Selasa, 29 Sep 2026
light_mode

Haedar Nashir dan Martabat Pers Indonesia

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Jumat, 14 Agt 2026
  • print Cetak

Oleh: AYS Prayogie | Ketua Umum Media Independen Online Indonesia (MIO Indonesia)

Ada momentum yang terasa melampaui seremoni. Penyerahan Kartu Wartawan Utama Khusus kepada Prof. Dr. KH Haedar Nashir di Auditorium Gedung Cendekia Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Cirendeu, Tangerang Selatan, pada 13 Agustus 2026, bagi saya merupakan salah satu momen yang menyisakan kesan mendalam.

BUKAN semata karena sebuah kartu diserahkan kepada seorang tokoh. Lebih dari itu, momentum tersebut dapat dibaca sebagai simbol penghormatan terhadap integritas, keteladanan, sekaligus refleksi tentang masa depan pers Indonesia.

Acara itu semakin istimewa karena dihadiri sejumlah tokoh dari berbagai latar belakang. Tampak Menteri Zulkifli Hasan, Ketua Dewan Pers Prof. Dr. Komaruddin Hidayat, Rektor UMJ Prof. Dr. Ma’mun Murod, serta Direktur Lembaga Uji Kompetensi Wartawan (LUKW) UMJ Dr. Tria Patrianti, S.Sos., M.I.Kom.

Hadir pula sejumlah tokoh pers nasional, antara lain Direktur Uji Kompetensi Wartawan PWI Dr. Aat Surya Safaat, Sekretaris Jenderal SMSI periode 2019-2024 Muhammad Nassir, Ketua Umum JMSI Dr. Teguh Santosa, serta Wakil Ketua LUKW Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) Dr. Retno Intani ZA.

Direktur Uji Kompetensi Wartawan PWI Dr. Aat Surya Safaat, (Tengah) Sekretaris Jenderal SMSI periode 2019-2024 Muhammad Nassir dan penulis saat hadiri acara Orasi Kebangsaan Prof. Dr KH Haedar Nashir. (Dok/Foto/Yg)

BAGI saya, kehadiran para tokoh tersebut menghadirkan pesan yang lebih besar. Pers bukan sekadar industri informasi. Pers merupakan bagian penting dari kehidupan demokrasi dan memiliki tanggung jawab untuk menjaga akal sehat publik.

Ketika Kartu Menjadi Simbol Tanggung Jawab

KARTU Wartawan Utama Khusus yang diberikan kepada Prof. Haedar Nashir seharusnya tidak berhenti pada makna identitas ataupun penghormatan personal.

Di tengah perubahan ekosistem media yang berlangsung sangat cepat, kartu tersebut justru mengingatkan kembali tentang satu hal yang fundamental: semakin tinggi pengakuan terhadap profesi kewartawanan, semakin besar pula tanggung jawab yang menyertainya.

Hari ini, informasi bergerak dalam hitungan detik

MEDIA sosial, platform digital, kecerdasan buatan, dan berbagai kanal informasi telah mengubah cara masyarakat memperoleh berita. Persoalannya, perubahan tersebut juga membuat batas antara fakta, opini, propaganda, misinformasi, disinformasi, dan hoaks semakin tipis.

Masyarakat tidak selalu memiliki kemampuan untuk membedakan mana informasi yang lahir melalui proses jurnalistik dan mana konten yang sekadar dibuat untuk mengejar perhatian, popularitas, keuntungan ekonomi, atau kepentingan tertentu.

Di sinilah profesi wartawan memperoleh relevansinya.

Wartawan tidak boleh kehilangan pijakan hanya karena mengejar kecepatan. Akurasi tidak boleh dikorbankan demi klik. Verifikasi tidak boleh dikalahkan oleh tuntutan viral. Dan media tidak semestinya menjadikan sensasi sebagai ukuran utama keberhasilan.

Kecepatan memang penting, tetapi kebenaran dan akurasi jauh lebih penting.

Karena itu, Kartu Wartawan Utama semestinya dipahami sebagai pengingat akan kewajiban menjaga integritas, independensi, profesionalitas dan etika pers.

Masih sebuah orasi kebangsaan untuk momentum tersebut. Namun, karena orasi itu khusus hanya disampaikan oleh Prof Dr KH Haedar Nashir.

Meski demikian, gagasan yang telah saya siapkan sebelumnya, masih tetap relevan untuk direnungkan.

Indonesia sedang berada dalam fase transformasi besar. Media konvensional terus beradaptasi dengan digitalisasi. Pada saat yang sama, masyarakat tidak lagi hanya menjadi konsumen informasi, tetapi juga dapat memproduksi dan menyebarluaskannya.

Perubahan ini tentu membuka ruang demokrasi yang jauh lebih luas.

