Menata Sekolah, Menata Harapan Masa Depan di Tengah Riuhnya Pasar Simpang
- account_circle Redaksi
- calendar_month Rabu, 24 Sep 2025
- visibility 37
- print Cetak

Program revitalisasi menjadikan delapan ruang kelas direhabilitasi di SMAN 19 yang semula terkesan kumuh dan tidak nyaman menjadi harapan baru bagi peserta didik. (Foto/AH/HiTv)
Penulis: Budiman Damanik
Di tengah hiruk-pikuk aktivitas pasar Simpang, Desa Mulyasari, Kecamatan Bayongbong, berdiri SMAN 19 Garut yang selama bertahun-tahun berjuang menghadirkan ruang kelas yang layak, kini mulai tertata ulang dengan adanya Program Revitalisasi merehabilitasi delapan ruang kelas yang menjadi harapan baru bagi peserta didik.
HITVBERITA.COM | Garut – Program revitalisasi merupakan bantuan Kementerian Pendidikan, melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Menengah, Direktorat Sekolah Menengah Atas, yang dananya mencapai Rp.1.206.633.000.

Kepala Sekolah SMAN 19, Ridwan Setiawan, saat menyampaikan keterangannya kepada media yang mengaku proyek revitalisasi sebagai langkah penting mengubah citra sekokah. (Foto/Budiman/HiTv)
Pelaksana Tugas Kepala Sekolah, Ridwan Setiawan, S.Pd., menyebut proyek ini sebagai langkah penting untuk mengubah citra sekolah.
“Selama ini, kesan kumuh dan kurang nyaman sering melekat, karena lokasi kami berdekatan dengan pasar. Kami berharap, setelah rehabilitasi selesai, suasana belajar menjadi lebih bersih, tertata, dan layak,” ujarnya.
Yang menarik, proses pembangunannya melibatkan warga sekitar yang memiliki keterampilan di bidang konstruksi. Di lapangan, nampak para pekerja lokal bahu-membahu menata bata, mengaduk semen, dan menata struktur bangunan.
“Kami ingin masyarakat merasa memiliki sekolah ini. Ketika mereka ikut membangun, ada rasa kebersamaan dan tanggung jawab yang tumbuh,” tambah Ridwan.

Ketua GTI PAC Bayongbong, Alit Wawan, menyatakan apresiasinya terhadap program revitalisasi degan merehabilitasi bangunan kelas merupakan bentuk sinergitas antara pemerintah, sekolah dan masyarakat. (Foto/Aden/HiTv)
Sementara itu, Ketua Garda Tipikor Indonesia (GTI) PAC Bayongbong, Alit Wawan, turut memberi apresiasi terhadap pelaksanaan proyek rehabilitasi bangunan sekolah, yang merupakan sinergitas antara pemerintah, sekolah, dan masyarakat.
“Kami sudah melakukan pemantauan langsung di lapangan. Proyek ini berjalan baik dan sesuai ketentuan yang berlaku. Kami bangga bisa menyaksikan proses pembangunan yang transparan dan partisipatif,” kata Alit.
Revitalisasi SMAN 19 Garut diharapkan tidak hanya memperbaiki fisik bangunan, tetapi juga meningkatkan semangat belajar siswa dan kenyamanan guru dalam proses belajar mengajar.
Di tengah pasar yang tak pernah sepi, SMAN 19 yang kini menata ruang kelasnya, semakin tercercah harapan baru bagi masa depan pendidikan.
- Penulis: Redaksi

Saat ini belum ada komentar