Selasa, 29 Sep 2026
light_mode

Membangun Kedaulatan Ekonomi dari Bawah: Saatnya Indonesia Memperkuat Ekonomi Rakyat

  • account_circle Prof Dr Nandan Limakrisna
  • calendar_month Kamis, 5 Mar 2026
  • print Cetak

Oleh: Prof. Dr. Nandan Limakrisna

DALAM dua dekade terakhir, banyak negara di dunia menunjukkan pertumbuhan ekonomi yang sangat cepat. China melonjak menjadi salah satu kekuatan ekonomi terbesar dunia dengan membangun mesin produksi nasional yang kuat. Vietnam pun mencatat pertumbuhan tinggi dengan menjadikan industri manufaktur ekspor sebagai tulang punggung ekonominya. Kedua negara tersebut berhasil memanfaatkan strategi industrialisasi secara agresif sehingga mampu meningkatkan daya saing global dalam waktu relatif singkat.

Indonesia memiliki karakter ekonomi yang berbeda. Struktur ekonomi nasional selama ini lebih banyak ditopang oleh konsumsi domestik. Lebih dari separuh Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia berasal dari konsumsi rumah tangga. Secara makro hal ini membuat ekonomi Indonesia relatif stabil dibandingkan banyak negara lain. Namun di sisi lain, pola ini membuat pertumbuhan ekonomi cenderung berjalan lebih lambat dan sering kali terjebak pada kisaran lima persen.

Masalah utama bukan terletak pada potensi ekonomi bangsa. Indonesia memiliki sumber daya alam melimpah, pasar domestik yang sangat besar, serta jumlah penduduk produktif yang tinggi. Persoalan mendasarnya justru terletak pada belum terintegrasinya ekosistem ekonomi rakyat secara sistematis.

Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang jumlahnya mencapai lebih dari 60 juta unit masih bergerak secara terpisah. Koperasi belum sepenuhnya menjadi pusat distribusi ekonomi rakyat. Rantai perdagangan yang panjang membuat produsen kecil sering berada pada posisi lemah dalam menentukan harga. Akibatnya, nilai tambah ekonomi lebih banyak dinikmati oleh perantara daripada oleh produsen.

Di sinilah pentingnya membangun desain ekonomi yang mampu mengintegrasikan kekuatan rakyat secara kolektif. Ekonomi rakyat tidak cukup hanya didorong melalui bantuan modal, kredit, atau subsidi pemerintah. Yang lebih mendasar adalah menciptakan sistem yang memastikan adanya pasar yang berkelanjutan bagi produk rakyat.

Salah satu pendekatan yang dapat dikembangkan adalah model ekonomi berbasis jaringan anggota yang saling mendukung dalam produksi, konsumsi, dan promosi. Dalam pendekatan ini, anggota bukan hanya berperan sebagai produsen, tetapi juga sebagai konsumen dan promotor bagi produk anggota lainnya. Dengan demikian, terbentuk pasar internal yang kuat sekaligus memperluas akses pasar eksternal.

Pendekatan ini dikenal sebagai Snowball Business Model (SBM), sebuah konsep yang menekankan pentingnya perputaran ekonomi yang dimulai dari komunitas itu sendiri. Prinsipnya sederhana: semakin banyak anggota yang terlibat dalam ekosistem ekonomi yang saling terhubung, maka efek penggandaan ekonomi akan semakin besar, layaknya bola salju yang terus membesar saat menggelinding.

Jika model ini diterapkan secara luas melalui koperasi, komunitas UMKM, perguruan tinggi, dan desa-desa, maka Indonesia memiliki peluang besar untuk membangun kekuatan ekonomi domestik yang kokoh. Perguruan tinggi dapat berperan melalui fungsi tridarma dengan membina UMKM binaan yang menghasilkan produk berkualitas. Koperasi dapat menjadi pusat distribusi dan pemasaran produk anggota. Sementara masyarakat menjadi bagian aktif dalam perputaran ekonomi tersebut.

Dengan cara ini, pembangunan ekonomi tidak semata-mata bertumpu pada investasi besar atau ekspor komoditas, tetapi juga pada kekuatan ekonomi rakyat yang terorganisasi. Ketika ekonomi rakyat kuat, maka ketahanan ekonomi nasional juga akan semakin kokoh.

Indonesia tidak harus meniru model pembangunan negara lain secara persis. Setiap bangsa memiliki karakter sosial, budaya, dan ekonomi yang berbeda. Justru dengan mengembangkan model ekonomi yang berakar pada kekuatan masyarakatnya sendiri, Indonesia dapat menemukan jalannya menuju kedaulatan ekonomi yang berkelanjutan.

