Transformasi Spiritual di Lapas Batang, 9 Warga Binaan Diwisuda Tahfidz Al-Qur’an
- account_circle Hadi Lempe
- calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
- visibility 69
- comment 0 komentar
- print Cetak

Kepala Lapas Batang Nurhamdan menegaskan, pembinaan spiritual menjadi fondasi utama dalam proses pemasyarakatan. Menurut dia, penguatan nilai-nilai keagamaan diharapkan membentuk karakter warga binaan agar lebih siap kembali ke tengah masyarakat. (dok/foto/HL)
Dinding jeruji besi tak menjadi penghalang bagi warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Batang untuk menorehkan prestasi spiritual. Hal itu tergambar dalam peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW yang dirangkaikan dengan penyambutan Bulan Suci Ramadan, Rabu (4/2/2026).
BATANG | HITV— Kegiatan yang digelar di Aula Lapas Batang tersebut berlangsung khidmat dan penuh haru. Sebanyak sembilan warga binaan resmi diwisuda sebagai santri tahfidz sekaligus santri terbaik Pondok Pesantren Darut Taubah yang berada di lingkungan lapas. Mereka meski tengah menjalani masa pidana, namun para santri tersebut mampu menghafal Al-Qur’an dengan capaian rata-rata dua juz.
“Kepala Lapas Batang Nurhamdan menegaskan, pembinaan spiritual menjadi fondasi utama dalam proses pemasyarakatan.
Menurut Nurhamdan, penguatan nilai-nilai keagamaan diharapkan dapat membentuk karakter warga binaan agar lebih siap, ketika kembali ke tengah masyarakat.
“Wisuda sembilan santri tahfidz ini adalah modal besar bagi mereka. Kami berharap saat bebas nanti, mereka menjadi pribadi yang lebih bertanggung jawab, berakhlak, dan bermanfaat bagi lingkungan sekitarnya,” ujar Nurhamdan.
Penguatan Akhlak dan Sinergi Lintas Sektoral
Komitmen pembinaan tersebut juga ditegaskan Kepala Bidang Pembimbingan Kemasyarakatan Kanwil Kemenkumham Jawa Tengah Muhammad Susanni.
Ia menilai, kecerdasan intelektual harus berjalan seiring dengan kematangan akhlak agar proses reintegrasi sosial berjalan optimal.
“Kecerdasan tanpa akhlak justru berisiko. Karena itu, kami menekankan pembangunan etika dan moral sebagai bekal utama ketika mereka kembali ke masyarakat,” kata Susanni.
Dalam kesempatan yang sama, Lapas Batang menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) Tahun Anggaran 2026 dengan sejumlah instansi strategis.
Kerja sama tersebut meliputi bidang kesehatan dengan RSUD Kabupaten Batang, Puskesmas Warungasem, dan Apotek Subur Sehat, serta bidang pendidikan dan sosial bersama Yayasan Wahana Ilmu, Universitas Semarang (USM), dan Kwartir Ranting Gerakan Pramuka.

Penandatanganan PKS bertujuan memperkuat layanan pembinaan dan pemenuhan hak-hak warga binaan secara berkelanjutan, baik dari aspek kesehatan, pendidikan, maupun pengembangan karakter. (dok/foto/HL)
RANGKAIAN acara ditutup dengan tausyiah edukatif oleh Ustadz Nur Syahid atau yang akrab disapa Gus Nur.
Dalam ceramahnya, ia menekankan pentingnya salat sebagai benteng pertahanan diri dari perbuatan keji dan mungkar.
Suasana semakin semarak dengan lantunan hadroh dari kelompok Al Hijaaz, yang mengiringi jalannya acara secara aman dan tertib di bawah pengawasan petugas. (\•/)
Editor: AYS
Sumber: HITV Jateng
- Penulis: Hadi Lempe
