Minggu, 30 Agu 2026
light_mode

KNPI Award 2026: Fahira Idris Dorong Pemuda Tak Sekadar Jadi Pewaris, tetapi Kekuatan Bangsa

  • account_circle Bainana Bahthy
  • calendar_month 42 menit yang lalu
  • print Cetak

Penghargaan Advokasi dan Pemberdayaan Sosial Pemuda yang diterima Anggota DPD RI Dapil DKI Jakarta Fahira Idris dalam KNPI Award 2026 tidak dipandangnya sebagai sekadar pengakuan atas kiprah yang telah dilakukan.

JAKARTA, HITV Penghargaan yang diberikan kepada senator Fahira Idris itu justru disebut sebagai amanah untuk memperluas kerja nyata bagi generasi muda dan masyarakat.

Fahira menerima Youth Advocacy & Social Empowerment Award dalam ajang KNPI Award 2026 yang digelar di Jakarta, Sabtu (29/8) malam.

Penghargaan tersebut menjadi bagian dari rangkaian momentum 53 tahun Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) dengan tema “Peran Pemuda, Masa Depan Bangsa!”.

Fahira menyampaikan apresiasi kepada Ketua Umum DPP KNPI Haris Pertama beserta jajaran pengurus. Menurut dia, penghargaan tersebut sekaligus menjadi pengingat agar kerja advokasi dan pemberdayaan tidak berhenti pada seremoni.

“Terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada KNPI atas penghargaan Advokasi dan Pemberdayaan Sosial Pemuda ini. Bagi saya, penghargaan adalah amanah dan pengingat untuk terus berbuat dan bermanfaat,” ujar Fahira seusai menerima penghargaan.

Pemuda Bukan Sekadar Masa Depan

Fahira menilai posisi pemuda semakin strategis di tengah perubahan sosial yang berlangsung cepat. Perkembangan teknologi, transformasi ekonomi, hingga kompleksitas persoalan masyarakat menuntut generasi muda tidak hanya dipersiapkan sebagai penerus, tetapi juga diberi ruang untuk mengambil peran sejak sekarang.

Karena itu, menurut dia, kebijakan dan gerakan kepemudaan perlu bergeser dari sekadar menempatkan pemuda sebagai objek program menjadi kekuatan yang ikut menentukan dan menyelesaikan persoalan masyarakat.

“Pemuda bukan hanya masa depan bangsa. Pemuda adalah kekuatan bangsa hari ini. Karena itu, kita harus membuka ruang seluas-luasnya agar semua anak muda di Indonesia tumbuh, berdaya, berkarya, dan hadir memberikan solusi bagi masyarakat,” kata Fahira.

Pandangan tersebut menjadi pijakan bagi komitmennya untuk terus memperkuat tiga bidang yang selama ini menjadi bagian dari pengabdiannya, yakni advokasi kesehatan, advokasi hukum, dan pemberdayaan sosial pemuda.

Di bidang kesehatan, keterlibatan pemuda dinilai dapat diperluas melalui edukasi, gerakan sosial dan kegiatan kesukarelawanan.

Sementara dalam bidang hukum, generasi muda perlu memiliki pemahaman yang memadai mengenai hak dan kewajibannya sekaligus memperoleh akses terhadap pendampingan hukum.

Fahira diketahui memiliki program pendampingan hukum gratis. Ia juga secara konsisten mendorong kegiatan sosial di bidang kesehatan, antara lain melalui donor darah di 44 kecamatan di Jakarta serta pemeriksaan kesehatan gratis.

“Insya Allah, saya akan terus berkomitmen memperkuat advokasi kesehatan, advokasi hukum, serta pemberdayaan sosial pemuda. Kita ingin semakin banyak anak muda yang bukan hanya memiliki kesempatan, tetapi juga mempunyai kapasitas dan keberanian untuk memberi manfaat,” ujarnya.

Organisasi Kepemudaan Harus Jadi Ruang Kolaborasi

Di sisi lain, Fahira memberikan apresiasi terhadap KNPI yang dinilainya terus menjaga ruang berhimpun dan kolaborasi bagi generasi muda.

Menurut dia, organisasi kepemudaan memiliki posisi penting untuk memperkuat persatuan sekaligus melahirkan kepemimpinan baru. Keragaman organisasi, gagasan, latar belakang dan potensi pemuda, kata dia, semestinya tidak menjadi sumber fragmentasi, tetapi modal untuk membangun kerja bersama.

Ia berharap KNPI tetap menjadi rumah besar yang mampu menjembatani berbagai kekuatan pemuda Indonesia dalam semangat persatuan.

“Perbedaan di kalangan pemuda harus menjadi energi untuk berkolaborasi. Bangsa ini membutuhkan pemuda yang berani bermimpi, mau bekerja, peduli kepada sesama, dan mampu bergerak bersama,” kata Fahira.

Sejumlah Tokoh Turut Menerima Penghargaan

KNPI Award 2026 juga memberikan penghargaan kepada sejumlah tokoh yang dinilai memiliki kontribusi dalam bidang kepemimpinan, kepemudaan, pemberdayaan, inovasi dan pembangunan bangsa.

Mereka antara lain Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad; Komisaris Independen PT TASPEN (Persero) sekaligus Ketua Umum DPP KNPI periode 1999–2002 Adhyaksa Dault; Menteri Lingkungan Hidup Mohammad Jumhur Hidayat; Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi Todotua Pasaribu; Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir; Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo; Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Ahmad Riza Patria; Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi; serta Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono.

Penghargaan tersebut sekaligus menempatkan isu kepemudaan dalam konteks yang lebih luas: bukan hanya mengenai regenerasi, tetapi bagaimana generasi muda memperoleh ruang, kapasitas dan keberanian untuk mengambil bagian dalam menjawab persoalan bangsa sejak hari ini. (\•/)

Editor; AYS
Sumber: Humas Bang Japar

  • Penulis: Bainana Bahthy

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less