Demplot Cabai Organik di Petarangan Jadi Model Pertanian Berkelanjutan, Petani Kemranjen Didorong Naik Kelas
- account_circle R. Ahdiyat
- calendar_month Selasa, 3 Feb 2026
- visibility 85
- comment 0 komentar
- print Cetak

Lokasi Demplot Tani jenis Tanaman Cabai di Desa Petarangan Kecamatan Kemranjen Kabupaten Banyumas. (dok/ft/catur)
Upaya mendorong pertanian ramah lingkungan dan berkelanjutan mulai dikembangkan di tingkat desa. Paguyuban Tani Unggulan Kecamatan Kemranjen, Kabupaten Banyumas, menggelar penanaman demplot cabai berbasis pupuk organik di Desa Petarangan.
BANYUMAS | HITV— Lahan percontohan tersebut diharapkan menjadi ruang belajar bersama bagi petani untuk beralih ke sistem budidaya yang lebih sehat dan berorientasi jangka panjang.
Demplot cabai tersebut dirancang sebagai model pertanian berkelanjutan yang mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia. Selain menjaga kesuburan tanah, pendekatan ini dinilai lebih adaptif terhadap tantangan lingkungan dan kebutuhan pangan masa depan.
Kegiatan ini mendapat dukungan lintas unsur. Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Petarangan terlibat langsung sejak tahap persiapan lahan hingga penataan demplot.
Keterlibatan lintas unsur tersebut menjadi penanda komitmen desa dalam membangun sektor pertanian sebagai penopang utama ekonomi lokal.
Ketua Paguyuban Tani Unggulan Kecamatan Kemranjen, Ma’rufiyatno, mengatakan demplot ini menjadi langkah awal memperkenalkan praktik budidaya cabai yang lebih ramah lingkungan kepada petani.
Ia menjelaskan, penggunaan pupuk organik secara tepat tidak hanya berdampak pada hasil panen, tetapi juga pada kesehatan tanah dalam jangka panjang. Menurut dia, demplot tersebut menjadi media pembelajaran kolektif agar petani memahami cara bertani yang berkelanjutan dan bertanggung jawab terhadap lingkungan.
Ma’rufiyatno juga menekankan pentingnya dukungan dari para pemangku kepentingan. Kehadiran unsur pemerintah kecamatan, pemerintah desa, DPRD, hingga lembaga desa, menurut dia, memberi dorongan moral yang signifikan bagi petani untuk terus berinovasi dan meningkatkan kepercayaan diri.
Dukungan terhadap kegiatan ini juga datang dari kalangan media. Ketua MIO Indonesia sekaligus pemilik portal berita HitvBerita.com, AYS Prayogie, menyatakan bahwa pengembangan demplot cabai organik sejalan dengan agenda penguatan ketahanan pangan nasional.
Ia menilai, media tidak hanya berperan menyampaikan informasi, tetapi juga dapat menjadi bagian dari ekosistem pendukung pembangunan sektor pangan. Demplot di Desa Petarangan, menurutnya, dapat menjadi contoh konkret pertanian organik berkelanjutan yang layak direplikasi di wilayah lain.
Bagi petani pelaksana demplot, Imam Mutakin, pendekatan berbasis pupuk organik dinilai relevan dengan kondisi lahan saat ini. Ia merasakan perubahan struktur tanah yang lebih gembur serta tanaman yang tumbuh lebih sehat.
Imam menuturkan, demplot tersebut tidak hanya bermanfaat bagi petani yang terlibat langsung, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran bagi petani lain di sekitarnya. Pendampingan dari tenaga ahli pertanian, termasuk penjelasan ilmiah mengenai teknik budidaya, membuat petani lebih yakin bahwa metode ini dapat memberikan hasil yang berkelanjutan.
Pandangan serupa disampaikan warga Desa Petarangan, Mas Sadrim. Ia menilai demplot cabai organik membawa manfaat yang melampaui hasil panen semata. Pertanian berkelanjutan, menurutnya, berkontribusi pada pelestarian lingkungan sekaligus menjaga kesehatan masyarakat.
Ia berharap keberadaan demplot ini menumbuhkan semangat baru di kalangan petani, terutama generasi muda, bahwa sektor pertanian memiliki masa depan yang menjanjikan dan bermartabat.
Kegiatan penanaman demplot cabai organik ini dihadiri unsur Pemerintah Kecamatan Kemranjen, Pemerintah Desa Petarangan, DPRD Kabupaten Banyumas, Dinas Lingkungan Hidup UPT Sumpiuh, penyuluh pertanian lapangan, BUMDes, kelompok wanita tani, BPD, pendamping desa, serta kelompok-kelompok petani.
Lebih dari sekadar kegiatan tanam, demplot ini menjadi pengingat bahwa pertanian bukan hanya soal produksi hari ini, melainkan juga upaya menjaga keberlanjutan kehidupan di masa depan. Dari desa, fondasi ketahanan pangan nasional dibangun. (\•/)
Editor: Tata Rusmanto
Sumber: HITV Jateng
- Penulis: R. Ahdiyat
