Diduga Salah Kirim BB, Keluarga Korban Pertanyakan Profesionalisme Polisi
- account_circle Redaksi
- calendar_month Selasa, 2 Sep 2025
- visibility 40
- print Cetak
Hingga kini, kasus tabrak lari yang sudah hampir setahun dilaporkan belum menunjukkan perkembangan berarti. Pihak keluarga korban menilai aparat penegak hukum seolah menutup mata dan tidak serius dalam menindaklanjuti perkara tersebut. (Foto /rus/Hitv)
Penanganan kasus tabrak lari yang terjadi di Kabupaten Lingga menuai tanda tanya besar setelah pihak keluarga korban menemukan adanya dugaan kesalahan pengiriman barang bukti tidak sesuai dengan kendaraan yang digunakan pelaku saat kejadian.
HITVBERITA.COM |Lingga – Kanit Laka Lantas Polres Lingga, Sopi Maulana, mengakui terdapat kesalahan dalam pengiriman barang bukti tersebut kepada pihak keluarga.
“Pak Sopi bilang yang di temukan kap motor di lokasi kejadian berwarna putih, ternyata berbeda dengan barang bukti di lokasi terjadinya tabrak lari. Seharusnya barang bukti motor berwarna biru, tapi yang datang justru kap motor bewarna putih,” ujar Eka, anak korban.
“Ada kesalahan dalam pengiriman barang bukti,” ungkap Sopi Maulana kepada keluarga korban, sebagaimana ditirukan saat pertemuan dengan pihak keluarga.
Hingga kini, kasus tabrak lari yang sudah hampir setahun dilaporkan belum menunjukkan perkembangan berarti. Pihak keluarga korban menilai aparat penegak hukum seolah menutup mata dan tidak serius dalam menindaklanjuti perkara tersebut.
“Ini menyangkut profesionalisme aparat. Sudah hampir setahun sejak laporan resmi di buat, tetapi belum ada kepastian hukum. Bahkan barang bukti pun dipertanyakan,” ujar salah satu anggota keluarga korban.
Pihak keluarga mendesak agar kasus ini segera ditindaklanjuti secara serius. Mereka berharap Polres Lingga dapat bekerja profesional dan memastikan keadilan bagi korban dan keluarga.
“Kalau begini terus, bagaimana kami bisa percaya kepada aparat penegak hukum? Kami hanya ingin keadilan ditegakkan sesuai hukum yang berlaku,” tegas keluarga korban. (///)
- Penulis: Redaksi

Saat ini belum ada komentar