Dorong Penghijauan dan Perkuat Ekonomi Petani, Mahasiswa IPB dan GTI Tanam 2.000 Pohon Kopi di Garut
- account_circle Redaksi
- calendar_month Rabu, 9 Jul 2025
- visibility 18
- comment 0 komentar
- print Cetak

Penulis: Kang Aden
Upaya penghijauan di kawasan perdesaan kembali digelorakan. Garda Tipikor Indonesia (GTI) Pengurus Anak Cabang (PAC) Kecamatan Cikajang bersama mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Institut Pertanian Bogor (IPB) menanam sedikitnya 2.000 pohon kopi di lahan Perhutanan Sosial di wilayah Jayasena, Desa Mekarjaya, Kecamatan Cikajang, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Selasa (9/7/2025).
HITVBERITA.COM | Garut — Aksi reboisasi tersebut tidak hanya bertujuan menjaga kelestarian lingkungan, tetapi juga mendukung peningkatan ekonomi petani melalui tanaman bernilai komersial tinggi, seperti kopi dan alpukat.
Kegiatan ini melibatkan petani penggarap dan warga sekitar yang selama ini bergantung pada hasil hutan.

Kehadiran mahasiswa IPB disambut antusias oleh warga masyarakat Desa Mekarjaya, Kecamatan Cikajang, Kabupaten Garut, Jawa Barat. (Dok/Foto/Aden)
Mereka tak hanya membawa bibit tanaman, tetapi juga gagasan-gagasan baru tentang pengelolaan lahan berkelanjutan.
“Ini adalah bentuk nyata sinergi antara pelestarian alam dan peningkatan kesejahteraan masyarakat desa. Kami ingin alam tetap lestari, tapi petani juga sejahtera,” ujar Ketua GTI PAC Cikajang, Dadang Suhendar, saat ditemui di lokasi penanaman.
Selain menanam kopi, para mahasiswa juga menanam alpukat dan sejumlah pohon keras lainnya untuk mencegah erosi serta meningkatkan ketahanan lahan terhadap perubahan iklim.

Ketua GTI PAC Cikajang, Dadang Suhendar. (Dok/Foto/Aden)
Kegiatan ini juga menjadi momentum pembentukan Kelompok Tani Hutan (KTH) Desa Mekarjaya, yang diharapkan menjadi penggerak utama pelestarian lingkungan berbasis komunitas.
“Mahasiswa tidak hanya datang menanam lalu pulang, tetapi juga meninggalkan sistem yang bisa dilanjutkan warga. Pembentukan KTH ini penting agar ada keberlanjutan,” kata Koordinator KKN IPB, Andri Setiawan.
Penanaman pohon di kawasan hulu menjadi strategi penting dalam menjaga ekosistem serta sumber air bagi wilayah sekitar. Di sisi lain, tanaman seperti kopi dan alpukat memberikan nilai tambah ekonomi bagi petani.
Program ini juga sejalan dengan upaya Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam menggalakkan pelestarian lingkungan melalui slogan Gunung Hejo, Rakyat Ngejo — gunung hijau, rakyat sejahtera.
Dadang menambahkan, kegiatan ini diharapkan menjadi percontohan di desa-desa lain di Cikajang dan sekitarnya. “Penghijauan tidak bisa dilakukan sendiri. Butuh kolaborasi semua pihak,” ujarnya.
Dengan semangat gotong royong, para pihak berharap, kegiatan serupa bisa terus digulirkan untuk menjaga hutan, mencegah bencana, sekaligus memperkuat ekonomi warga desa. (**)
- Penulis: Redaksi

Saat ini belum ada komentar