Jumat, 7 Agu 2026
light_mode

Membangun Kedaulatan Ekonomi dari Bawah: Saatnya Indonesia Memperkuat Ekonomi Rakyat

  • account_circle Prof Dr Nandan Limakrisna
  • calendar_month Kamis, 5 Mar 2026
  • print Cetak

Oleh: Prof. Dr. Nandan Limakrisna

DALAM dua dekade terakhir, banyak negara di dunia menunjukkan pertumbuhan ekonomi yang sangat cepat. China melonjak menjadi salah satu kekuatan ekonomi terbesar dunia dengan membangun mesin produksi nasional yang kuat. Vietnam pun mencatat pertumbuhan tinggi dengan menjadikan industri manufaktur ekspor sebagai tulang punggung ekonominya. Kedua negara tersebut berhasil memanfaatkan strategi industrialisasi secara agresif sehingga mampu meningkatkan daya saing global dalam waktu relatif singkat.

Indonesia memiliki karakter ekonomi yang berbeda. Struktur ekonomi nasional selama ini lebih banyak ditopang oleh konsumsi domestik. Lebih dari separuh Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia berasal dari konsumsi rumah tangga. Secara makro hal ini membuat ekonomi Indonesia relatif stabil dibandingkan banyak negara lain. Namun di sisi lain, pola ini membuat pertumbuhan ekonomi cenderung berjalan lebih lambat dan sering kali terjebak pada kisaran lima persen.

Masalah utama bukan terletak pada potensi ekonomi bangsa. Indonesia memiliki sumber daya alam melimpah, pasar domestik yang sangat besar, serta jumlah penduduk produktif yang tinggi. Persoalan mendasarnya justru terletak pada belum terintegrasinya ekosistem ekonomi rakyat secara sistematis.

Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang jumlahnya mencapai lebih dari 60 juta unit masih bergerak secara terpisah. Koperasi belum sepenuhnya menjadi pusat distribusi ekonomi rakyat. Rantai perdagangan yang panjang membuat produsen kecil sering berada pada posisi lemah dalam menentukan harga. Akibatnya, nilai tambah ekonomi lebih banyak dinikmati oleh perantara daripada oleh produsen.

Di sinilah pentingnya membangun desain ekonomi yang mampu mengintegrasikan kekuatan rakyat secara kolektif. Ekonomi rakyat tidak cukup hanya didorong melalui bantuan modal, kredit, atau subsidi pemerintah. Yang lebih mendasar adalah menciptakan sistem yang memastikan adanya pasar yang berkelanjutan bagi produk rakyat.

Salah satu pendekatan yang dapat dikembangkan adalah model ekonomi berbasis jaringan anggota yang saling mendukung dalam produksi, konsumsi, dan promosi. Dalam pendekatan ini, anggota bukan hanya berperan sebagai produsen, tetapi juga sebagai konsumen dan promotor bagi produk anggota lainnya. Dengan demikian, terbentuk pasar internal yang kuat sekaligus memperluas akses pasar eksternal.

Pendekatan ini dikenal sebagai Snowball Business Model (SBM), sebuah konsep yang menekankan pentingnya perputaran ekonomi yang dimulai dari komunitas itu sendiri. Prinsipnya sederhana: semakin banyak anggota yang terlibat dalam ekosistem ekonomi yang saling terhubung, maka efek penggandaan ekonomi akan semakin besar, layaknya bola salju yang terus membesar saat menggelinding.

Jika model ini diterapkan secara luas melalui koperasi, komunitas UMKM, perguruan tinggi, dan desa-desa, maka Indonesia memiliki peluang besar untuk membangun kekuatan ekonomi domestik yang kokoh. Perguruan tinggi dapat berperan melalui fungsi tridarma dengan membina UMKM binaan yang menghasilkan produk berkualitas. Koperasi dapat menjadi pusat distribusi dan pemasaran produk anggota. Sementara masyarakat menjadi bagian aktif dalam perputaran ekonomi tersebut.

Dengan cara ini, pembangunan ekonomi tidak semata-mata bertumpu pada investasi besar atau ekspor komoditas, tetapi juga pada kekuatan ekonomi rakyat yang terorganisasi. Ketika ekonomi rakyat kuat, maka ketahanan ekonomi nasional juga akan semakin kokoh.

Indonesia tidak harus meniru model pembangunan negara lain secara persis. Setiap bangsa memiliki karakter sosial, budaya, dan ekonomi yang berbeda. Justru dengan mengembangkan model ekonomi yang berakar pada kekuatan masyarakatnya sendiri, Indonesia dapat menemukan jalannya menuju kedaulatan ekonomi yang berkelanjutan.

