Pelindo Siap Perkuat Ekonomi Jawa Tengah lewat Operasi Perdana Terminal Batang
- account_circle Redaksi
- calendar_month Rabu, 15 Okt 2025
- visibility 35
- print Cetak

Selain dermaga, Pelindo juga menyiapkan lapangan penumpukan seluas sekitar 2 hektare, dilengkapi dengan infrastruktur pendukung berupa kantor operasional, sistem mekanikal dan elektrikal, jaringan keamanan terintegrasi, serta pasokan listrik dari PLN sebesar 82,5 kVA yang telah aktif sejak Juli 2025. (Dok/Foto/KN/Hitv)
Penulis: Kalaus Naibaho
Editor: AYS Prayogie
HITVBERITA.COM | Batang — PT Pelabuhan Indonesia (Persero) melalui subholding PT Pelindo Multi Terminal memulai kegiatan bongkar muat perdana komoditas pasir silika di Pelabuhan Batang, Jawa Tengah, Senin (13/10/2025).
Momentum ini menandai beroperasinya salah satu infrastruktur logistik strategis yang dibangun di dalam Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB).
Direktur Operasi Pelindo Multi Terminal Arif Rusman Yulianto mengatakan, kegiatan perdana tersebut menjadi tonggak penting dalam memperkuat kesiapan fasilitas terminal untuk mendukung aktivitas industri di kawasan KITB.
“Pelaksanaan bongkar muat perdana ini merupakan langkah penting dalam memastikan kesiapan fasilitas terminal Pelabuhan Batang. Kami berkomitmen menjaga standar pelayanan terbaik dengan mengutamakan keselamatan, efisiensi, dan kolaborasi,” ujar Arif.
MENURUT Arif, keberadaan terminal ini diharapkan dapat memperlancar distribusi bahan baku industri, memperkuat rantai pasok, serta memberikan kontribusi signifikan bagi pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah dan nasional.
Fasilitas Strategis untuk Industri Nasional
TERMINAL Batang tahap pertama dibangun dengan infrastruktur utama berupa causeway sepanjang 350 meter, trestle 361 meter, serta dermaga 152 meter dengan kedalaman awal – 5 meter LWS yang akan ditingkatkan secara bertahap hingga – 10,5 meter LWS.
Dermaga tersebut dapat disandari kapal hingga 10.000 DWT, menjadikannya fasilitas vital untuk berbagai jenis kargo industri, termasuk curah kering, curah cair, dan peti kemas.

Kegiatan bongkar muat perdana dilakukan dengan proses pembongkaran pasir silika milik PT KCC Glass Indonesia, yang merupakan salah satu tenant utama KITB. (Dok/Foto/KN/Hitv)
SELAIN dermaga, Pelindo juga menyiapkan lapangan penumpukan seluas sekitar 2 hektare, dilengkapi dengan infrastruktur pendukung berupa kantor operasional, sistem mekanikal dan elektrikal, jaringan keamanan terintegrasi, serta pasokan listrik dari PLN sebesar 82,5 kVA yang telah aktif sejak Juli 2025.
Langkah Awal Distribusi Industri KITB
KEGIATAN bongkar muat perdana dilakukan dengan doa bersama, kemudian dilanjutkan dengan proses pembongkaran pasir silika milik PT KCC Glass Indonesia, salah satu tenant utama KITB.
Kapal Barge Bahari 30082 yang membawa muatan pasir silika seberat 5.200 ton tiba di Pelabuhan Batang pukul 07.35 WIB, menandai dimulainya aktivitas logistik industri di kawasan tersebut.
Arif menegaskan, Pelindo Multi Terminal berkomitmen untuk terus mengembangkan terminal Batang menjadi simpul logistik strategis yang mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
“Dengan beroperasinya terminal ini, kami ingin memastikan Batang menjadi hub logistik penting di Jawa Tengah, memperkuat konektivitas maritim, serta menciptakan nilai tambah bagi industri nasional,” katanya.
Mendukung Pemerataan Ekonomi
Beroperasinya Terminal Batang melengkapi infrastruktur pendukung kawasan industri terpadu yang dirancang pemerintah untuk mendorong investasi manufaktur di luar Pulau Jawa bagian barat.
Sebagai simpul baru rantai pasok, Pelabuhan Batang diproyeksikan mempercepat arus logistik bahan baku dan hasil industri, sekaligus menurunkan biaya distribusi antarwilayah.

Pelindo Multi Terminal ke depan menargetkan Terminal Batang menjadi bagian penting dalam sistem logistik nasional. (Dok/Foto/KN/Hitv)
Pelindo Multi Terminal berkomitmen mendukung pemerataan pertumbuhan ekonomi, memperkuat daya saing industri, serta menggerakkan ekonomi daerah melalui konektivitas maritim yang efisien dan berkelanjutan.
(///)
- Penulis: Redaksi

Saat ini belum ada komentar