Rabu, 15 Apr 2026
light_mode

Sekjen Majelis Pers: Karya Jurnalistik Tidak Menganut Kriminalisasi Hukum Pidana

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Minggu, 6 Okt 2024
  • print Cetak

š‡šˆš“š•ššžš«š¢š­šš.š‚šØš¦ | ššŽš†šŽš‘ – Pendalaman Profesi Kejurnalistikan Dalam persepsi Pers bermartabat dengan mengangkat kode etik sebagai pedoman jurnalistik, serta menjunjung tinggi UU Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers merupakan konsistensi yang tidak bisa ditawar menawar.

Hal itu dikatakan oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) Majelis Pers, Ozzy Sulaiman Sudiro dalam memberikan pemaparan dan edukasi pendalaman profesi kejurnalistikan yang diselenggarakan Forum Wartawan Jaya (FWJ) Indonesia di Wisma Arga Muncar Bogor, pada Jumat-Sabtu (4 dan 5 Oktober 2024).

Narasumber pada acara pendalaman profesi kejurnalistikan salah satunya Sekjen Majelis Pers, Ozzy. (dok*Rafffa)

Menurut Ozzy, persoalan sengketa Pers telah terjadi sejak jaman orde baru hingga paska reformasi, meskipun dalam teorinya bahwa sengketa pers harus melalui proses di dewan pers, namun banyak yang terabaikan dan tidak menemukan solusinya. Bahkan kerap diartikan sebagai rull and the games.

“Kita bicara faktanya saja, selama ini banyak teman-teman jurnalis dikriminalisasi hingga di meja hijaukan. Persoalan itu muncul karena dewan pers tidak mampu mengakomodir aspek pers. Pedoman kode etik jurnalistik dan UU Pers kerap hanya sebagai simbol, mereka berpedoman pada UU Siber dan UU ITE. Itu hal yang fatal dalam kemerdekan pers, sehingga penyekatan dan diskriminatif terhadap umat Pers terus berlangsung,” kata Ozzy dalam paparannya.

Ia menyebut, Majelis Pers menaruh harapan besar terhadap dewan pers saat ini. Sosok Ninik (Ketua Dewan Pers-red) yang memiliki control value diyakini dapat merubah tatanan yang telah mengakar selama ini.

“Kami yakin, ketua dewan pers saat ini dapat melihat dan memahami fungsinya, sehingga keberadaan dewan pers tidak lagi menjadi monster yang menyeramkan bagi umat pers seperti yang terjadi sebelum-sebelumnya. Ketegasan, kepiawaian Ninik dalam mengakomodir aspek pers sangat mampu mengembalikan marwah Pers Indonesia jika dia berpegang teguh pada 2 hal, yakni kode etik jurnalistik dan Undang Undang Pers, serta melihat proses paska reformasi dibentuknya kembali dewan pers independent oleh Majelis Pers,” ujarnya.

Keterkaitan Majelis Pers, lanjut Ozzy, dalam proses sejarah pers paska reformasi tidak bisa dikaburkan atau dihilangkan. Ia menjelaskan, terbentuknya Majelis Pers atas dorongan dari berbagai pihak agar tercipta dan terjaganya marwah Pers Indonesia kedepan.

“Majelis Pers wujud dari rasa empati terhadap perkembangan pers di Indonesia. Atas kesepakatan 26 organisasi kewartawanan saat itu, tepatnya paska reformasi tahun 1998. Saat itulah para organisasi yang diakomodir Komite Wartawan Reformasi Indonesia (KWRI) menarik simpul pentingnya pers Indonesia memiliki Undang Undang, Kode Etik Jurnalistik dan Dewan Pers yang Independent. Kami sepakat 3 hal itu untuk diperjuangkan oleh Majelis Pers,” jelasnya.

Namun, sepanjang waktu sejak tahun 1999 hingga peralihan sebelum diketuai Ninik, dewan pers menjadi lembaga penganut kekuasaan, sehingga tidak ubahnya seperti dewan pers sebelumnya yang telah dibubarkan pada jaman orde baru. Bahkan lebih terpuruk, karena banyaknya penyangkalan, pengaburan dan pembenaran yang dilakukan oleh dewan pers saat ini.

