Pisang Cavendish, Peluang Baru Petani Banyumas di Tengah Harga Palawija Tidak Stabil
- account_circle R. Ahdiyat
- calendar_month Minggu, 2 Nov 2025
- visibility 22
- comment 0 komentar
- print Cetak

Budidaya pisang Cavendish semakin diminati petani karena perawatan mudah, pasar jelas dengan harga jual yang stabil.
HITVBERITA.com | Banyumas — Tren budidaya pisang Cavendish terus berkembang di wilayah Banyumas. Salah satu yang mulai merasakan manfaatnya adalah Sukimin, petani asal Desa Petarangan, yang kini tengah merawat 700 batang pisang Cavendish di lahan seluas 450 meter persegi.
Ia mengatakan di usia tanam 92 hari setelah tanam (HST), tanaman terlihat tumbuh subur dengan manajemen perawatan sederhana namun teratur.
Menurutnya, merawat pisang justru lebih mudah dibanding komoditas hortikultura lainnya. Sedang untuk panen pertama, butuh waktu 7-8 bulan, selanjutnya tiap bulan panen.
“Perawatan pisang itu gampang, tidak seribet melon, cabe, atau tomat,” ujarnya saat ditemui HITVBERITA.com, Minggu (2/11/2025).
“Cukup bersihkan area bawahnya, pupuk sebulan sekali, dan semprot vitamin akar serta daun,” lanjutnya.
Secara pemasaran, kata dia, pisang Cavendish memiliki pasar kuat. Pengepul di wilayah Ajibarang dikonfirmasi siap menampung panen dalam jumlah besar. Komoditas ini juga tidak hanya dipasarkan ke toko buah dan supermarket, namun juga digunakan sebagai bahan baku industri makanan, seperti bubur bayi kemasan.

Sukimin pemilik Area Kebun Pisang Cavendish, Desa Petarangan kecamatan Kemranjen Kabupaten Banyumas. (dok/ft/RA)
Harga jual saat ini, kata dia, di tingkat kebun berada di kisaran Rp4.000/kg, sementara harga per tandan bervariasi antara Rp50.000 hingga Rp120.000, tergantung jumlah sisir.
“Yang penting nutrisi seimbang dan lahan bersih. InsyaAllah hasil memuaskan,” tambah Sukimin.
Dalam pemeliharaan, Sukimin memanfaatkan pupuk dasar organik serta pupuk Poska/NPK sebulan sekali, dan penyemprotan vitamin. Secara teknis, jenis pupuk yang umum direkomendasikan untuk pisang antara lain:
. NPK 15-15-15 atau 20-20-20
. Sumber nitrogen (Urea/ZA)
. Fosfor (SP-36/rock phosphate)
. Kalium (KCl/KNO3)
Namun ia menegaskan bahwa kebutuhan pupuk ideal tetap disesuaikan dengan kondisi tanah.
“Kalau bisa, analisa tanah dulu. Biar tepat dan tidak boros,” tegasnya.
Budidaya pisang Cavendish di Desa Petarangan menjadi contoh pilihan usaha tani yang rendah risiko namun berpotensi memberi hasil baik, terutama bagi petani yang ingin diversifikasi komoditas.
Editor: Tata Rusmanto
- Penulis: R. Ahdiyat

Saat ini belum ada komentar