Mencari Herman, Nelayan Pulau Mepar yang Tak Pulang
- account_circle Redaksi
- calendar_month Senin, 11 Agt 2025
- visibility 25
- comment 0 komentar
- print Cetak

Pencarian langsung keberadaan Herman yang dilaporkan hilang terus dilakukan. Tampak perahu cepat TNI AL bersama beberapa perahu warga bergerak menyisir perairan yang biasa menjadi titik tangkap Herman. (Foto/Rus/HITV)
Penulis: Ruslan LGA
Fajar belum merekah ketika Herman, 46 tahun, melangkah meninggalkan rumah panggungnya di tepi laut, Senin (11/8/2025) dini hari. Ia menurunkan jaring, menyiapkan lampu petromaks, lalu menghidupkan mesin perahu kayu yang menjadi teman setianya melaut.
HITVBERITA.COM | Pulau Mepar—Pukul 02.30 WIB, suara deru mesin kecil itu memudar di antara riak gelap perairan Lingga. Biasanya, menjelang siang Herman sudah kembali, membawa hasil tangkapan untuk dijual atau sekadar untuk makan keluarga. Namun, kemarin sore, hingga matahari condong ke barat, perahu itu tak kunjung terlihat di dermaga.
Istri Herman mulai cemas. Pukul 15.00 WIB, keluarga memutuskan melapor ke pihak desa. Kabar cepat menyebar, dari warung kopi hingga dermaga. “Tidak biasanya dia sampai sore tidak pulang, apalagi tanpa kabar,” ujar seorang tetangga.
Laporan itu sampai ke Pos TNI AL Tanjung Buton. Komandan Pos, Peltu Beni Siguntang, segera mengabarkan ke Komandan Lanal Dabo Singkep, Letkol Laut (P) Hendro Wicaksono. Instruksi pencarian langsung dikeluarkan. Perahu cepat TNI AL bersama beberapa perahu warga bergerak menyisir perairan yang biasa menjadi titik tangkap Herman.
Sore itu, ombak relatif bersahabat. Namun, pencarian tidak mudah. Perairan luas di sekitar Pulau Mepar dan arus bawah yang kerap berubah menjadi tantangan tersendiri. Hingga pukul 18.00 WIB, pencarian belum membuahkan hasil.
Warga tetap bertahan di dermaga, sebagian menyiapkan perahu untuk pencarian lanjutan pada malam hari. Harapan mereka sederhana: Herman ditemukan dalam keadaan selamat.
Di kampung nelayan seperti Pulau Mepar, laut adalah sumber hidup sekaligus ruang yang menyimpan misteri. Bagi Herman, laut sudah menjadi bagian dari hidup sejak kecil. Kini, keluarga dan tetangga menanti, berharap suara mesin perahunya kembali terdengar di antara riak ombak yang tenang. (///)
- Penulis: Redaksi

Saat ini belum ada komentar