Suara Indonesia Menggema di Sidang PBB
- account_circle Redaksi
- calendar_month Sabtu, 27 Sep 2025
- visibility 41
- comment 0 komentar
- print Cetak

Pidato Presiden Prabowo yang berdurasi sekitar 20 menit itu menyoroti isu kemanusiaan global dan juga menekankan pentingnya solidaritas internasional, terutama terhadap penderitaan rakyat Palestina yang hingga kini belum merdeka. (Foto/Istimewa)
Penulis: Tata Rusmanto
Ruang sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Selasa (23/9/2025), mendadak hening saat Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, berdiri di podium. Dengan suara tegas dan intonasi penuh penekanan, ia menyampaikan pesan yang langsung menyentuh inti: “Indonesia tahu arti perjuangan melawan penjajahan. Kami berdiri bersama rakyat Palestina.”
HITVBERITA.COM |New York — Tepuk tangan panjang pun bergemuruh, menandai salah satu momen paling berkesan dalam sidang umum ke-80 Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tersebut. Pidato Prabowo yang berdurasi sekitar 20 menit itu menyoroti isu kemanusiaan global. Ia menekankan pentingnya solidaritas internasional, terutama terhadap penderitaan rakyat Palestina yang hingga kini belum merdeka.

Presiden Prabowo Subianto saat sampaikan terkait isu kemanusiaan global dan juga menekankan terkait pentingnya solidaritas internasional, terutama terhadap penderitaan rakyat Palestina yang hingga kini belum merdeka. (Foto/Istimewa)
Bagi Prabowo, pesan tersebut bukan sekadar pernyataan diplomasi. Ia membawa ingatan sejarah panjang bangsa Indonesia, yang pernah dijajah selama ratusan tahun sebelum memproklamasikan kemerdekaan pada 1945.
“Penjajahan di atas dunia harus dihapuskan,” ujarnya mengutip amanat Pembukaan UUD 1945, kalimat yang kembali menggaung ke seluruh sudut ruangan.
Ruang Sidang Menyimak
Delegasi dari berbagai negara tampak menyimak dengan saksama. Beberapa perwakilan mengangguk, sebagian lain mencatat. Usai sidang, sejumlah diplomat asing mendatangi perwakilan Indonesia untuk menyampaikan ucapan selamat.
“Itu suara moral yang kuat dari Asia Tenggara,” kata seorang diplomat Afrika, enggan disebutkan namanya.
Apresiasi Lintas Kutub
Pidato Prabowo tak hanya mendapat sambutan hangat dari negara-negara yang selama ini vokal mendukung Palestina. Mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dalam pertemuan terpisah, bahkan memberi pujian. “Ia menunjukkan kepemimpinan yang kuat di panggung dunia,” ujarnya.
Pengamat hubungan internasional menilai, apresiasi dari tokoh yang kerap berseberangan dalam isu Palestina itu menunjukkan bahwa pesan Prabowo menembus batas politik global.
“Jarang ada pemimpin yang bisa memperoleh penghormatan lintas kutub dalam isu yang begitu sensitif,” kata analis dari Universitas Columbia.
Momentum Setahun Kepemimpinan
Pidato Prabowo di PBB berlangsung hampir bersamaan dengan peringatan setahun masa jabatannya sebagai Presiden Indonesia. Sejumlah pihak di dalam negeri melihat hal ini sebagai penegasan posisi Indonesia yang semakin aktif di percaturan internasional.
Ketua Umum Pasukan Pro Prabowo (Pasprobo), Saiful Chaniago, menyebut pidato itu sebagai “sentakan cahaya kebenaran”.

Ketua Umum Pasprobo, Saiful Chaniago. (Dok/Foto/Hitv)
“Kami mengajak masyarakat untuk mendukung Presiden Prabowo,” kata Saiful Chaniago di Jakarta.
Jejak Nasionalisme
Prabowo datang ke forum dunia bukan sekadar sebagai kepala negara, melainkan juga pewaris tradisi nasionalisme keluarganya. Kakeknya, Margono Djojohadikusumo, dikenal sebagai pendiri Bank Negara Indonesia. Dan, ayahnya, Soemitro Djojohadikusumo, turut merancang kebijakan pembangunan ekonomi pada masa awal republik.
Kini, Prabowo membawa warisan itu ke panggung global, dengan menekankan pentingnya keadilan dan solidaritas antarbangsa.
“Cahaya keadilan harus sampai ke semua bangsa,” ujar Presiden Prabowo Subianto menutup pidatonya.
Sejenak ruang sidang kembali hening, lalu bergemuruh oleh tepuk tangan. Dunia, setidaknya sore itu, menoleh ke Indonesia. (/*/*/)
- Penulis: Redaksi

Saat ini belum ada komentar