Narasumber pada acara pendalaman profesi kejurnalistikan salah satunya Sekjen Majelis Pers, Ozzy. (dok*Rafffa)

“Waktu itu kita sepakat akan dibentuknya kembali dewan pers independent, namun berjalannya waktu, disinilah letak ketidakpatutan dewan pers independent, sehingga publik dipertontonkan pada sebuah lembaga hebat dan full power. Muatannya begini, ketika ada aduan sebuah karya jurnalistik, disinilah letak ketidak independenan dewan pers. Pengadu dan teradu tidak pernah dipertemukan dalam menyelesaikan sengketanya. Bahkan, terlihat dewan pers terkesan memberikan sanksi karya jurnalis melanggar kode etik pers, pedoman media siber dan tanpa adanya hak jawab maupun hak koreksi sebelum digali fakta-faktanya, sehingga terkesan adanya berpihakan, hingga akhirnya teradu terjerat KUHP,” paparnya.

Persoalan lainnya, dewan pers melupakan dan atau menomor limakan fungsinya yang tertuang di UU Pers itu sendiri, karena lembaga itu di era digitalisasi kerap mengedepankan pedoman Media Siber yang bukan Undang Undang Pokok Pers.

“Di era digitalisasi, media online yang memiliki legalitas hukum itu bukan media siber, akan tetapi ranah spesifikasinya adalah media massa. Jadi tidak tepat jika dewan pers menggunakan pedoman media siber. Itu harus dipahami oleh ketua dewan pers saat ini dan semua pihak, termasuk kepolisian, karena pedomam media siber adalah jebakan keranah UU ITE,” terangnya.

Ozzy menuturkan, doktrinisasi yang tidak baik terhadap pemahaman UU Pokok Pers dan Kode Etik Jurnalistik akan terus mengakar jika tidak dibendung. Dimana dewan pers harus mampu mengembalikan marwah Pers Indonesia tanpa harus mengeluarkan Peraturan Pelaksana (PP) dewan pers. Hal itu akan menjadi presendent buruk bagi perkembangan Pers di Indonesia.

“Yang perlu dikaji dan dipahami adalah begini. UU Pers memiliki kekuatan tunggal dan tidak ada aturan dari produk manapun termasuk dewan pers. Karena UU Pers bersifat tunggal yang belum memiliki Peraturan Pelaksananya (PP),” tuturnya.

“Jadi, peraturan pelaksana yang dibuat dewan pers harus dipertanyakan dan dikaji ulang sebagai landasan hukumnya, termasuk bentukan verifiasi, UKW dan lain sebagainya,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua Umum FWJ Indonesia, Mustofa Hadi Karya, atau yang kerap disapa Opan, sebagai pelaksana kegiatan Pendalaman Profesi Kejurnalistikan serta memahami Kode Etik Jurnalistik, pembedahan UU Pers dan UU ITE yang digelar selama 2 hari di Wisma Arga Muncar Bogor mengatakan, bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk keprihatinannya terhadap perkembangan pers saat ini.

“Kami bukan hanya mengupas sejarah Pers yang dilakukan Majelis Pers saat ini, tetapi kami juga memberikan pemantapan kejurnalistikan kekinian berupa Mobile jurnalistm, tata cara pendalaman penulisan, pemahaman kode etik jurnalistik sampai kepada payung hukum pers dan bentuk korelasi UU ITE terhadap karya jurnalistik,” kata Opan.

NID:SIZE:86 KB

Ia juga menjelaskan, para narasumber yang hadir merupakan mereka yang sudah memiliki keahlian dalam pembedahan kejurnalistikan dan hukum.

“Sengaja kami hadirkan langsung Sekjen Majelis Pers, Praktisi hukum sekaligus pengamat hukum dan politik, Damai Hari Lubis, Bunayya Saifuddin (Eks Harian Pelita dan eks Konsultan Antara TV News), Ismet Noviandi (eks Metro TV), M Sunu Probo Baskoro (eks LKBN Antara TV dan Eks Berita Satu), Drs. Joko Irianto (eks Jawa Pos), Richard William (Gapta Firma), Puguh Kribo, dan Jaenal Abidin (Pengamat Jurnalis masyarakat),” jelasnya.

Opan menyebut, kegiatan-kegiatan seperti ini akan terus dilakukannya dan menjadi program rutinitas per triwulan dengan tema dan narasumber yang disesuaikan dengan pengalaman dan keahliannya.

“Ini akan menjadi agenda kerja kami per triwulan di FWJ Indonesia, tentunya, dengan narasumber yang profesional, berani, berkeahlian dibidangnya agar next generasi jurnalis memiliki panduan dan kemampuan mumpuni dalam menjalankan profesinya sesuai dengan kode etik dan amanah profesi yang berkonstitusi,” demikian Opan.