Pembangunan ekonomi sejati bukan hanya tentang angka pertumbuhan, tetapi tentang bagaimana kesejahteraan dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat. Dan untuk mencapai tujuan tersebut, langkah paling strategis adalah memulai dari bawah dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. (\•/)

  • Penulis: Prof Dr Nandan Limakrisna

Rekomendasi Untuk Anda

  • Inventarisasi Aset, Kalapas Batang Temui ATR/BPN

    Inventarisasi Aset, Kalapas Batang Temui ATR/BPN

    • 0Komentar

    Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Batang, Nurhamdan, melakukan koordinasi dengan Kantor Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Kabupaten Batang guna mempercepat proses balik nama sertifikat tanah hibah. BATANG | HITV – Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Batang, Nurhamdan, melakukan koordinasi dengan Kantor Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Kabupaten Batang terkait percepatan […]

  • Apel Akbar Kebangsaan Buruh Wujudkan Stabilitas Keamanan di Kota Pekalongan 

    Apel Akbar Kebangsaan Buruh Wujudkan Stabilitas Keamanan di Kota Pekalongan 

    • 0Komentar

      ­Apel Akbar Kebangsaan Buruh, Polresta Pekalongan Bersama Karyawan PT. Pajitex Penulis : Hadi Lempe Kesatuan bangsa merupakan harapan menuju terwujudnya cita-cita membangun kehidupan dalam kedamaian. HITVBERITA.COM | KOTA PEKALONGN – Polres Pekalongan Kota menggelar Apel Akbar Kebangsaan Buruh yang berlangsung di halaman Pabrik PT Pajitex, Jalan Raya Kartoharjo No. 60 Watusalam, Kecamatan Buaran, Kabupaten […]

  • AKBP Lilik Ardhiansya Pastikan, Polres Purwakarta Siap Amankan Pilkada 2024

    AKBP Lilik Ardhiansya Pastikan, Polres Purwakarta Siap Amankan Pilkada 2024

    • 0Komentar

    HiTvBerita.Com – Purwakarta | Kapolres Purwakarta, AKBP Lilik Ardhiansya memastikan pihak kepolisian siap mengamankan jalannya Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak, pada 27 November 2024 mendatang. Hal tersebut ditegaskan oleh AKBP Lilik Ardhiansya saat menjadi narasumber dalam kegiatan Sosialisasi Tiga Pilar Tahapan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat, serta Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Purwakarta […]

  • Perkuat Sinergi Pemasyarakatan–Imigrasi, Kalapas Batang Hadiri Puncak Hari Bhakti Imigrasi ke-76

    Perkuat Sinergi Pemasyarakatan–Imigrasi, Kalapas Batang Hadiri Puncak Hari Bhakti Imigrasi ke-76

    • 0Komentar

    Upaya memperkuat sinergi antara Pemasyarakatan dan Imigrasi kembali ditegaskan dalam puncak peringatan Hari Bhakti Imigrasi (HBI) ke-76 yang digelar di Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Pemalang, Senin (26/1/2026). PEMALANG | HITV— Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIB Batang, Nurhamdan, turut hadir dalam kegiatan tersebut sebagai representasi kolaborasi lintas Unit Pelaksana Teknis (UPT) di bawah […]

  • Pegawai BPR Tuah Karimun Ancam Retas Media, Tantang Wartawan Baku Hantam

    Pegawai BPR Tuah Karimun Ancam Retas Media, Tantang Wartawan Baku Hantam

    • 0Komentar

    Seorang pegawai Perumda BPR Tuah Karimun berinisial TW diduga mengancam akan meretas (hack) seluruh media massa di Karimun saat dikonfirmasi wartawan. Tak hanya itu, TW juga menantang awak media untuk baku hantam dalam pertemuan di sebuah kedai kopi di kawasan Poros Karimun, Jumat (10/4/2026) malam. KARIMUN | HITV – Ancaman itu muncul saat wartawan meminta […]

  • Pengguna Jasa Tuntut Kejelasan Operasional Kapal Roro ASDP di Lingga

    Pengguna Jasa Tuntut Kejelasan Operasional Kapal Roro ASDP di Lingga

    • 0Komentar

    LINGGA | HITV – Pengguna jasa, pedagang, dan masyarakat Kabupaten Lingga menuntut kejelasan operasional kapal Roro milik PT ASDP Indonesia Ferry (Persero). Hingga kini, belum ada kepastian terkait keberangkatan KM Senangin yang melayani rute Dabo Singkep–Kuala Tungkal, sehingga menimbulkan keresahan dan potensi kerugian ekonomi. Keluhan tersebut disampaikan dalam pertemuan antara sebagian pengguna jasa dan pedagang […]

expand_less