Driver Ojol Minta Polres Kobar Merangkul dan Berikan Wadah Aspirasi
- account_circle Redaksi
- calendar_month Selasa, 2 Sep 2025
- visibility 27
- comment 0 komentar
- print Cetak

Para driver ojol menerima pembagian atribut keselamatan berkendara seperti helm dan rompi reflektif. (Foto: Kistolani/HiTv)
Penulis: Kistolani Mangun Jaya
Kegiatan Safety Riding yang di gelar Polres Kotawaringin Barat (Kobar) di lapangan praktek uji SIM Satlantas Polres Kobar, Senin (1/9/2025), mendapat sambutan positif para pengemudi ojek online (ojol) di Pangkalan Bun, karena selain edukasi keselamatan berkendara, juga momen bagi para driver menyampaikan aspirasinya.
HITVBERITA.COM | Pangkalan Bun –Dalam sesi diskusi terbuka yang berlangsung usai pelatihan, perwakilan driver ojol, Apip, menyampaikan hingga saat ini masih minim ruang komunikasi yang efektif antara komunitas ojol dengan pemerintah daerah maupun kepolisian.
“Terus terang, kami merasakan belum adanya kedekatan dari pemerintah daerah, termasuk dari kepolisian, untuk benar-benar merangkul dan mengajak kami secara terbuka. Kami ini butuh wadah, butuh jalan untuk menyampaikan aspirasi dan kegelisahan di lapangan,” ujar Asep.
Lebih lanjut, ia juga menyinggung soal belum maksimalnya perlindungan sosial bagi para pengemudi yang rentan terhadap risiko kecelakaan kerja.
“Kami ini bekerja di jalanan. Kalau terjadi kecelakaan, bagaimana proses birokrasi yang harus dijalani? Jujur saja, tidak semua dari kami terlindungi oleh BPJS Ketenagakerjaan. Kami berharap ada regulasi yang jelas dan kerjasama yang kongkret ke depannya,” tambahnya, yang juga memyatakan siap menjaga kondusifitas, asal diajak komunikasi dengan Baik.
Komunitas Driver Ojol Pangkalan Bun, telah berkomitmen menjaga situasi tetap kondusif dan menolak aksi-aksi provokatif yang dapat mengganggu ketertiban umum.
“Kami sudah menyatakan sikap bersama pimpinan komunitas lain menjamin tidak akan ada aksi turun ke jalan ataupun unjuk rasa di wilayah hukum Kobar. Kami tahu situasi saat ini rawan dimanfaatkan untuk hal-hal yang tidak benar. Tapi kami juga mohon, jangan hanya diminta jaga kondusifitas tapi kami pun ingin diajak berdiskusi secara terbuka,” tegas Asep.
Ia juga menyoroti format kegiatan seperti Safety Riding ini yang dinilai tidak cukup efektif untuk menjaring aspirasi karena keterbatasan waktu dan kesempatan berbicara.
“Kami butuh pertemuan yang lebih terbuka, bukan dalam format seperti ini yang membatasi komunikasi. Kalau acaranya hanya begini, jujur kami akan pikir-pikir untuk ikut lagi ke depan. Waktu kami sangat berharga, karena kami kerja di lapangan, waktu adalah uang,” ujarnya blak-blakan.
Menanggapi hal tersebut, Kapolres Kobar, AKBP Theodorus Priyo Santosa S.I.K, menyambut baik semua masukan yang disampaikan. Ia menegaskan bahwa pihaknya siap membuka ruang komunikasi dan kolaborasi lebih lanjut dengan komunitas driver ojol.
“Saya apresiasi masukan yang disampaikan. Ini jadi catatan penting bagi kami bahwa bukan hanya keselamatan, tapi komunikasi dua arah juga harus kita jaga. Kami siap fasilitasi wadah dialog yang lebih intensif ke depannya,” ujar Kapolres.
Kegiatan Safety Riding ditutup dengan sesi foto bersama serta pembagian atribut keselamatan berkendara seperti helm dan rompi reflektif kepada peserta.
- Penulis: Redaksi

Saat ini belum ada komentar