Monumen Helikopter SA-330 Puma: Sebuah Penghormatan untuk Sejarah dan Pengabdian TNI Angkatan Udara
- account_circle Redaksi
- calendar_month Sabtu, 26 Jul 2025
- visibility 45
- print Cetak

Prosesi peresmian dimulai dengan penandatanganan prasasti di Pendopo Bupati dan dilanjutkan pemotongan pita di lokasi monumen.
Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto dan Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI M. Tonny Harjono bersama Bupati Bogor Rudy Susmanto
meresmikan langsung monumen ini. (Dok/Foto/Istimewa)
Oleh: AYS Prayogie
PADA Jumat (25/7/2025), di kawasan Simpang Empat Kandang Roda, Cibinong, Kabupaten Bogor, Monumen Helikopter SA-330 Puma resmi diresmikan oleh Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto. Peresmian monumen ini menjadi simbol penghargaan terhadap pengabdian panjang helikopter legendaris milik TNI Angkatan Udara yang telah mengawal langit Indonesia selama lebih dari empat dekade.
HELIKOPTER SA-330 Puma, yang pertama kali hadir pada tahun 1978, dikenal sebagai alutsista yang tidak hanya menjadi andalan dalam berbagai operasi militer, tetapi juga berperan besar dalam misi kemanusiaan. Sejarah panjang helikopter ini tercatat dalam berbagai momen penting, salah satunya adalah keterlibatannya dalam pemasangan Tugu Kujang dan Monumen Bogor pada 4 Mei 1982, yang turut mengukir jejak sejarah bagi masyarakat Bogor.
“Ini adalah penghormatan terakhir yang diberikan untuk alutsista yang telah memberikan kontribusi besar kepada bangsa ini. Seperti halnya tradisi di Angkatan Udara, kami memberikan penghormatan terhadap semua yang telah berjasa,” ujar Jenderal Agus dalam sambutannya. Dengan kata-kata itu, Panglima TNI menegaskan pentingnya mengenang sejarah panjang pengabdian Helikopter SA-330 Puma.
Acara peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Panglima TNI di Pendopo Bupati Bogor, yang kemudian dilanjutkan dengan pemotongan pita di lokasi monumen. Kedua tindakan simbolis ini menjadi penanda bahwa Helikopter SA-330 Puma, yang telah pensiun sejak 29 Desember 2023, kini mendapat tempat yang layak dalam catatan sejarah TNI Angkatan Udara.
Helikopter SA-330 Puma memang telah dipensiunkan seiring dengan modernisasi alutsista di tubuh TNI Angkatan Udara. Sebagai gantinya, kini tugas yang semula diemban Puma dilanjutkan oleh helikopter yang lebih canggih, seperti NAS-332 Super Puma dan EC-725 Caracal, yang diharapkan lebih mampu memenuhi tuntutan operasi masa kini. Namun, meski telah tiada dalam dinas aktif, Puma tetap dikenang sebagai simbol pengabdian dan ketangguhan.
Di balik peresmian ini, ada harapan besar bagi generasi penerus bangsa. Monumen Helikopter SA-330 Puma, dengan segala cerita dan sejarah yang terkandung di dalamnya, bukan hanya sebagai pengingat perjalanan panjang sebuah alutsista, tetapi juga sebagai sumber inspirasi dan kebanggaan bagi masyarakat, khususnya generasi muda. Sebuah pengingat bahwa pengabdian tanpa pamrih, seperti yang ditunjukkan oleh helikopter ini, adalah semangat yang harus terus dihidupkan.

Helikopter SA-330 Puma juga bisa dipersenjatai secara sangar, termasuk dengan rudal, roket, dan kanon otomatis berikut sensornya. Tapi sayang versi TNI AU tidak secanggih ini. (Foto/Istimewa)
SEIRING dengan pembangunan monumen ini, para prajurit TNI Angkatan Udara dan seluruh bangsa Indonesia dapat merenungkan pentingnya semangat patriotisme dan pengabdian kepada negara, yang telah diwakili oleh alutsista legendaris ini.
Monumen SA-330 Puma diharapkan menjadi simbol kebanggaan bagi masyarakat Bogor dan seluruh rakyat Indonesia, sebuah penghormatan yang tak lekang oleh waktu. (/*/*)

AYS Prayogie, SH
Cijantung, 26 Juli 2025
Penulis adalah Wartawan Senior Media Syber | CEO HI-NETWORK | Pemimpin Redaksi portal berita HITVberita.com | Ketua Umum Pengurus Pusat Media Independen Online (MIO) Indonesia – tinggal menetap di Cijantung
- Penulis: Redaksi

Saat ini belum ada komentar