Soroti Ketimpangan Pasar Unggas, PINSAR Babel Minta Pemkab Belitung Lindungi Peternak Lokal
- account_circle Iswandi
- calendar_month Kamis, 20 Agt 2026
- print Cetak

HITVBERITA.COM | Tanjung pandan – Keberlangsungan usaha peternak ayam mandiri di Kabupaten Belitung dinilai sedang tidak baik-baik saja. Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat (PINSAR) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mendesak Pemerintah Kabupaten Belitung untuk segera melakukan intervensi.
Ketua PINSAR Babel, Yahya, SE, mengungkapkan, saat ini peternak rakyat menghadapi tekanan ganda. Di satu sisi, harga pakan terus merangkak naik yang berimbas pada membengkaknya Harga Pokok Produksi (HPP). Di sisi lain, mereka kesulitan mendapatkan Day Old Chick (DOC) atau bibit ayam karena harus antre panjang.
“Kondisi ini sangat memberatkan peternak mandiri. HPP sudah tinggi karena pakan mahal, ditambah lagi DOC susah didapat. Kami mohon Pemkab Belitung hadir untuk menjaga agar peternak mandiri tetap bisa hidup,” ujar Yahya kepada media di Tanjungpandan, Rabu (19/8/2026).
Yahya juga menyoroti dugaan persaingan usaha yang tidak seimbang di lapangan. Ia menyebut adanya perusahaan dengan skala kemitraan besar yang pasokan DOC-nya masuk secara rutin dan dalam jumlah besar ke Belitung.
Menurutnya, setiap kali perusahaan kemitraan tersebut panen, harga jual ayam di pasaran anjlok jauh di bawah HPP peternak mandiri. Hal ini dinilai menciptakan persaingan yang tidak sehat.
“Ini jelas ketimpangan. Mereka bisa jual dengan harga jauh lebih murah dari HPP kami. Lama-lama ini seperti praktik monopoli yang arahnya ingin mematikan peternak lokal yang mandiri di Belitung,” tegasnya.
Untuk itu, PINSAR Babel meminta Pemkab Belitung segera menciptakan iklim usaha perunggasan yang lebih berkeadilan. Mulai dari menjamin ketersediaan dan pemerataan DOC, stabilisasi harga pakan, hingga pengawasan tata niaga harga ayam hidup di tingkat peternak.
Yahya menekankan, persoalan ini bukan sekadar soal untung-rugi peternak, melainkan soal penyelamatan ekonomi kerakyatan.
“Peternak mandiri ini adalah penopang ekonomi daerah dan membuka lapangan kerja bagi masyarakat lokal. Jika mereka tumbang, yang rugi adalah daerah itu sendiri,” pungkasnya.
(Iswandi)
- Penulis: Iswandi
- Editor: Redaksi HiTvBerita.Com
- Sumber: Istimewa





Dalam menjalankan tugas jurnalistik di lapangan, wartawan HITV dilengkapi Surat Tugas dan ID Card yang masih berlaku dan namanya tercantum dalam Box Redaksi saat di scanning barcode.