Pembangunan ekonomi sejati bukan hanya tentang angka pertumbuhan, tetapi tentang bagaimana kesejahteraan dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat. Dan untuk mencapai tujuan tersebut, langkah paling strategis adalah memulai dari bawah dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. (\•/)

  • Penulis: Prof Dr Nandan Limakrisna

Rekomendasi Untuk Anda

  • Polda Babel Gelar Turnamen Badminton Bhayangkara Cup 2025, Ayo Daftar Segera!!!

    Polda Babel Gelar Turnamen Badminton Bhayangkara Cup 2025, Ayo Daftar Segera!!!

    • 0Komentar

    HiTvBerita.com | Babel – Polda Bangka Belitung bakal menggelar turnamen bulutangkis bertajuk “Badminton Bhayangkara Cup 2025”. Turnamen ini dalam rangka memperingati HUT Bhayangkara ke 79 tahun 2025. Dir Lantas Polda Babel Kombes Pol Hendra Gunawan menyebutkan turnamen Badminton Bhayangkara Cup 2025 bakal digelar pada 18 Juni hingga 22 Juni mendatang. “Pelaksanaannya nanti 5 hari dari […]

  • Kapolda Babel Groundbreaking SPPG Polri Kedua Di Bangka, Siap Dukung Program MBG Nasional

    Kapolda Babel Groundbreaking SPPG Polri Kedua Di Bangka, Siap Dukung Program MBG Nasional

    • 0Komentar

    HITVBERITA.COM | BABEL – Kapolda Bangka Belitung Irjen Pol Hendro Pandowo melakukan peletakan batu pertama atau groundbreaking pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) milik Polda Babel. Pembangunan SPPG kedua ini dibangun dilahan Polri yang berada di Kecamatan Merawang Kabupaten Bangka. “Saat ini, kita melaksanakan peletakan batu pertama Gedung SPPG yang kedua di Merawang Kabupaten Bangka. […]

  • Tingkatkan Profesionalisme Pers, UMJ dan MIO Indonesia Gelar UKW Angkatan XX pada Agustus 2026

    Tingkatkan Profesionalisme Pers, UMJ dan MIO Indonesia Gelar UKW Angkatan XX pada Agustus 2026

    • 0Komentar

    Di tengah derasnya arus informasi digital yang kerap diwarnai maraknya disinformasi, hoaks, hingga praktik jurnalisme yang mengabaikan etika, kebutuhan akan wartawan yang kompeten dan memiliki integritas semakin mendesak. JAKARTA, HITV — Menjawab tantangan tersebut, Lembaga Uji Kompetensi Wartawan (LUKW) Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) bersama Media Independen Online (MIO) Indonesia akan menyelenggarakan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) […]

  • Pemprov Kalteng Harapkan LIN Jadi Mitra Kritis dalam Pengawasan Publik

    Pemprov Kalteng Harapkan LIN Jadi Mitra Kritis dalam Pengawasan Publik

    • 0Komentar

    Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah berharap keberadaan Lembaga Investigasi Negara (LIN) dapat menjadi mitra kritis dalam upaya meningkatkan pengawasan serta pencegahan praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) di daerah. HITVBERITA.COM | Palangka Raya — Harapan tersebut disampaikan oleh Staf Ahli Gubernur Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Hamka, saat menghadiri pelantikan pengurus LIN periode 2025–2030 di Aula KNPI […]

  • Bencana Sumatra: Korban Tembus 800 Jiwa, Aceh dan Sumut Masih Dilanda Krisis

    Bencana Sumatra: Korban Tembus 800 Jiwa, Aceh dan Sumut Masih Dilanda Krisis

    • 0Komentar

    Banjir dan longsor besar di sejumlah wilayah Aceh dan Sumatra Utara masih menyisakan duka mendalam. Jumlah korban terus bertambah sementara akses bantuan di beberapa titik masih terhambat. SUMATERA | HITV – Bencana banjir dan tanah longsor yang melanda Aceh dan Sumatra Utara sejak awal pekan terus menunjukkan perkembangan signifikan. Data terbaru dari berbagai laporan penanggulangan […]

  • Polisi Tangkap Pengedar Sabu di Jelambar

    Polisi Tangkap Pengedar Sabu di Jelambar

    • 0Komentar

    Satuan Reserse Narkoba Kepolisian Resor Pelabuhan Tanjung Priok menangkap seorang pria yang diduga mengedarkan narkotika jenis sabu di kawasan Jelambar, Jakarta Barat. Penangkapan dilakukan pada Jumat (11/7/2025) sore setelah polisi menerima informasi dari masyarakat. HITVBERITA.COM | Jakarta — Kepala Satuan Reserse Narkoba Polres Pelabuhan Tanjung Priok, AKP Trendy Habibi Ariyanto, menjelaskan bahwa penangkapan berlangsung sekitar pukul […]

expand_less