Inspektorat Garut Gelar Bimtek Pengelolaan Dana Desa untuk Perkuat Transparansi
- account_circle Abdul Hapid
- calendar_month Selasa, 2 Des 2025
- visibility 36
- comment 0 komentar
- print Cetak

Dedi Mulyadi Asda II Bidang perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Garut, menegaskan dalam bimtek, bahwa peran sekretaris desa kini menjadi semakin strategis seiring meningkatnya kompleksitas tata kelola pemerintahan desa. (Dok/Foto/Aden/Hitv)
Upaya meningkatkan transparansi dan akuntabilitas di tingkat pemerintahan desa kembali diperkuat melalui penyelenggaraan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengelolaan Dana Desa oleh Inspektorat Daerah Kabupaten Garut. Kegiatan berlangsung di UPT Balai Diklat Kependudukan dan Keluarga Berencana, Jalan RSUD dr. Slamet Garut, Kecamatan Tarogong Kidul, Selasa (2/12/2025).
GARUT | HITV — Asisten Daerah II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Dedy Mulyadi, menegaskan bahwa peran sekretaris desa (sekdes) kini menjadi semakin strategis seiring meningkatnya kompleksitas tata kelola pemerintahan desa. Menurut dia, penyelenggaraan Bimtek ini merupakan langkah penting untuk memperkuat kapasitas administrasi dan kemampuan pengelolaan keuangan aparatur desa.
“Desa merupakan ujung tombak pembangunan dan layanan publik. Karena itu, saya mengajak seluruh sekretaris desa lebih berhati-hati dan tertib dalam mengelola keuangan, selalu berpegang pada regulasi,” ujar Dedy.
Ia berharap forum ini tak sekadar menjadi ruang peningkatan kapasitas, tetapi juga wadah berbagi pengalaman serta menyamakan pemahaman mengenai tata kelola desa yang partisipatif dan responsif.
Peserta Membludak
Ketua pelaksana, Bambang Hernowo, menyebut antusiasme peserta cukup tinggi. Total 421 sekretaris desa mengikuti bimtek yang dibagi dalam tiga gelombang.

Para narasumber berasal dari sejumlah instansi, di antaranya Kejaksaan Negeri Garut, Kantor Pajak Pratama Garut, Bapenda Garut, DPMD Garut, serta Inspektorat Daerah. (Dok/Foto/Aden/Hitv)
Menurut Bambang, materi yang diberikan mencakup penguatan kompetensi administrasi, penyusunan laporan, sistem pelaporan keuangan, hingga perencanaan pembangunan desa. “Sekretaris desa diharapkan mampu menyusun laporan yang transparan, akuntabel, dan memastikan kesesuaian antara perencanaan serta pelaksanaan di lapangan,” katanya.
Menuju Agenda Tahunan
Inspektorat Garut menargetkan Bimtek ini menjadi agenda tahunan sebagai bagian dari pembinaan berkelanjutan kepada aparatur desa. Selain pelatihan tatap muka, pembinaan akan diteruskan melalui pertemuan daring serta kunjungan langsung ke desa-desa untuk menindaklanjuti isu prioritas.
Dengan penguatan kapasitas aparatur desa, Pemerintah Kabupaten Garut berharap tata kelola pemerintahan desa dapat berjalan lebih transparan, akuntabel, serta mampu merespons kebutuhan masyarakat secara lebih efektif. (/*/*/)
Editor: AYS
Sumber: HITV Jabar
- Penulis: Abdul Hapid

Saat ini belum ada komentar