Saiful Chaniago Apresiasi Tanggapan Cepat Prabowo Terhadap Kebijakan Ekonomi Donald Trump!
- account_circle
- calendar_month Sabtu, 5 Apr 2025
- visibility 60
- comment 0 komentar
- print Cetak

Wakil Ketua Umum DPP KNPI, Saiful Chaniago, memberikan apresiasi atas respons cepat Presiden Indonesia Prabowo Subianto dalam menghadapi kebijakan ekonomi terbaru dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang mengenakan tarif impor sebesar 32 persen kepada produk Indonesia.
HITVBERITA.COM | Jakarta– Baru-baru ini, kebijakan ekonomi Donald Trump yang menaikkan tarif impor hingga 32 persen bagi produk Indonesia menjadi perhatian besar. Menanggapi hal tersebut, Presiden Prabowo Subianto pun langsung mengambil langkah strategis dengan melakukan komunikasi intensif dengan negara-negara ASEAN guna merumuskan kebijakan mitigasi yang tepat.
Diketahui bahwa pada Rabu, 2 April 2025, Gedung Putih secara resmi mengumumkan kenaikan tarif impor sebanyak 10 persen untuk beberapa negara, termasuk Indonesia yang terdaftar di urutan ke delapan dengan tarif 32 persen.
Hal ini tentu menambah tantangan bagi perekonomian Indonesia. Namun, Saiful Chaniago menilai bahwa langkah Presiden Prabowo dalam menjaga stabilitas ekonomi Indonesia sudah dilakukan jauh-jauh hari.
“Presiden Prabowo Subianto telah melakukan serangkaian langkah strategis, seperti memperluas mitra dagang Indonesia, mempercepat hilirisasi sumber daya alam, dan memperkuat ketahanan konsumsi dalam negeri untuk memperkokoh ketahanan ekonomi nasional,” ujar Saiful.
Chaniago menambahkan bahwa upaya untuk memperluas mitra dagang Indonesia terlihat jelas melalui ajakan untuk bergabung dalam BRICS, kelompok ekonomi besar yang mencakup 40 persen perdagangan global.
Sementara itu, dalam sektor hilirisasi sumber daya alam, Presiden Prabowo juga telah memprioritaskan kebijakan tersebut.
Salah satu contoh yang sukses adalah sektor nikel, di mana ekspor nikel dan turunannya melonjak tajam dari US$ 3,7 miliar pada 2014 menjadi US$ 34,3 miliar pada 2022.
Selain itu, pada 24 Februari 2025, Prabowo meluncurkan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara untuk mempercepat hilirisasi sumber daya alam strategis di Indonesia.
Tak hanya itu, upaya untuk memperkuat ketahanan konsumsi dalam negeri juga mendapat perhatian serius.
Program-program kesejahteraan rakyat seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menargetkan 82 juta penerima manfaat pada akhir tahun 2025, serta pendirian 80.000 Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) untuk memperkuat ekonomi desa dan membuka lapangan pekerjaan baru, menunjukkan komitmen pemerintah untuk meningkatkan daya beli masyarakat.
“Kami mengimbau seluruh rakyat Indonesia untuk tetap fokus pada peningkatan produktivitas ekonomi nasional dan tidak terpengaruh oleh kebijakan ekonomi Presiden Donald Trump, karena kebijakan tersebut tidak akan memberikan dampak signifikan terhadap perekonomian Indonesia,” tutup Saiful Chaniago. (**)
Penulis: Bae Bahthy
Editor: AYS Prayogie
- Penulis:

Saat ini belum ada komentar