Pemkab Garut dan BNI Perpanjang Kerja Sama untuk Perkuat PAD
- account_circle Abdul Hapid
- calendar_month Kamis, 4 Des 2025
- visibility 72
- comment 0 komentar
- print Cetak

Bupati Garut menjelaskan sebagian besar pendapatan daerah menurutnya masih ditopang oleh retribusi serta layanan rumah sakit dan puskesmas, kondisi yang membuat keuangan daerah sensitif terhadap perubahan ekonomi. (Dok/Foto/Aden/Hitv)
Pemerintah Kabupaten Garut memperpanjang kerja sama layanan perbankan dengan Bank Negara Indonesia (BNI) sebagai upaya memperkuat kemandirian fiskal daerah.
GARUT | HITV— Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dilakukan Bupati Garut Abdusy Syakur Amin di Ruang Pamengkang, Garut Kota, Selasa (2/12/2025).
Dalam acara itu, Bupati Syakur menyoroti masih rendahnya kontribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD) terhadap total pendapatan daerah. Meski ada mengalami peningkatan, menurut Bupati Abdusy porsinya dinilai belum ideal untuk menopang kebutuhan pembangunan.
“Kontribusi PAD Garut baru sekitar 16 persen, sebelumnya 14 persen. Kami harus terus memperbaiki dan memfokuskan diri pada peningkatan PAD,” ujar Syakur.
Ia menjelaskan bahwa sebagian besar pendapatan daerah masih ditopang oleh retribusi serta layanan rumah sakit dan puskesmas, kondisi yang membuat keuangan daerah sensitif terhadap perubahan ekonomi.
Solusi Digital dari BNI
Menanggapi kebutuhan tersebut, BNI menawarkan dukungan teknologi untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan keuangan daerah.

Bupati Garut Abdusy Syakur tengah berbincang dengan Febby Angriawan – Pimpinan Cabang BNI Garut, yang masing-masing didampingi jajaran. (Dok/Foto/Aden/Hitv)
Dalam kesempatan itu Pimpinan Cabang BNI Garut, Febby Anggriawan, menyampaikan bahwa BNI siap menghadirkan layanan digital yang dapat memperkuat sistem penerimaan daerah.
“Semua institusi kini bertransformasi ke arah digital. BNI memiliki solusi Smart Tenan untuk membantu rekonsiliasi retribusi agar lebih mudah dimonitor dan dikelola,” kata Febby.
BNI Garut menyatakan kesiapan mengakomodasi pengelolaan 11 jenis pajak daerah dan retribusi, mulai dari Pajak Hotel, Restoran, Reklame, Pajak Hiburan, Air Tanah, Mineral Bukan Logam, hingga Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Melalui integrasi ini, BNI berharap tata kelola keuangan daerah semakin transparan dan efisien.
Febby menambahkan, kolaborasi tersebut diharapkan nantinya dapat memperkuat pencapaian visi “Garut Hebat”, terutama dalam membangun sistem fiskal yang lebih modern dan akuntabel. (/*/*/)
Editor: AYS
Sumber: HITV Jabar
- Penulis: Abdul Hapid

Saat ini belum ada komentar