Namun, di balik peluang tersebut terdapat tantangan yang tidak sederhana. Hoaks, judul menyesatkan, konten manipulatif, informasi tanpa verifikasi, hingga penggunaan kecerdasan buatan menghadirkan persoalan baru bagi dunia jurnalistik.

Dalam situasi seperti itu, wartawan justru dituntut semakin kuat memegang prinsip-prinsip jurnalistik.

Wartawan harus menjadi penjernih informasi, bukan bagian dari kegaduhan informasi.

Media harus mampu menghadirkan konteks, melakukan verifikasi, menjaga keberimbangan, serta memberikan ruang yang cukup kepada publik untuk memahami persoalan secara utuh.

Sebab, ketika pers kehilangan integritas, yang dipertaruhkan bukan hanya kredibilitas seorang wartawan atau nama sebuah media.

Yang dipertaruhkan adalah kepercayaan publik dan kualitas demokrasi.

Kebebasan Harus Berjalan Bersama Tanggung Jawab

SAYA melihat penyerahan Kartu Wartawan Utama Khusus kepada Prof. Dr. Haedar Nashir dari perspektif yang lebih luas.

Penghormatan terhadap seorang tokoh tidak seharusnya berhenti pada seremoni. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana nilai keteladanan dan gagasan yang melekat pada sosok tersebut dapat menjadi inspirasi bagi generasi berikutnya.

Di tengah masyarakat Indonesia yang memiliki beragam pandangan, pilihan, kepentingan dan latar belakang, pers memiliki posisi strategis sebagai ruang bertemunya gagasan.

Karena itu, wartawan harus mampu menjaga keseimbangan antara kebebasan dan tanggung jawab.

Kebebasan pers bukan kebebasan tanpa batas.

Kebebasan pers harus berjalan bersama tanggung jawab profesional, kepatuhan terhadap etika jurnalistik, serta kesadaran bahwa setiap informasi yang dipublikasikan memiliki konsekuensi terhadap kehidupan masyarakat.

Di sinilah saya melihat makna penting Kartu Wartawan Utama.

Kartu itu semestinya bukan hanya menjadi tanda kompetensi, tetapi juga menjadi pengingat bahwa profesi kewartawanan adalah amanah.

Semakin tinggi kompetensi seorang wartawan, seharusnya semakin kuat pula komitmennya terhadap kebenaran.

Sebuah Momentum yang Sulit Dilupakan

SECARA pribadi, saya tidak melihat acara di Gedung Cendekia UMJ itu hanya sebagai agenda organisasi atau seremoni penyerahan kartu.

Ada pesan kebangsaan yang terasa kuat: pers harus tetap menjadi kekuatan moral di tengah perubahan zaman.

Kehadiran tokoh pers, akademisi, pemerintahan dan organisasi kewartawanan dalam satu ruang juga menunjukkan bahwa masa depan pers Indonesia tidak mungkin dibangun oleh satu kelompok saja.

Diperlukan kolaborasi antara insan pers, lembaga pendidikan, organisasi profesi, pemerintah, Dewan Pers, masyarakat sipil dan seluruh elemen bangsa.

Karena itu, saya memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah menggagas dan menyelenggarakan penyerahan Kartu Wartawan Utama Khusus kepada Prof. Dr. KH Haedar Nashir.

Semoga penghormatan tersebut tidak berhenti sebagai simbol, tetapi menjadi bagian dari ikhtiar yang lebih besar untuk memperkuat kualitas pers Indonesia.

Pada akhirnya, wartawan bukan sekadar orang yang menulis dan menyampaikan berita.

Wartawan memiliki tanggung jawab untuk memastikan masyarakat memperoleh informasi yang benar, berimbang, terverifikasi, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Dunia boleh berubah.

Teknologi akan terus berkembang. Platform akan berganti. Pola konsumsi informasi akan terus bergerak.

Tetapi ada satu hal yang tidak boleh ikut berubah: integritas.

Sebab, martabat profesi wartawan pada akhirnya tidak ditentukan oleh seberapa cepat sebuah berita menjadi viral, melainkan oleh seberapa kuat wartawan mempertahankan kebenaran, etika, independensi dan tanggung jawabnya kepada publik.

Teknologi boleh berubah. Media boleh bertransformasi. Tetapi kehormatan pers harus tetap berdiri di atas kebenaran.

