Sabtu, 10 Okt 2026
dark_mode

Membangun Kedaulatan Ekonomi dari Bawah: Saatnya Indonesia Memperkuat Ekonomi Rakyat

  • account_circle Prof Dr Nandan Limakrisna
  • calendar_month Kamis, 5 Mar 2026
  • print Cetak

Oleh: Prof. Dr. Nandan Limakrisna

DALAM dua dekade terakhir, banyak negara di dunia menunjukkan pertumbuhan ekonomi yang sangat cepat. China melonjak menjadi salah satu kekuatan ekonomi terbesar dunia dengan membangun mesin produksi nasional yang kuat. Vietnam pun mencatat pertumbuhan tinggi dengan menjadikan industri manufaktur ekspor sebagai tulang punggung ekonominya. Kedua negara tersebut berhasil memanfaatkan strategi industrialisasi secara agresif sehingga mampu meningkatkan daya saing global dalam waktu relatif singkat.

Indonesia memiliki karakter ekonomi yang berbeda. Struktur ekonomi nasional selama ini lebih banyak ditopang oleh konsumsi domestik. Lebih dari separuh Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia berasal dari konsumsi rumah tangga. Secara makro hal ini membuat ekonomi Indonesia relatif stabil dibandingkan banyak negara lain. Namun di sisi lain, pola ini membuat pertumbuhan ekonomi cenderung berjalan lebih lambat dan sering kali terjebak pada kisaran lima persen.

Masalah utama bukan terletak pada potensi ekonomi bangsa. Indonesia memiliki sumber daya alam melimpah, pasar domestik yang sangat besar, serta jumlah penduduk produktif yang tinggi. Persoalan mendasarnya justru terletak pada belum terintegrasinya ekosistem ekonomi rakyat secara sistematis.

Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang jumlahnya mencapai lebih dari 60 juta unit masih bergerak secara terpisah. Koperasi belum sepenuhnya menjadi pusat distribusi ekonomi rakyat. Rantai perdagangan yang panjang membuat produsen kecil sering berada pada posisi lemah dalam menentukan harga. Akibatnya, nilai tambah ekonomi lebih banyak dinikmati oleh perantara daripada oleh produsen.

Di sinilah pentingnya membangun desain ekonomi yang mampu mengintegrasikan kekuatan rakyat secara kolektif. Ekonomi rakyat tidak cukup hanya didorong melalui bantuan modal, kredit, atau subsidi pemerintah. Yang lebih mendasar adalah menciptakan sistem yang memastikan adanya pasar yang berkelanjutan bagi produk rakyat.

Salah satu pendekatan yang dapat dikembangkan adalah model ekonomi berbasis jaringan anggota yang saling mendukung dalam produksi, konsumsi, dan promosi. Dalam pendekatan ini, anggota bukan hanya berperan sebagai produsen, tetapi juga sebagai konsumen dan promotor bagi produk anggota lainnya. Dengan demikian, terbentuk pasar internal yang kuat sekaligus memperluas akses pasar eksternal.

Pendekatan ini dikenal sebagai Snowball Business Model (SBM), sebuah konsep yang menekankan pentingnya perputaran ekonomi yang dimulai dari komunitas itu sendiri. Prinsipnya sederhana: semakin banyak anggota yang terlibat dalam ekosistem ekonomi yang saling terhubung, maka efek penggandaan ekonomi akan semakin besar, layaknya bola salju yang terus membesar saat menggelinding.

Jika model ini diterapkan secara luas melalui koperasi, komunitas UMKM, perguruan tinggi, dan desa-desa, maka Indonesia memiliki peluang besar untuk membangun kekuatan ekonomi domestik yang kokoh. Perguruan tinggi dapat berperan melalui fungsi tridarma dengan membina UMKM binaan yang menghasilkan produk berkualitas. Koperasi dapat menjadi pusat distribusi dan pemasaran produk anggota. Sementara masyarakat menjadi bagian aktif dalam perputaran ekonomi tersebut.

Dengan cara ini, pembangunan ekonomi tidak semata-mata bertumpu pada investasi besar atau ekspor komoditas, tetapi juga pada kekuatan ekonomi rakyat yang terorganisasi. Ketika ekonomi rakyat kuat, maka ketahanan ekonomi nasional juga akan semakin kokoh.

Indonesia tidak harus meniru model pembangunan negara lain secara persis. Setiap bangsa memiliki karakter sosial, budaya, dan ekonomi yang berbeda. Justru dengan mengembangkan model ekonomi yang berakar pada kekuatan masyarakatnya sendiri, Indonesia dapat menemukan jalannya menuju kedaulatan ekonomi yang berkelanjutan.

