Senin, 2 Mar 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Gempa Magnitudo 5,5 Guncang Tapanuli Utara, 1 Tewas dan Infrastruktur Terhambat

Gempa Magnitudo 5,5 Guncang Tapanuli Utara, 1 Tewas dan Infrastruktur Terhambat

  • account_circle
  • calendar_month Rabu, 19 Mar 2025
  • visibility 66
  • print Cetak

Wakil Bupati Taput DR Deni Lumbantoruan bersama rombongan tinjau lokasi gempa dan longsor. (Dok/Foto/Raffa)

Gempa Berkekuatan 5,5 Magnitudo Mengguncang Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), Sumatera Utara, Pada Selasa Pagi, 18 Maret 2025. Gempa Yang Terjadi Pada Pukul 05.22 WIB Itu Menimbulkan Dampak Signifikan, Termasuk Korban Jiwa Dan Kerusakan Infrastruktur.

HITVBERITA.COM | Taput– Berdasarkan data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa tersebut berpusat di kedalaman 10 kilometer, dengan koordinat 1.99 Lintang Utara dan 99.12 Bujur Timur, sekitar 17 kilometer tenggara Tapanuli Utara.

Pejabat sementara Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tapanuli Utara, David Sipahutar, mengonfirmasi bahwa satu orang warga meninggal dunia akibat tertimpa reruntuhan rumah yang hancur akibat gempa tersebut. Korban, yang diketahui bernama Kartini Manalu (68), warga Desa Lobu Pining, Kecamatan Pahae Julu, ditemukan setelah tim pencarian melakukan evakuasi.

“Korban sudah dibawa ke Puskesmas terdekat untuk penanganan lebih lanjut,” ujar David Sipahutar kepada wartawan.

Selain korban jiwa, bencana ini juga menyebabkan terganggunya akses jalan. Material longsoran tanah dan pohon menutup ruas jalan lintas Pahae Julu (Jalinsum) di dua titik, yakni di sekitar lubang ni homang dan Desa Peanomor, sehingga kendaraan tidak dapat melintas.

Korban meninggal dunia akibat gempa bernama Kartini Manalu (68), warga Desa Lobu Pining, Kecamatan Pahae. Korban ditemukan setelah tim pencarian melakukan evakuasi. (Dok/Foto/Raffa)

Pemkab Taput sedang melakukan pendataan dampak bencana dan mengerahkan alat berat untuk membersihkan material longsor yang menghalangi jalan.

Wakil Bupati Tapanuli Utara, DR. Deni Lumbantoruan, bersama Kapolres Taput, Ernis Sitinjak, dan sejumlah pimpinan OPD, langsung meninjau lokasi longsor di Desa Hutabarat Pahae Julu. Mereka memimpin upaya pembersihan material longsor yang menghambat jalan lintas Sumatera (Jalinsum) dan rumah penduduk.

Wabup Deni Lumbantoruan menginstruksikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Taput, Satpol PP, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), serta TNI dan Polri untuk segera turun ke lapangan. Mereka bersama masyarakat bergotong-royong membersihkan sisa-sisa longsoran yang menutupi jalur utama dan rumah-rumah yang terdampak.

“Saat ini kami sedang memastikan bantuan dan perawatan bagi korban luka-luka, seperti Hulman Hutabarat (70), yang kini dirawat di Puskesmas Pahae Julu,” jelas Wabup.

Selain itu, Wakil Bupati juga mengajak masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana lanjutan, seperti cuaca ekstrem dan longsor. Ia mengimbau agar warga segera mencari tempat aman jika merasakan tanda-tanda gempa atau longsor.

“Saya berharap, seluruh masyarakat dapat bersinergi dengan pemerintah daerah dan pihak terkait untuk mempercepat pemulihan kawasan yang terdampak,” tambahnya.

Sebagai langkah pencegahan, Bupati Taput JTP Hutabarat yang sedang berada di Medan, melalui Wakil Bupati, menyarankan agar sekolah di wilayah terdampak gempa diliburkan sementara demi keselamatan siswa, meskipun beberapa sekolah tengah menjalankan ujian tengah semester.

“Pendidikan akan tetap berjalan, tetapi untuk sementara, demi keselamatan bersama, sekolah-sekolah akan diliburkan,” tegas Deni Lumbantoruan.

(HI/Network)

Pewarta: Raffa Christ Manalu
Editor: AYS Prayogie

  • Penulis:

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less