Usai Paripurna, Bupati Belitung Djoni Alamsyah Soroti Tiga Isu Strategis Daerah
- account_circle Redaksi
- calendar_month Senin, 23 Jun 2025
- visibility 44
- print Cetak

Bupati Belitung Djoni Alamsyah Hidayat menegaskan pentingnya konsistensi pembangunan daerah yang berpijak pada visi “Belitung Maju, Inovatif, dan Berkelanjutan sebagai Maritim Kawasan Barat dengan Infrastruktur Modern menuju Masyarakat Sejahtera”. Hal itu disampaikannya usai mengikuti Rapat Paripurna XXII Masa Persidangan III Tahun Sidang 2024–2025 di Gedung DPRD Kabupaten Belitung, Senin (23/6/2025).
HITVBERITA.COM | Tanjungpandan – Dalam wawancara eksklusif bersama Hitvberita.com, Djoni memaparkan tiga isu yang menurutnya krusial untuk menjadi perhatian publik dan para pemangku kepentingan daerah.
Peluang Maritim yang Belum Maksimal
Isu pertama yang disoroti adalah penguatan posisi Belitung dalam konteks kemaritiman nasional dan regional. Djoni menilai bahwa potensi strategis Belitung sebagai simpul logistik dan pelabuhan transit belum tergarap optimal.
“Kalau kita bicara pelabuhan modern, itu bukan hanya soal infrastruktur, tapi soal bagaimana Belitung bisa menjadi bagian dari jalur perdagangan dunia. Kita berada dekat dengan jalur pelayaran internasional—Singapura, Malaysia, China, hingga Asia Timur. Ini peluang yang harus dijemput,” ujar Djoni.
Menurutnya, keberadaan Belitung di sekitar Selat Karimata dan Laut Natuna Selatan menempatkan kabupaten ini secara geografis pada posisi strategis untuk mendukung poros maritim Indonesia, khususnya kawasan barat.
Videotron: Lebih dari Sekadar Layar
Isu kedua yang disampaikan Djoni adalah terkait polemik pengadaan videotron yang anggarannya tidak disetujui DPRD Belitung dalam pembahasan RAPBD.
“Kami sangat menghargai keputusan DPRD. Namun penting juga kami tegaskan, videotron ini bukan proyek simbolik. Ini bagian dari strategi komunikasi visual kota, promosi pariwisata, dan kanal informasi publik,” ucap Djoni.
Ia menyebut bahwa seluruh program, termasuk pengadaan videotron, telah melalui kajian manfaat dan urgensi. Menurutnya, penataan wajah kota membutuhkan pendekatan jangka panjang, tidak hanya bersifat kosmetik.
“Semua ini ada hitungannya, ada urgensinya. Saya mengajak semua pihak untuk melihatnya secara utuh, bukan sebatas angka belanja, tapi dalam konteks visi kota masa depan,” tambahnya.
Kekosongan Jabatan Kepala OPD
Isu terakhir yang menjadi perhatian Bupati adalah kekosongan sejumlah jabatan pimpinan tinggi pratama (Kepala OPD) di lingkungan Pemkab Belitung. Persoalan ini, kata Djoni, kerap menjadi pertanyaan publik.
“Kami sangat memahami keresahan masyarakat. Tapi pengisian jabatan ini tidak bisa sembarangan. Ada prosedur seleksi terbuka dan rekomendasi dari KASN yang wajib diikuti,” jelasnya.
Djoni menegaskan, pemerintah daerah tengah memproses pengisian jabatan secara bertahap, dengan prinsip kehati-hatian dan profesionalisme.
“Yang kosong pasti akan diisi, tapi bukan asal tunjuk. Kita ingin menghasilkan pemimpin birokrasi yang memang layak dan siap bekerja untuk rakyat,” pungkasnya. (*/*)
Reporter: Iswandi
Editor: AYS Prayogie
Sumber:Wawancara Eksklusif Hitvberita.com, Senin, 23 Juni 2025
- Penulis: Redaksi

Saat ini belum ada komentar