(š‡šˆ/ššžš­š°šØš«š¤)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Aroma Limbah dan Kemacetan Kian Parah di Tubagus Angke, Pihak Otoritas Terkait Tidur!

    Aroma Limbah dan Kemacetan Kian Parah di Tubagus Angke, Pihak Otoritas Terkait Tidur!

    • 0Komentar

    Reporter: Yakup   Setiap sore hari, saat matahari perlahan tenggelam di ufuk barat dan ribuan warga bersiap pulang ke rumah selepas bekerja, Jalan Raya Tubagus Angke di Kelurahan Angke, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat, berubah menjadi medan ujian kesabaran. Bukan hanya karena volume kendaraan yang meningkat, tetapi juga karena satu pemandangan yang seolah menjadi rutinitas harian: […]

  • Speed Race Kapal Nelayan Tradisional Semarakkan Bahari Kepulauan Seribu Utara

    Speed Race Kapal Nelayan Tradisional Semarakkan Bahari Kepulauan Seribu Utara

    • 0Komentar

    Lomba adu cepat kapal nelayan tradisional akan menjadi salah satu daya tarik utama dalam gelaran ā€œGelora Bahari Seribu Utara 2026ā€ yang akan berlangsung pada Kamis, 26 Maret 2026. KEPULAUAN SERIBU UTARA, HITV — Perlombaan tersebut dijadwalkan akan dimulai pukul 08.00 WIB dari garis start di Pulau Kelapa dan berakhir di Pulau Harapan. Rute itu dikenal […]

  • Fauzi Mubarok Engkaulah Cintaku, Engkaulah Bidadariku

    Fauzi Mubarok Engkaulah Cintaku, Engkaulah Bidadariku

    • 0Komentar

    HITVBERITA.COM-Cianjur Didalam Islam, Pernikahan dapat diartikan sebagai suatu perjanjian suci yang dilakukan oleh seorang laki laki dan seorang Perempuan, yang ingin melanjutkan hubungan menjadi hubungan yang halal. Mereka akan mengikat janji suci didepan penghulu dan dihadapan saksi Nikah, untuk menyatakan bahwa mereka sudah siap untuk membangun rumah tangga. Didalam Islam, pernikahan itu bukan hanya berbicara […]

  • Waspada Hoaks, Pertamina Tegaskan Tidak Ada Kenaikan Harga BBM per 9 Maret 2026

    Waspada Hoaks, Pertamina Tegaskan Tidak Ada Kenaikan Harga BBM per 9 Maret 2026

    • 0Komentar

    Informasi yang beredar di media sosial terkait kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) pada 9 Maret 2026 dipastikan tidak benar alias berita hoaks. JAKARTA, HITV— Kabar tersebut menyebutkan bahwa penyesuaian harga berlaku untuk seluruh jenis BBM, baik yang dijual oleh Pertamina maupun badan usaha swasta seperti Shell, BP, dan Vivo Energy. Namun, klaim tersebut dipastikan […]

  • Gemawira Beltim bahas Program Unggulan Gerakan Menanam Pangan Rakyat

    Gemawira Beltim bahas Program Unggulan Gerakan Menanam Pangan Rakyat

    • 0Komentar

    HITVBERITA.COM BELITUNG TIMUR | Gerakan Masyarakat Wirausaha (GEMAWIRA) Belitung Timur melaksanakan pertemuan rutin di Dusun Dusun Aik Sambar Desa Lilangan Kecamatan Gantung, Selasa (22/5/2024). Selain menambah silaturahmi sesama anggota, pertemuan rutin yang biasa dilaksanakan sebulan sekali itu juga membahas program gerakan menanam pangan rakyat (GEMPAR). Ketua Gemawira Belitung Timur, Bambang Suherly, mengatakan bahwa Gemawira sebagai […]

  • ĀæDónde comprar oxandrolona 33

    ¿Dónde comprar oxandrolona 33

    • 1Komentar

    Comprar Oxandrolona Precio Desde Fifty Six 00 Oxandrolona Espana On-line La oxandrolona se ha convertido en uno de los esteroides mĆ”s populares en el culturismo, utilizado activamente por levantadores de pesas y atletas. Es utilizado regularmente por culturistas y levantadores de potencia para aumentar el rendimiento, la fuerza y el fĆ­sico. Nuestra investigación ha confirmado […]

expand_less