Pembangunan ekonomi sejati bukan hanya tentang angka pertumbuhan, tetapi tentang bagaimana kesejahteraan dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat. Dan untuk mencapai tujuan tersebut, langkah paling strategis adalah memulai dari bawah dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. (\•/)

  • Penulis: Prof Dr Nandan Limakrisna

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sembilan Siswa SDN Rawalele Alami Mual dan Muntah, Diduga Keracunan Makanan MBG

    Sembilan Siswa SDN Rawalele Alami Mual dan Muntah, Diduga Keracunan Makanan MBG

    • calendar_month Jumat, 26 Sep 2025
    • 0Komentar

    Penulis: Mangasih Saor Marulitua Sipahutar Kasus keracunan siswa usai mengonsumsi makanan program makan bergizi gratis (MBG) kembali terjadi. Kali ini, sebanyak sembilan siswa SDN Rawalele, Kecamatan Dawuan, Kabupaten Subang, diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi makanan dari program MBG, pada Kamis (25/9/2025). HITVBERITA.COM | Subang – Para siswa mengalami gejala mual dan muntah saat sedang belajar, […]

  • Gaet Bank Sumut, Pemko Tebing Tinggi Perkuat Literasi Keuangan 1.200 Pelajar

    Gaet Bank Sumut, Pemko Tebing Tinggi Perkuat Literasi Keuangan 1.200 Pelajar

    • calendar_month Sabtu, 22 Agt 2026
    • 0Komentar

    Pemerintah Kota Tebing Tinggi, Sumatera Utara, memperkuat upaya menanamkan budaya menabung dan pemahaman pengelolaan keuangan sejak usia sekolah. TEBING TINGGI, HiTV — Langkah itu dilakukan melalui kolaborasi dengan PT Bank Sumut dalam peringatan Hari Indonesia Menabung (HIM) di SMP Negeri 4 Tebing Tinggi, Jumat (21/8/2026). Kegiatan bertajuk “Merajut Masa Depan Melalui Literasi dan Inklusi Keuangan” […]

  • Penuhi Persyaratan Untuk Mengikuti Pilkada 2024, Pasangan Ambu Anne-Budi Hermawan Lakukan Medical Check Up di RSUD Bayu Asih Purwakarta

    Penuhi Persyaratan Untuk Mengikuti Pilkada 2024, Pasangan Ambu Anne-Budi Hermawan Lakukan Medical Check Up di RSUD Bayu Asih Purwakarta

    • calendar_month Selasa, 27 Agt 2024
    • 0Komentar

    Pasangan Ambu Anne-Budi Hermawan Saat Lakukan Medical Check Up di RSUD Bayu Asih Purwakarta. (dok/foto/raffa) HiTvBerita.COM | Purwakarta – Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika-Budi Hermawan mendatangi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bayu Asih Purwakarta, untuk melakukan Medical Check Up (MCU) atau pemeriksaan kesehatan sebelum mendaftar ke KPUD setempat, pada Selasa, […]

  • Komisi IV DPRD Batam Serap Keluhan Warga soal Layanan Kesehatan lewat RDPU

    Komisi IV DPRD Batam Serap Keluhan Warga soal Layanan Kesehatan lewat RDPU

    • calendar_month Selasa, 3 Feb 2026
    • 0Komentar

    Komisi IV DPRD Kota Batam menggelar Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) untuk membahas pelayanan kesehatan di Kota Batam, Selasa (3/2/2026). BATAM | HITV— Forum ini digelar sebagai respons atas beragam keluhan masyarakat, terutama pasien peserta BPJS Kesehatan, terkait layanan rumah sakit pemerintah maupun swasta. RDPU dipimpin Ketua Komisi IV DPRD Batam Dandis Rajagukguk, ST, dan […]

  • Persoalan Pekerja Karimun di Malaysia Perlu Disikapi dengan Pendekatan Keadilan, Kata Advokat Patas Sulaiman Rambe

    Persoalan Pekerja Karimun di Malaysia Perlu Disikapi dengan Pendekatan Keadilan, Kata Advokat Patas Sulaiman Rambe

    • calendar_month Jumat, 17 Jul 2026
    • 0Komentar

    Fenomena masyarakat Kabupaten Karimun yang bekerja di Malaysia dinilai tidak dapat dipahami semata-mata sebagai persoalan pelanggaran hukum. KARIMUN, HITV – Di balik mobilitas lintas batas tersebut, terdapat realitas sosial, ekonomi, dan hubungan kekeluargaan yang telah berlangsung selama puluhan tahun. Pandangan itu disampaikan Advokat Patas Sulaiman Rambe, SH, yang menilai pendekatan penegakan hukum terhadap masyarakat perbatasan […]

  • Pengprov PODSI Kalteng Siap Dikukuhkan, Rakerprov Jadi Momentum Kebangkitan Dayung

    Pengprov PODSI Kalteng Siap Dikukuhkan, Rakerprov Jadi Momentum Kebangkitan Dayung

    • calendar_month Sabtu, 15 Agt 2026
    • 0Komentar

    Pengurus Provinsi Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (Pengprov PODSI) Kalimantan Tengah masa bakti 2026–2030 bersiap memasuki babak baru. Kepengurusan yang dinahkodai Prof. Juni Gultom dijadwalkan dikukuhkan pada 29 Agustus 2026. PALANGKA RAYA, HITV — Rangkaian pengukuhan tersebut akan dirangkai dengan Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) PODSI Kalteng 2026. Agenda ini dipandang penting bukan sekadar untuk mengesahkan […]

expand_less