square 2025 Films pour enfants à imaginer Mad Square 2025 Série animée TOPSERSONAL […]

  • KOMITMEN ZERO HALINAR, LAPAS TANJUNGPANDAN GANDENG POLRES DAN BNNK BELITUNG RAZIA BLOK DAN TEST URINE

    KOMITMEN ZERO HALINAR, LAPAS TANJUNGPANDAN GANDENG POLRES DAN BNNK BELITUNG RAZIA BLOK DAN TEST URINE

    • 0Komentar

    HiTvBerita.com | Belitung – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tanjungpandan terus perkuat pengawasan dan keamanan dengan menggelar razia Blok Hunian Dan Test Urine Bagi Petugas dan Warga Binaan Kamis (3/7/2025). Razia ini merupakan upaya pencegahan dan deteksi dini terhadap barang-barang terlarang di Lapas. Sebelum pelaksanaan, Kalapas Tanjungpandan Bersama Kepala BNNK Belitung dan Kasat Narkoba Polres […]

expand_less