Cirendeu, 13 Agustus 2026

AYS Prayogie
Ketua Umum Perkumpulan Media Independen Online Indonesia (MIO Indonesia) | Pemimpin Redaksi HITVberita.com | Dewan Penasehat Ikatan Penulis dan Jurnalis Indonesia (IPJI) | Dewan Penasehat Gerakan Pendidikan Indonesia Baru (GPIB)

  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kapolres Barru Ajak Mahasiswa Baru ITBA Al Gazali Tanamkan Semangat Bela Negara

    Kapolres Barru Ajak Mahasiswa Baru ITBA Al Gazali Tanamkan Semangat Bela Negara

    • 0Komentar

    Penulis: Syamsu Marlin Kapolres Barru, AKBP Ananda Fauzi Harahap, menekankan pentingnya semangat bela negara di kalangan mahasiswa. Pesan itu ia sampaikan dalam kuliah umum pada kegiatan Masa Orientasi Pencerahan Intelektual bagi mahasiswa baru Institut Teknologi dan Bisnis Administrasi (ITBA) Al Gazali Barru, Selasa (9/9/2025). HITVBERITA.COM | Barru – Kegiatan yang berlangsung di Aula ITBA itu […]

  • Ketua Umum PSI Kaesang serahkan SK ke Isyak

    Ketua Umum PSI Kaesang serahkan SK ke Isyak

    • 0Komentar

    HITVBERITA.COM | Bertempat di lapangan Mini soccer Gasskan Kelapa Gading, Senin, 29 Juli 2024. Ketua umum DPP PSI menyerahkan Surat keputusan Rekomendasi pencalonan kepada 15 kepala dan wakil kepala daerah. Dr.Isyak Meirobie adalah salah satu dari 15 orang tersebut. Isyak menerima Surat keputusan pencalonan sebagai Bupati Belitung. Penyerahan dilakukan di lapangan mini soccer sebagai wujud […]

  • Perkuat Peran Orang Tua, SMPN 12 Arut Selatan Bangun Sinergi Pendidikan Jelang Ramadhan

    Perkuat Peran Orang Tua, SMPN 12 Arut Selatan Bangun Sinergi Pendidikan Jelang Ramadhan

    • 0Komentar

      SMP Negeri 12 Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, menggelar kegiatan Parenting Orang Tua sekaligus Sosialisasi Tata Tertib Ramadhan, Kamis (12/2/2026). Kegiatan ini mengusung tema “Sinergi Sekolah dan Orang Tua dalam Mendampingi Tumbuh Kembang Anak”. PANGKALAN BUN | HITV— Acara yang berlangsung di lingkungan sekolah tersebut dihadiri Lurah Sidorejo, perwakilan Badan Narkotika Nasional […]

  • Men Gumpul, Tokoh Kalteng Watch yang Disegani dalam Penanganan Sengketa Pertanahan

    Men Gumpul, Tokoh Kalteng Watch yang Disegani dalam Penanganan Sengketa Pertanahan

    • 0Komentar

    HITVBERITA.COM | Palangka Raya – Nama Men Gumpul dikenal luas oleh masyarakat Kalimantan Tengah, khususnya mereka yang bergelut dalam urusan pertanahan. Sosok bernama lengkap Ir. Men Gumpul Cilan Muhammad ini merupakan Ketua Umum Lembaga Kalteng Watch, organisasi masyarakat yang aktif mengawasi dan mengungkap dugaan praktik mafia tanah di wilayah Kalimantan Tengah. Kalteng Watch memiliki satuan […]

  • Jurusan IPA, IPS Dan Bahasa Di Jenjang SMA Segera Dihapus

    Jurusan IPA, IPS Dan Bahasa Di Jenjang SMA Segera Dihapus

    • 0Komentar

    HiTVBERITA.COM | Jakarta Kepala Badan Standar Nasional Kurikulum dan Asesmen (BSKAP) Kemendikbud ristek Anindito Aditomo, S.Psi, M.Phil. PhD mengatakan, pihaknya akan segera Menghapus Jurusan IPA, IPS dan Bahasa di Jenjang Pendidikan SMA, dan akan dimulai ditahun Ajaran 2024/2025. Peniadaan Jurusan tersebut, merupakan bagian dari Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar, yang sudah diterapkan secara bertahap sejak Tahun […]

  • Spontan, Kapolres Basel Mendadak Turun Dari Mobil Dinas Dan Bantu Anak SD Seberangi Jalan

    Spontan, Kapolres Basel Mendadak Turun Dari Mobil Dinas Dan Bantu Anak SD Seberangi Jalan

    • 0Komentar

    HITVBERITA.COM | BANGKA SELATAN – Aksi tak terduga dilakukan Kapolres Bangka Selatan AKBP Agus Arif Wijayanto yang memberhentikan kendaraan dinasnya secara mendadak saat perjalanan menuju ke Kantor Pemda Parit 3 Basel. Bukan tanpa alasan, ternyata aksinya tersebut dilakukan usai melihat seorang anak Sekolah Dasar (SD) berada ditengah jalan sedang kebingungan ingin menyeberang. Tanpa ragu, Kapolres […]

expand_less