Semarak Festival Literasi Batang, Lapas Unjuk Karya Warga Binaan
- account_circle Hadi Lempe
- calendar_month 54 menit yang lalu
- print Cetak

Lapas Batang hadir pada kegiatan Festival Literasi Kabupaten Batang 2026, yang diwakili oleh Kasi Binadik & Giatja Mu’ammar Fihri, Kasubsi Giatja Desdy Purwanto, dan jajaran staf. (Dok/Foto/HL)
Festival Literasi Kabupaten Batang 2026 tidak hanya menjadi ruang untuk mendorong budaya membaca dan menulis, tetapi juga dimanfaatkan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Batang untuk memperkenalkan hasil pembinaan warga binaan kepada masyarakat.
BATANG, HITV — Festival Literasi Kabupaten Batang resmi dibuka di Gedung Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Batang, Senin (14/9/2026).
Kegiatan yang mengusung tema “Merajut Harmoni Keluarga, Membangun Literasi untuk Indonesia” tersebut dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, 14–16 September 2026.
Lapas Batang hadir dalam kegiatan tersebut melalui Kepala Seksi Bimbingan Narapidana/Anak Didik dan Kegiatan Kerja (Kasi Binadik & Giatja) Mu’ammar Fihri, Kepala Subseksi Kegiatan Kerja (Kasubsi Giatja) Desdy Purwanto, serta jajaran staf.
Pembukaan festival turut dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Batang, Duta Baca Indonesia, dan sejumlah tamu undangan.
Kehadiran Lapas Batang tidak sekadar sebagai peserta. Lapas membuka stan pameran yang menampilkan beragam produk hasil pembinaan kemandirian warga binaan.
Berbagai karya dipamerkan, mulai dari busana baju koko, hasil peternakan berupa telur ayam, telur bebek dan telur puyuh, hingga lukisan serta beragam kerajinan tangan.
Karya-karya tersebut menjadi gambaran bahwa pembinaan di dalam lapas tidak berhenti pada aspek pembinaan kepribadian, tetapi juga diarahkan pada peningkatan keterampilan dan kemandirian warga binaan.
Melalui festival ini, Lapas Batang berupaya membuka ruang interaksi yang lebih luas antara warga binaan dan masyarakat. Produk hasil pembinaan diperkenalkan secara terbuka sekaligus menjadi bagian dari upaya membangun perspektif bahwa warga binaan memiliki kemampuan untuk berkarya dan kembali berkontribusi di tengah masyarakat.
Partisipasi tersebut sekaligus memperkuat pesan Festival Literasi Kabupaten Batang bahwa literasi tidak semata-mata berkaitan dengan kemampuan membaca dan menulis. Literasi juga dapat menjadi pintu untuk membangun keterampilan, produktivitas, serta kesadaran untuk terus berkembang.
Lapas Batang berharap keterlibatan dalam festival itu dapat memperluas apresiasi masyarakat terhadap karya warga binaan sekaligus mendorong keberlanjutan program pembinaan agar semakin berdampak bagi proses reintegrasi sosial mereka. (*/)
Editor: AYS
Sumber: HITV Batang
- Penulis: Hadi Lempe





Dalam menjalankan tugas jurnalistik di lapangan, wartawan HITV dilengkapi Surat Tugas dan ID Card yang masih berlaku dan namanya tercantum dalam Box Redaksi saat di scanning barcode.