Diduga Keracunan Makanan, Samapta Polres Karimun Evakuasi Siswa SMPN 2 Karimun
- account_circle Redaksi
- calendar_month Kamis, 25 Sep 2025
- visibility 21
- print Cetak

Salah seorang siswi SMP Negeri 2 yang diduga keracunan makanan sedang dievakuasi untuk mendapat pertolongan medis didampingi personal Samapta Polres Karimun. (Foto: Humas Polres Karimun)
Penulis: Saipul
Personel Samapta Polres Karimun bergerak cepat mengevakuasi sejumlah siswa SMP Negeri 2 Karimun yang mengalami gejala sakit perut diduga akibat mengonsumsi makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG), Kamis (25/9/2025).
HITVBERITA.COM | Karimun – Kejadian bermula ketika sebanyak 507 paket MBG dari SPPG Karimun Sungai Lakam I tiba di sekolah pada pukul 08.00 WIB. Setelah santap bersama pukul 09.30 WIB, beberapa siswa mulai merasakan sakit perut, lalu Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Ari Utami Nelyano, yang mendapati 4 siswa sakit segera dibawa ke UKS.
Jumlah siswa yang terdampak kemudian bertambah hingga 14 orang. Melihat kondisi tersebut, pihak sekolah menghubungi tenaga medis. Sekira pukul 11.30 WIB, ambulans Puskesmas Tanjung Balai tiba, dibantu personel Samapta Polres Karimun untuk mengevakuasi para siswa.

Petugas Samapta Polres Karimum mengawal proses evakuasi siswa korban yang diduga keracunan makanan. (Foto: Humas Polres Karimun)
Petugas kesehatan, bersama aparat, juga melakukan pengambilan sampel makanan yang terdiri dari nasi putih, telur, tempe, acar, dan buah semangka untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Hingga saat ini, 4 siswa sudah diperbolehkan pulang, sedangkan 10 lainnya masih menjalani perawatan di Puskesmas Tanjung Balai dan RSUD Muhammad Sani.
Kasat Samapta Polres Karimun, AKP Rizal Rahim, SH, menyampaikan bahwa kehadiran Samapta di lokasi merupakan bentuk respon cepat Polri dalam membantu masyarakat.
“Kami dari Samapta Polres Karimun memastikan evakuasi siswa yang sakit berjalan aman hingga ke Puskesmas Tanjung Balai dan RSUD Muhammad Sani,” ujarnya.
Selain itu, lanjutnya, pihaknya juga ikut mendampingi tim kesehatan dalam proses pengambilan sampel makanan agar penyebab pasti segera diketahui.
- Penulis: Redaksi

Saat ini belum ada komentar