Bupati Karimun Paparkan Rangkaian Peringatan HUT ke-80 RI dan Upaya Atasi Kelangkaan Beras
- account_circle Redaksi
- calendar_month Senin, 18 Agt 2025
- visibility 30
- print Cetak

Bupati Karimun saat paparkan rangkaian kegiatan peringatan HUT ke-80 RI. dan upaya atasi kelangkaan Beras. (Foto/Pul/HITV)
Penulis: M Saipul
Peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Karimun berlangsung khidmat dengan sejumlah rangkaian kegiatan. Bupati Karimun Ing Iskandarsyah bersama Wakil Bupati Rocky Marciano Bawole menyampaikan apresiasi atas partisipasi masyarakat sekaligus menekankan pentingnya mengenang jasa para pahlawan.
HITVBERITA.COM | Karimun — Rangkaian kegiatan dimulai dengan pengukuhan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) di Gedung Nasional. Malam harinya dilanjutkan dengan pawai obor Taptu di panggung Putri Kemuning, Coastal Area.
Puncak peringatan digelar pada Minggu (17/8/2025) pagi melalui upacara bendera dan detik-detik proklamasi di Coastal Area, yang dihadiri jajaran pemerintah daerah dan forkopimda.
Sebagai bagian dari peringatan, dilakukan pula tabur bunga di laut. “Kita tahu, pahlawan tidak hanya gugur di darat, tetapi juga di laut. Tradisi tabur bunga ini menjadi pengingat akan pengorbanan mereka dalam mempertahankan kemerdekaan,” ujar Ing Iskandarsyah.
Bupati Karimun juga menekankan pentingnya meneladani semangat para pendiri bangsa.
“Soekarno-Hatta berjuang mati-matian untuk kemerdekaan. Mereka mengorbankan nyawa, harta, bahkan keluarga demi berdirinya Republik ini. Semangat itu harus kita jaga,” katanya.
Menurut Iskandarsyah, peringatan kemerdekaan ke-80 tahun menjadi momentum untuk memperkuat tekad membangun bangsa yang adil, makmur, dan sejahtera.
“Kita berharap Indonesia semakin maju dan berkembang, membawa kedamaian bagi rakyat,” ujarnya.
Selain membahas peringatan HUT RI, Bupati Karimun juga menyinggung isu kelangkaan beras yang belakangan dirasakan masyarakat.
Ia menjelaskan, persoalan pasokan beras tidak hanya terjadi di Karimun, melainkan juga di sejumlah daerah lain.
“Informasi yang kami dapat, ada penggilingan besar yang terhenti karena kasus beras oplosan. Untuk regulasinya saya belum bisa memastikan,” kata Iskandarsyah.
Meski demikian, pemerintah daerah memastikan stok beras masih aman.
“Untuk beras SPHP dari Bulog, kita punya cadangan sekitar 500 ton khusus Karimun. Di Batam juga stoknya masih cukup banyak,” ujarnya.
Bupati Ing Iskandarsyah menambahkan, harga beras Bulog saat ini relatif stabil.
“Harga pasarnya Rp65.000 per karung. Bulog sudah menurunkan menjadi Rp59.000, dan kami bersama wakil bupati memberikan tambahan subsidi Rp4.000 sehingga masyarakat bisa mendapatkannya seharga Rp55.000. Kualitasnya cukup bagus, beras pulen juga tersedia,” tutur Iskandarsyah. (///)
- Penulis: Redaksi

Saat ini belum ada komentar