Kapolres Pekalongan Kota Ajak Pelajar SMA 4 Jauhi Bullying dan Kejar Prestasi
- account_circle Hadi Lempe
- calendar_month 1 jam yang lalu
- print Cetak

Kapolresta Pekalongan Kora AKBP Dies Ferra saat memberikan sosialisasi anti-bullying di SMA Negeri 4 Kota Pekalongan, Kecamatan Pekalongan Selatan. (Dok/Foto/HL)
Upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan ramah anak terus dilakukan Polres Pekalongan Kota.
PEKALONGAN KOTA, HITV— Melalui program Police Goes to School, Kapolres Pekalongan Kota AKBP Dies Ferra Ningtias mengajak para pelajar SMA Negeri 4 Kota Pekalongan menjauhi perundungan (bullying) dan menyalurkan energi mereka melalui kegiatan positif serta berprestasi.
Pesan tersebut disampaikan AKBP Dies Ferra saat memberikan sosialisasi anti-bullying di SMA Negeri 4 Kota Pekalongan, Kecamatan Pekalongan Selatan, Kamis (27/8/2026).
Dalam kegiatan itu, Kapolres didampingi Kapolsek Pekalongan Selatan Kompol Aries Tri Hartanto, KBO Satbinmas, serta sejumlah personel Polwan Polres Pekalongan Kota.
Di hadapan para siswa, AKBP Dies Ferra menegaskan bahwa perundungan tidak hanya berupa kekerasan fisik. Intimidasi melalui kata-kata, ancaman, ejekan, hingga tindakan di media sosial yang merugikan orang lain juga dapat masuk dalam kategori perundungan.
“Bullying tidak hanya berupa kekerasan seperti penganiayaan ataupun pengeroyokan. Intimidasi secara verbal berupa ancaman dan ejekan serta pencemaran nama baik melalui media sosial juga merupakan bentuk bullying,” ujar Dies Ferra.
Menurut dia, perundungan tidak boleh dianggap sebagai candaan atau bagian dari dinamika pergaulan pelajar. Dampaknya dapat memengaruhi kondisi korban sekaligus membawa konsekuensi hukum bagi pelakunya.
Karena itu, para pelajar diminta tidak menjadi pelaku maupun membiarkan perundungan terjadi di lingkungan sekolah. Mereka juga didorong untuk berani mengambil sikap dan melaporkan apabila mengetahui adanya tindakan yang mengarah pada kekerasan atau intimidasi.
Dies Ferra mengingatkan bahwa kekuatan dan keberanian seorang pelajar seharusnya dibuktikan melalui prestasi, bukan dengan merendahkan atau menyakiti orang lain.
“Saya yakin adik-adik semua memiliki iman yang kuat. Tidak perlu melakukan hal-hal seperti itu. Apabila merasa kuat dan hebat, tunjukkan dengan prestasi yang membanggakan,” katanya.
Ia menilai masa sekolah merupakan fase penting bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi, membangun karakter, sekaligus menemukan bidang yang sesuai dengan bakat mereka. Karena itu, energi, keberanian, dan rasa percaya diri para pelajar perlu diarahkan pada aktivitas yang konstruktif.
Pesan tersebut juga diwujudkan melalui kegiatan turnamen Free Fire Respekta Esport Mania yang digelar Polres Pekalongan Kota bagi siswa SMA Negeri 4 Kota Pekalongan.
Kegiatan itu menjadi wadah bagi pelajar untuk menyalurkan minat, bakat, kreativitas, sekaligus membangun interaksi positif.
Kehadiran polisi di lingkungan sekolah diharapkan tidak hanya memperkuat edukasi tentang hukum dan pencegahan kekerasan, tetapi juga membuka ruang komunikasi yang lebih dekat antara aparat kepolisian dan generasi muda.
Dengan pendekatan tersebut, sekolah diharapkan menjadi ruang yang aman bagi pelajar untuk belajar, berkreasi, berkompetisi secara sehat, serta mengembangkan diri tanpa tekanan kekerasan dan perundungan. (\•/)
Editor: AYS
Sumber: Humas Polres Pekalongan Kota
- Penulis: Hadi Lempe





Dalam menjalankan tugas jurnalistik di lapangan, wartawan HITV dilengkapi Surat Tugas dan ID Card yang masih berlaku dan namanya tercantum dalam Box Redaksi saat di scanning barcode.