Purwakarta Luncurkan Program “BAYARIN” untuk Ringankan Tunggakan BPJS
- account_circle Redaksi
- calendar_month Sabtu, 23 Agt 2025
- visibility 32
- comment 0 komentar
- print Cetak

Sekda Purwakarta Norman Nugraha (kiri) dan Direktur RSUD Bayu Asih Dr. Tri Muhammad Hani saat peluncuran program BAYARIN. (Foto/Raffa/HITV)
Penulis: Raffa Christ Manalu
Pemerintah Kabupaten Purwakarta meluncurkan program BAYARIN (Bantu Biaya Iuran Nunggak) sebagai langkah inovatif untuk membantu warga yang memiliki tunggakan iuran BPJS Kesehatan. Program ini diharapkan mampu mengurangi jumlah peserta tidak aktif sekaligus menghidupkan kembali semangat gotong royong di masyarakat.
HITVBERITA.COM | Purwakarta – Pemerintah Kabupaten Purwakarta meluncurkan program BAYARIN (Bantu Biaya Iuran Nunggak) sebagai langkah inovatif untuk membantu warga yang memiliki tunggakan iuran BPJS Kesehatan. Program ini diharapkan mampu mengurangi jumlah peserta tidak aktif sekaligus menghidupkan kembali semangat gotong royong di masyarakat.
Sosialisasi program digelar di Aula Wikara 1 BKAD, Jumat (22/8/2025), dan dihadiri oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Purwakarta, Norman Nugraha. Dalam sambutannya, Norman menegaskan bahwa keberhasilan program membutuhkan sinergi lintas sektor.
> “Dengan adanya program ini, diharapkan pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan lebih cepat dan tepat,” ujar Norman.
Acara dibuka oleh Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida), Yayat Hidayat, yang menyampaikan apresiasi terhadap RSUD Bayu Asih sebagai penggagas inovasi.
Direktur RSUD Bayu Asih, Tri Muhammad Hani, menekankan bahwa BAYARIN hadir sebagai solusi finansial bagi warga sekaligus sarana memperkuat kepedulian sosial.
> “BAYARIN adalah wujud komitmen kami untuk memastikan seluruh masyarakat Purwakarta mendapatkan akses pelayanan kesehatan yang layak,” kata Hani.
Program ini didukung aplikasi berbasis web yang dibangun dengan framework Laravel dan database MySQL.
Melalui platform tersebut, pasien dapat mengajukan bantuan secara daring. Permohonan diverifikasi tim CSR rumah sakit, sebelum kemudian ditindaklanjuti oleh para donatur seperti BAZNAS, lembaga filantropi, maupun perusahaan melalui program CSR.
Donatur bisa menanggung sebagian atau seluruh iuran pasien. Setiap transaksi tercatat dan dipantau secara real-time melalui dashboard transparan yang dapat diakses pemangku kepentingan, sehingga akuntabilitas dan keterbukaan terjaga.
Selain Sekda dan jajaran RSUD Bayu Asih, kegiatan ini juga dihadiri oleh Asisten Sekda Bidang Perekonomian dan Pembangunan, jajaran Bapperida, serta kepala bagian dari sejumlah unit di lingkungan Pemkab Purwakarta.
Dengan hadirnya BAYARIN, Purwakarta menegaskan komitmennya menjadikan kesehatan sebagai prioritas pelayanan publik yang inklusif. (///)
- Penulis: Redaksi

Saat ini belum ada komentar