IPJI Gelar Munas: Mencari Jejak Peran Jurnalis dalam Pembangunan Bangsa
- account_circle Redaksi
- calendar_month Selasa, 8 Jul 2025
- visibility 19
- print Cetak

Menteri Dalam Negeri, Prof. H. Muhammad Tito Karnavian, Ph.D dijadwalkan hadir di acara Munas IPJI yang akan dihelat tahun 2025 ini. (Dok/Foto/IPJI)
Oleh: AYS Prayogie
Di tengah arus informasi yang kian deras, peran jurnalis dan penulis tidak hanya sebagai penyampai berita. Mereka juga penafsir zaman, perekam sejarah, dan penjaga nalar publik. Dalam semangat itulah, Ikatan Penulis dan Jurnalis Indonesia (IPJI) bersiap menggelar Musyawarah Nasional (Munas), sebuah perhelatan penting yang diproyeksikan sebagai tonggak konsolidasi dan arah baru organisasi.
MUNAS yang dijadwalkan berlangsung dalam waktu dekat ini akan dibuka langsung oleh Menteri Dalam Negeri, Prof. H. Muhammad Tito Karnavian, Ph.D. Kehadiran Mendagri tak sekadar simbolik. Ia menjadi bagian dari narasi besar yang tengah dibangun IPJI— yakni menjadikan jurnalisme sebagai mitra strategis pembangunan nasional.
Di sebuah ruang kerja di ibu kota, Binsar Siagian, SH, tampak sibuk menuntaskan berkas-berkas persiapan. Ia menjabat sebagai Ketua DPP Bidang Organisasi, Keanggotaan, dan Kaderisasi IPJI—bagian dari garda depan pelaksana Munas.
“Kami tidak hanya menggelar rapat, tapi menata ulang fondasi organisasi. Ini bukan acara seremonial, melainkan ruang strategis untuk menegaskan kembali peran IPJI di tengah dinamika bangsa,” tutur Binsar.

Ketua Organizing Committee (OC) Munas IPJI, Cristy Lemon. (Dok/Foto/IPJI)
Tak jauh dari Binsar, terlihat Ketua Organizing Committee Munas, Cristy Lemon memantau jalannya persiapan teknis.
“Kami ingin Munas ini memberi makna. Hadirnya Mendagri adalah penegas bahwa kerja-kerja jurnalistik punya posisi penting dalam agenda kebangsaan,” tegasnya.
Munas ini tidak hanya berisi laporan pertanggungjawaban atau pemilihan struktur baru. Ia juga diisi dengan dialog lintas tokoh dan lintas generasi. Wakil Menteri Sekretariat Negara, Juri Ardiantoro, SSn, MA, serta mantan Wakil Ketua BPK RI yang juga Guru Besar IPDN, Dr. H. Bachrullah Akbar, dijadwalkan menjadi narasumber.
Penulis pun berharap dari forum ini nantinya akan lahir gagasan segar yang bisa membekali anggota IPJI dalam menghadapi tantangan baru—terutama di tengah maraknya disinformasi dan polarisasi sosial.
Hal ini menjadi sangat relevan terlebih IPJI sebagai organisasi yang sudah besar dan mapan, yang juga telah banyak berkontribusi dalam melahirkan beberapa organisasi pers lainnya, antara lain IMO (Ikatan Media Online), MOI (Media Online Indonesia), dan PWOIN (Persatuan Wartawan Online Independen Nusantara), serta MIO INDONESIA (Media Independen Online Indonesia) yang saat ini organisasi tersebut penulis nakhodai.
Telah banyak prestasi dan capaian yang telah di ukir oleh IPJI dari sejak berdiri hingga saat ini.
Nama IPJI juga baru-baru ini berhasil menorehkan kontribusi dalam penerbitan buku *Gerakan Nasional Berantas Narkoba* yang dibarengi dengan kegiatan Seminar dan Dialog Interaktif tentang Ancaman Bahaya Narkoba pada Lingkungan Dunia Pendidikan dan Masyarakat Umum – dan bahkan dalam kegiatan yang di helat di The Tavia Haritage Hotel itu, penulis pun diberikan tugas untuk menjadi moderator acara.
Buku yang akan diterbitkan IPJI ini bukan sekadar laporan jurnalistik, tapi ajakan kolektif melawan bahaya laten narkotika. Ketua IPJI DKI Jakarta, Herry Sulaeman, memimpin langsung tim penyusunnya.
Menteri Dalam Negeri Tito Karnyavian, dalam kata pengantarnya, menyebut penyalahgunaan narkoba sebagai “musuh nyata” bangsa.
“Ia menggerogoti kesehatan masyarakat dan mengancam masa depan generasi muda,” tulisnya.
Tito menyambut baik peran IPJI sebagai mitra edukasi masyarakat dalam perang melawan narkoba yang, menurutnya, harus dilakukan secara sistematis dan kolaboratif.
Di tengah tekanan algoritma dan logika viralitas, IPJI ingin tetap memegang teguh misi awal: menyajikan karya jurnalistik yang bermutu, jujur, dan mencerdaskan. Munas kali ini adalah upaya untuk memperkuat tekad itu.
“Jurnalisme bukan sekadar profesi. Ia adalah jalan pengabdian,” ujar Cristy Lemon. Sebuah kalimat yang mungkin terdengar sederhana, tetapi dalam konteks IPJI hari ini, menjadi pengingat akan tanggung jawab besar di pundak para penulis dan jurnalis. (**)
Cijantung, Selasa 8 Juli 2025
Penulis adalah Kader IPJI | Ketua Umum MIO INDONESIA| Wartawan Senior Media Online
- Penulis: Redaksi

Saat ini belum ada komentar