Sekolah Rakyat Rintisan Dibuka di Garut, Perluas Akses Pendidikan bagi Keluarga Miskin
- account_circle Redaksi
- calendar_month Rabu, 1 Okt 2025
- visibility 30
- comment 0 komentar
- print Cetak

Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, menyampaikan bahwa keberadaan Sekolah Rakyat menjadi langkah strategis dalam memutus rantai kemiskinan antargenerasi. (Dok/Foto/Aden/Hitv)
Penulis: Kang Aden HITV
Pemerintah Kabupaten Garut resmi membuka Sekolah Rakyat Rintisan Tahun Ajaran 2025/2026, Selasa (30/9/2025).
HITVBERITA.COM | Garut —Pembukaan yang berlangsung di Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Balai Latihan Kerja (BLK) Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Kecamatan Samarang itu, menjadi bagian dari program nasional untuk memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin.

Bupati Garut Abdusy Syakur Amin saat lakukan gunting pita, menandai dibukanya secara resmi Sekolah Rakyat Rintisan Tahun Ajaran 2025/2026. (Dok/Foto/Aden/hitv)
Program Sekolah Rakyat merupakan tindak lanjut dari Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 8 Tahun 2025 tentang Optimalisasi Pelaksanaan Pengentasan Kemiskinan dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem.
Sejak diluncurkan pada Februari lalu, sebanyak 165 sekolah telah didirikan di berbagai daerah, dan 65 di antaranya mulai melaksanakan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) secara serentak.
Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, menyampaikan bahwa keberadaan Sekolah Rakyat Rintisan menjadi langkah strategis dalam memutus rantai kemiskinan antargenerasi.
“Yang paling mudah adalah membuka akses pendidikan. Dari sana, anak-anak bisa punya masa depan yang lebih baik,” ujar Syakur dalam sambutannya.
KEPALA Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Bandung, Iyan Kusmadiana, menambahkan, percepatan pembangunan Sekolah Rakyat merupakan hasil kolaborasi lintas kementerian.
“Kami bekerja sama dengan Kementerian Sosial, PUPR, Pendidikan, Agama, Keuangan, dan Tenaga Kerja. Untuk sementara, BLK di berbagai daerah dijadikan lokasi penyelenggaraan, sambil menunggu pembangunan sekolah permanen rampung,” ujarnya.
Di Garut, proses seleksi calon siswa telah dilakukan sejak Agustus. Kepala Dinas Sosial Kabupaten Garut, Aji Sukarmaji, menjelaskan bahwa peserta didik berasal dari keluarga dengan status sosial ekonomi dalam Desil 1 dan Desil 2, berdasarkan data nasional. Sebanyak 75 siswa terpilih untuk mengikuti program ini, terdiri dari 50 siswa tingkat SMP dan 25 siswa tingkat SD.

Pemerintah Kabupaten Garut tegaskan keberadaan Sekolah Rakyat diharapkan menjadi titik balik bagi anak-anak dari keluarga tidak mampu untuk memperoleh pendidikan yang layak. (Dok/Foto/Aden/hitv)
Para siswa berasal dari 28 kecamatan di Kabupaten Garut dan diantar langsung oleh keluarga dan aparatur kecamatan.
Orang tua diberikan fasilitas untuk menginap semalam sebelum kembali ke daerah masing-masing. Sementara itu, para siswa mulai tinggal di asrama yang telah disiapkan.
DINAS Sosial Garut menyampaikan apresias atas dukungan Kementerian PUPR dan Kementerian Sosial dalam pembangunan berbagai fasilitas penunjang di kawasan BLK Samarang. Fasilitas tersebut meliputi ruang kelas, ruang guru, asrama, hingga ruang makan.
Keberadaan Sekolah Rakyat diharapkan menjadi titik balik bagi anak-anak dari keluarga tidak mampu untuk memperoleh pendidikan yang layak.
Pemerintah menargetkan, melalui akses pendidikan yang lebih luas dan merata, upaya pengentasan kemiskinan ekstrem dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan. (///)
- Penulis: Redaksi

Saat ini belum ada komentar